https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/issue/feedAGENDA: Jurnal Analisis Gender dan Agama2026-07-21T15:30:05+07:00Wahidah Fitrianiwahidahfitriani@uinmybatusangkar.ac.idOpen Journal Systems<p align="justify">Agenda: Jurnal Analisis Gender dan Agama published firstly in December, 2017 by Pusat Studi Gender dan Anak or The Centre of Gender Studies and Children Protection of State institute for Islamic Studies Batusangkar. The journal is aimed at spreading the research results conducted by academicians, researchers, and practitioners in the field of gender studies and children protection. The journal is published periodically twice a year, i.e., every June (first edition) and December (second edition).</p>https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/16566The Relationship between Characteristics of Middle School-Aged Children and Social and Emotional Aspects2026-01-30T08:52:20+07:00Ira Oktariniiraoktarini@uinmybatusangkar.ac.idLany Fitrilanyfitri@uinmybatusangkar.ac.idOlfakhrinaolfakhrina@uinmybatusangkar.ac.idYeni Satroma Dewiyenisatromadewi@uinmybatusangkar.ac.id<p><em>Student characteristics are characteristics, character traits and overall patterns of behavior or abilities that students have as a result of their nature and environment, thus determining their activities in achieving their goals or objectives. Each developmental task has different aspects. The research method used is qualitative library study, where data is collected by searching for sources and reconstructing them from shared sources such as books, journals and existing research. The results obtained after collecting data originating from books, journals and research, namely the characteristics of students in junior high school in the social aspect, are that junior high school students or teenagers are no longer in the childhood phase, but have started to grow up so that, children - Middle school students who don't want to be treated as children anymore, however, are not ready to be treated as adults. Meanwhile, in the emotional aspect, the results showed that students in junior high school or teenagers were still unstable, unable to manage their emotions well, the emotions they displayed were still often changing, often carrying out deviant activities that they thought were correct, which happened because they were caused by transitions in the physical aspect, psychological, cognitive, and social.</em></p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ira Oktarini, Lany Fitri Ira, Olfakhrina, Yeni Satroma Dewihttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17008Menjadi Ibu di Era Modern: Kerentanan Psikoogis pada Masa Postpartum 2026-06-30T23:41:50+07:00Afiqa Andhina Andhinaafiqaandhina2@gmail.comSri Putri Rahayu Zsriputrirahayuz@uinmybatusangkar.ac.id<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The postpartum period is a complex transitional phase for women, characterized by physical and psychological changes that may lead to conditions such as anxiety, postpartum blues, and postpartum depression. These conditions can affect the mother’s quality of life as well as the mother–infant relationship if not properly addressed. This study aims to examine various non-pharmacological interventions that are effective in preventing and managing psychological disorders in postpartum mothers. The method used is a literature review by collecting and analyzing scientific articles from databases such as Google Scholar, Garuda, and Publish or Perish. The results show that five main interventions—hypnosis therapy, Qur’anic murattal therapy, endorphin massage, lavender aromatherapy, and expressive writing therapy—are effective in reducing anxiety, stress, and postpartum depression. Each intervention works through different mechanisms, such as nervous system relaxation, stimulation of endorphin and serotonin hormones, and emotional and cognitive regulation. In conclusion, these non-pharmacological interventions are effective, safe, and easy to implement.</em></p> <p><em>Keywords: Postpartum, postpartum depression, non-pharmacological therapy, anxiety, maternal mental health</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masa postpartum merupakan periode transisi yang kompleks bagi wanita, ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang berpotensi menimbulkan gangguan seperti kecemasan, postpartum blues, hingga depresi postpartum. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup ibu serta hubungan ibu dan bayi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam mencegah dan mengatasi gangguan psikologis pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah dari berbagai database seperti Google Scholar, Garuda, dan Publish or Perish. Hasil kajian menunjukkan bahwa lima intervensi utama, yaitu terapi hipnosis, terapi murattal Al-Qur’an, endorphin massage, aromaterapi lavender, dan expressive writing therapy, memiliki efektivitas dalam menurunkan kecemasan, stres, dan depresi postpartum. Setiap intervensi bekerja melalui mekanisme yang berbeda, seperti relaksasi sistem saraf, stimulasi hormon endorfin dan serotonin, serta regulasi emosi dan kognisi. Kesimpulannya, intervensi non-farmakologis tersebut merupakan pendekatan yang efektif, aman, dan mudah diterapkan.