The Economic Role of Sasak Women in a Patriarchal Culture
DOI:
https://doi.org/10.31958/agenda.v7i1.15738Keywords:
Sasak women, patriarchy, economic roleAbstract
The Sasak community of Lombok is deeply rooted in tradition and Islamic values, which often place women in a subordinate role within the social hierarchy. Despite this, Sasak women play a central role in sustaining household and community economies through their engagement in various economic sectors, such as traditional weaving, local trade, and migrant labor. This article explores the economic contributions of Sasak women and how they navigate the constraints of a patriarchal cultural system. Using a qualitative descriptive approach, the study draws on field observations and in-depth interviews with women working in SukararaÔÇÖs weaving industry, traditional markets, and among returning migrant workers. The findings reveal that although women are often confined by cultural norms to domestic roles, they demonstrate remarkable agency and adaptability in supporting their families financially. Their labor, while not always publicly recognized, becomes essential in local economic resilience. Moreover, Sasak women strategically negotiate their dual roles as economic actors and bearers of cultural expectations, often balancing between conformity and subtle resistance. This research contributes to the discourse on gender and local development by highlighting the invisible yet vital role of women in sustaining rural economies in traditional societies. It suggests the need for more culturally-sensitive gender empowerment strategies that acknowledge both the limitations and strengths within local contexts.References
Amalia, S. (2023). Pemberdayaan TKI Perempuan di Lombok Tengah melalui Organisasi DESBUMI dan La Tansa. Jurnal Pengabdian Sosial, 6(2), 45–59.
Arifah, N., & Wijayanti, I. (2021). Perempuan dalam Ekonomi Rumah Tangga: Studi pada Pengrajin Tenun Sasak di Desa Sukarara. Jurnal Gender dan Sosial, 9(1), 77–89.
Badriati, B. E., Rukayah, R., & Wahyudi, H. (2022). Penguatan Kapasitas Produktivitas Perempuan Penenun Sasak dalam Perspektif Islam dan Gender. Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 21(1), 56–71. https://istinbath.or.id/index.php/ijhi/article/view/385
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Dewi, L. N. (2023). Dampak Remitansi terhadap Pemberdayaan Ekonomi Keluarga TKI Perempuan di Lombok. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 12(3), 112–128.
Denissa, M., & Lois, F. (2021). Tenun sebagai Warisan Budaya dan Representasi Identitas Perempuan Sasak. Jurnal Budaya dan Perempuan, 5(1), 34–46.
Husni, M. (2022). Perempuan Sasak dan Kerja Migrasi: Analisis Sosio-Kultural. Jurnal Migrasi dan Pekerja Global, 7(2), 101–117.
Lestari, D., & Firmansyah, A. (2021). Perempuan dalam Perdagangan Tradisional di Lombok. Jurnal Ekonomi Rakyat, 11(2), 60–75.
Marzuki, S. (2022). Perempuan dalam Masyarakat Sasak: Tinjauan Sosial dan Budaya. Jurnal Kajian Masyarakat Adat, 4(1), 88–102.
Nurhayati, R. (2020). Peran Bahasa dalam Pembentukan Identitas Gender di Masyarakat Sasak. Sabda: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 15(2), 109–120. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/65994
Prasetyo, A., & Rini, K. (2023). Perempuan dan Pariwisata Budaya: Studi Kasus di Desa Sade, Lombok Tengah. Tourism and Culture Journal, 3(1), 25–38.
Putri, S. A., & Mulyana, A. (2022). Konstruksi Peran Perempuan dalam Masyarakat Sasak: Antara Tradisi dan Perubahan Sosial. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 9(2), 143–159.
Rahmawati, L. (2022). Strategi Perempuan Sasak dalam Menegosiasikan Peran Gender Tradisional. Jurnal Gender dan Budaya, 5(2), 91–107.
Rohman, M. (2023). Budaya Nyesek dan Pendidikan Anak Perempuan Sasak. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 66–80.
Safitri, Y. (2021). Beban Ganda Perempuan dalam Keluarga Petani di Lombok Timur. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 10(2), 118–132.
Sari, D., & Nugroho, B. (2021). Analisis Kebijakan Pemberdayaan Perempuan di Desa Wisata Budaya. Jurnal Kebijakan dan Pembangunan, 3(2), 70–84.
Setiawan, M. (2021). Kepemimpinan Komunitas dalam Wisata Berbasis Budaya di Sade. IEOM Society International. https://index.ieomsociety.org/index.cfm/article/view/ID/12075
Suryani, N. (2020). Simbolisme Tenun Subhanale dan Peran Spiritual Perempuan Sasak. Jurnal Seni dan Tradisi, 8(1), 45–57.
