THE CURRENT BATTLES BETWEEN PROGRESSIVE AND CONSERVATIVE MUSLIM WOMEN IN INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.31958/agenda.v2i1.2026Abstract
Perempuan Indonesia telah mampu mengatur diri mereka sejak pra-kemerdekaan. Mereka bersatu untuk meraih kemerdekaan, tetapi mereka juga terbagi berdasarkan agama dan masalah-masalah yang mereka perjuangkan. Dalam masalah poligami, organisasi-organisasi perempuan Kristen dan sekuler cenderung menentangnya, sementara perempuan Islam cenderung setuju menerima poligami sebagai bagian dari syariah Islam yang tidak dapat dilarang. Artikel ini akan membahas tentang perbedaan pendapat antara perempuan muslim progresif dan konservatif, terutama tentang masalah kekerasan seksual, pernikahan anak dan pernikahan poligami. Berbeda dari organisasi perempuan Muslim sebelumnya di tahun 1990-an, terdapat peningkatan jumlah perempuan muslim dengan latar belakang pesantren yang lebih berpendidikan dan kritis terhadap interpretasi Alquran yang bias laki-laki. Mereka menentang kekerasan seksual, pernikahan anak dan pernikahan poligami. Namun, ada juga peningkatan jumlah perempuan berpendidikan dengan latar belakang ilmu sekuler dan ilmu sains murni yang cenderung membaca Al-Qur'an secara harfiah dan tidak setuju terhadap diberlakukannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, mempromosikan pernikahan anak dan pernikahan poligami. Pernikahan poligami dapat disebarluaskan lebih baik di kalangan orang Indonesia dengan menggunakan social media dan fasilitas internet lainnyaDownloads
Published
2020-03-18
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2020 Nina Nurmila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License?á(CC BY-NC 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).