</p> <p>Kata kunci: Postpartum, depresi postpartum, terapi non-farmakologis, kecemasan, kesehatan mental ibu</p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Afiqa Andhina Andhina, Sri Putri Rahayu Zhttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17082Analysis of Avoiding the Impact of Child Grooming in the Digital Space2026-06-30T23:37:33+07:00Syaiful Marwansyaifulmarwan@uinmybatusangkar.ac.idDeni Asridadeniasrida@uinmybatusangkar.ac.idAzza Suzuasmisyahazzasuzuasmisyah@uinmybatusangkar.ac.id<p>The purpose of this study was to examine the phenomenon of child grooming in the digital environment, factors that increase the likelihood of children becoming victims, the effects, the role of digital literacy in prevention, and methods to protect children from the impacts of child grooming. The method used was a literature review by reviewing various books, scientific articles, research reports, and relevant academic sources on child grooming and child protection in the digital space. The results showed that with the development of social media, instant messaging applications, and other digital platforms, the number of child grooming cases increased. Low digital literacy, lack of parental supervision, and high intensity of internet use are all factors that contribute to children's vulnerability. The results include social disruption, psychological trauma, and threats to children's privacy and data security. It is evident that digital literacy is crucial for improving the ability of children, parents, and educators to identify and address threats. Furthermore, protecting families, schools, governments, and digital platform providers is crucial for creating a safe online environment for children. To strengthen child protection in the digital era, this study demonstrates that preventing child grooming requires a collaborative and sustainable approach</p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Syaiful Marwan, Deni Asrida, Azza Suzuasmisyahhttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17041Perspektif Gender dan Perlindungan Anak Di Era Model Tantangan, Pendidikan, Dan Tanggung Jawab Bersama2026-06-30T23:33:17+07:00Firman Firmanfirman@uinmybatusangkar.ac.id<p>Perspektif gender dan perlindungan anak merupakan isu penting dalam pembangunan sosial di era modern. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan arus globalisasi memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan perempuan, laki-laki, dan anak-anak. Namun, berbagai persoalan seperti diskriminasi gender, kekerasan terhadap anak, pernikahan dini, eksploitasi anak, dan pengaruh negatif media digital masih menjadi tantangan yang serius dalam kehidupan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk membahas pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan anak sebagai upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, adil, dan manusiawi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui pengkajian berbagai buku, jurnal, dan regulasi terkait gender serta perlindungan anak. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial terhadap pentingnya penghormatan hak-hak anak dan kesetaraan gender. Dengan adanya kerja sama yang baik dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan tercipta generasi yang berkualitas, berkarakter, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.</p> <p> </p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Firman Ikhsanhttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17390Perbedaan Strategi Coping Mahasiswa Laki-Laki dan Perempuan dalam Menghadapi Stres Akademik 2026-07-04T07:14:40+07:00Rosa Dovitarosadovita@uinmybatusangkar.ac.idNory Natalianorynatalia@uinmybatusangkar.ac.idRina Yulitririna.yulitri@uinib.ac.id<p><em>stress akademik merupakan fenomena yang lazim dialami mahasiswa di perguruan tinggi. Tekanan untuk menyelesaikan tugas, mempersiapkan ujian, dan memenuhi tuntutan akademik lainnya dapat memicu stres yang berdampak pada kesejahteraan psikologis mahasiswa. Salah satu faktor yang memengaruhi cara mahasiswa menghadapi stres adalah jenis kelamin. Artikel ini membahas perbedaan strategi coping antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam menghadapi stres akademik berdasarkan kajian literatur dan hasil penelitian terkini. Pembahasan mencakup dua kategori utama strategi coping, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping, serta faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki cenderung menggunakan problem-focused coping, sementara mahasiswa perempuan lebih dominan menggunakan emotion-focused coping, meskipun temuan ini tidak selalu konsisten dan dipengaruhi oleh konteks budaya serta situasional.</em></p> <p><em>.</em></p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 ROSA DOVITA, M.PDhttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17433Penggunaan Bahasa Ibu Dalam Pembelajaran: Implikasinya Terhadap Perkembangan Kognitif, Literasi, dan Identitas Budaya2026-07-16T15:45:15+07:00Ilhami Desrinailhamidesrina@uinmybatusangkar.ac.id<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang diperoleh individu sejak masa kanak-kanak dan berfungsi sebagai fondasi dalam perkembangan kognitif, kemampuan berbahasa, serta pembentukan identitas budaya. Dalam konteks pendidikan, penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar pembelajaran telah menjadi perhatian berbagai negara karena terbukti mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Di Indonesia, yang memiliki keragaman bahasa daerah yang tinggi, implementasi pembelajaran berbasis bahasa ibu memiliki peluang sekaligus tantangan dalam mendukung pemerataan mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penggunaan bahasa ibu terhadap perkembangan kognitif, literasi, dan identitas budaya peserta didik melalui pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal nasional dan internasional, laporan organisasi internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengintegrasikan teori perkembangan kognitif, teori pemerolehan bahasa, dan hasil penelitian empiris terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, partisipasi belajar, dan literasi dasar peserta didik. Selain itu, bahasa ibu berperan dalam memperkuat identitas budaya, menjaga keberlangsungan bahasa daerah, dan menanamkan nilai-nilai lokal kepada generasi muda. Namun demikian, implementasi pembelajaran berbasis bahasa ibu masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber belajar, kompetensi guru, serta keberagaman bahasa dalam satuan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendidikan yang mendukung pendekatan pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus melestarikan kekayaan budaya bangsa.