Susmawati, S. (2022). Relasi Gender dalam Tradisi Nyesek Masyarakat Sasak. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 7(2), 200–215. https://jurnal.unpad.ac.id/sosioglobal/article/view/54276
Wahyudi, A. (2023). Struktur Sosial Patriarki dalam Masyarakat Sasak: Analisis Kritis. Jurnal Antropologi Nusantara, 6(1), 1–18.
Yuliana, D. (2020). Legenda Putri Mandalika sebagai Cermin Ketahanan Perempuan dalam Tradisi Sasak. Journal of Ritual and Heritage, 2(2), 89–101. https://journal.lifescifi.com/index.php/RH/article/view/169
Arifah, N., & Wijayanti, I. (2021). Perempuan dalam Ekonomi Rumah Tangga: Studi pada Pengrajin Tenun Sasak di Desa Sukarara. Jurnal Gender dan Sosial, 9(1), 77–89.
Badriati, B. E., Rukayah, R., & Wahyudi, H. (2022). Penguatan Kapasitas Produktivitas Perempuan Penenun Sasak dalam Perspektif Islam dan Gender. Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 21(1), 56–71. https://istinbath.or.id/index.php/ijhi/article/view/385
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Dewi, L. N. (2023). Dampak Remitansi terhadap Pemberdayaan Ekonomi Keluarga TKI Perempuan di Lombok. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 12(3), 112–128.
Denissa, M., & Lois, F. (2021). Tenun sebagai Warisan Budaya dan Representasi Identitas Perempuan Sasak. Jurnal Budaya dan Perempuan, 5(1), 34–46.
Husni, M. (2022). Perempuan Sasak dan Kerja Migrasi: Analisis Sosio-Kultural. Jurnal Migrasi dan Pekerja Global, 7(2), 101–117.
Lestari, D., & Firmansyah, A. (2021). Perempuan dalam Perdagangan Tradisional di Lombok. Jurnal Ekonomi Rakyat, 11(2), 60–75.
Marzuki, S. (2022). Perempuan dalam Masyarakat Sasak: Tinjauan Sosial dan Budaya. Jurnal Kajian Masyarakat Adat, 4(1), 88–102.
Nurhayati, R. (2020). Peran Bahasa dalam Pembentukan Identitas Gender di Masyarakat Sasak. Sabda: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 15(2), 109–120. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/65994
Prasetyo, A., & Rini, K. (2023). Perempuan dan Pariwisata Budaya: Studi Kasus di Desa Sade, Lombok Tengah. Tourism and Culture Journal, 3(1), 25–38.
Putri, S. A., & Mulyana, A. (2022). Konstruksi Peran Perempuan dalam Masyarakat Sasak: Antara Tradisi dan Perubahan Sosial. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 9(2), 143–159.
Rahmawati, L. (2022). Strategi Perempuan Sasak dalam Menegosiasikan Peran Gender Tradisional. Jurnal Gender dan Budaya, 5(2), 91–107.
Rohman, M. (2023). Budaya Nyesek dan Pendidikan Anak Perempuan Sasak. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(1), 66–80.
Safitri, Y. (2021). Beban Ganda Perempuan dalam Keluarga Petani di Lombok Timur. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 10(2), 118–132.
Sari, D., & Nugroho, B. (2021). Analisis Kebijakan Pemberdayaan Perempuan di Desa Wisata Budaya. Jurnal Kebijakan dan Pembangunan, 3(2), 70–84.
Setiawan, M. (2021). Kepemimpinan Komunitas dalam Wisata Berbasis Budaya di Sade. IEOM Society International. https://index.ieomsociety.org/index.cfm/article/view/ID/12075
Suryani, N. (2020). Simbolisme Tenun Subhanale dan Peran Spiritual Perempuan Sasak. Jurnal Seni dan Tradisi, 8(1), 45–57.
Susmawati, S. (2022). Relasi Gender dalam Tradisi Nyesek Masyarakat Sasak. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 7(2), 200–215. https://jurnal.unpad.ac.id/sosioglobal/article/view/54276
Wahyudi, A. (2023). Struktur Sosial Patriarki dalam Masyarakat Sasak: Analisis Kritis. Jurnal Antropologi Nusantara, 6(1), 1–18.
Yuliana, D. (2020). Legenda Putri Mandalika sebagai Cermin Ketahanan Perempuan dalam Tradisi Sasak. Journal of Ritual and Heritage, 2(2), 89–101. https://journal.lifescifi.com/index.php/RH/article/view/169
Downloads
Published
2025-06-30
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2025 Zainal Fadri, Thierno Amadou Diallo, Irwanda Irwanda, Rovita Elsa Putri, Nurul Huda, Riskhan Fernando

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License?á(CC BY-NC 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).