</p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ilhami Desrinahttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17450Kesenjangan Gender dalam Prestasi Matematika: Analisis Faktor Psikologis dan Sosiokultural Berdasarkan Literatur 2016-2026.2026-07-16T15:42:22+07:00Hitdayaturahmi Hitdayaturahmihitdayaturahmi@uinmybatusangkar.ac.idFemilya Sri Zulfafemilyasrizulfa@uinbatusangkar.ac.idAuliya Fithry auliyafithry@uinmybatusangkar.ac.id<p>This article presents a comprehensive review of scientific literature published between 2016 and 2026 concerning the relationship between gender and mathematics achievement. Through an analysis of 16 key references, including large-scale meta-analyses and longitudinal studies, the review found that although average gender differences in mathematics performance are generally small, significant disparities emerge at higher educational levels and within specific content domains, particularly geometry. Psychological factors such as mathematics anxiety and self-concept, as well as sociocultural influences including parental stereotypes and teacher bias, play crucial roles in shaping students' academic trajectories. The findings indicate that gender disparities in mathematics are influenced more by psychological and environmental factors than by innate cognitive differences. Furthermore, these disparities contribute to the underrepresentation of women in STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) fields. The review concludes that targeted interventions aimed at reducing stereotype threat, improving mathematical self-concept, and minimizing mathematics anxiety are essential to promoting gender equity and increasing female participation in STEM-related careers.</p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hitdayaturahmi, Femilya Sri Zulfa , Auliya Fithry https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17471Problematika Pembelajaran Bahasa Arab pada Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi2026-07-20T12:33:31+07:00Meisil Yandameisilyanda@uinmybatusangkar.ac.idRuswandi Ruswandiruswandi@uinmybatusangkar.ac.id<p>Anak berkebutuhan khusus (ABK) yang belajar di sekolah inklusi menghadapi berbagai hambatan ketika mempelajari bahasa Arab, mulai dari keterbatasan kognitif dan komunikasi hingga kurikulum yang belum terdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk problematika pembelajaran bahasa Arab pada ABK di sekolah inklusi serta strategi yang telah dikembangkan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa artikel jurnal dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran bahasa Arab bagi ABK bersifat multidimensi, meliputi hambatan pelafalan huruf hijaiah, keterbatasan atensi dan pemahaman konsep abstrak, minimnya guru berlatar belakang pendidikan khusus, serta bahan ajar yang belum mengakomodasi kebutuhan individual siswa. Strategi seperti pendekatan PAILKEM, media audiovisual, gamifikasi, bahan ajar berbasis grafemik, serta kolaborasi guru, orang tua, dan terapis terbukti membantu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar ABK. Kesimpulannya, penanganan problematika ini memerlukan sinergi antara kompetensi guru, penyesuaian kurikulum, dan dukungan lingkungan belajar yang inklusif.</p>2026-07-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Meisil Yanda, Ruswandi Ruswandihttps://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/view/17474Tantangan Pembelajaran bagi Anak Tunarungu: Analisis Permasalahan dan Alternatif Solusi 2026-07-21T15:30:05+07:00DEPKI ELNANDA, M. Pd.Idepki756@email.comDzakwan Alfira dzkawanalvira1@gmail.comSalman Alfarisysalfarisy2901@gmail.comTri Vadeltrivadel17@gmail.comWahyu Rizaldiwahyurizaldi2803@gmail.comZakiatul Abdi zakiatulabdy@gmail.com<p>Pembelajaran bagi anak tunarungu menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitas proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan yang dihadapi anak tunarungu serta mengidentifikasi alternatif solusi yang diterapkan di SLB Kasieh Mandeh, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, orang tua, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pembelajaran meliputi keterbatasan komunikasi akibat rendahnya penguasaan bahasa isyarat, kesulitan memahami materi yang disampaikan secara lisan, serta terbatasnya penguasaan kosakata yang berdampak pada kemampuan membaca dan menulis. Upaya mengatasi permasalahan tersebut dilakukan melalui penggunaan media visual, pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis Android, serta penguatan kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendampingi proses belajar. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan akademik, komunikasi, dan perilaku belajar peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi media visual, teknologi digital, dan kolaborasi sekolah–keluarga sebagai strategi pembelajaran yang mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif bagi anak tunarungu.</p>2026-07-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 DEPKI ELNANDA, M. Pd.I, Dzakwan Alfira , Salman Alfarisy , Tri Vadel , Wahyu Rizaldi , Zakiatul Abdi