Kecerdasan Emosi Siswa serta Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling
Abstract
Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dari kesuksesan siswa dalam belajar di sekolah. Kecerdasan emosional terdiri dari kemampuan siswa untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain. Fenomena yang terjadi di lapangan masih banyak siswa yang tidak dapat bersikap dan bertindak dengan bijaksana akibat ketidakmampuan mengelola emosi. Artikel ini bertujuan mengekplorasi atau menganalisis tentang kecerdasan emosional dan implikasi terhadap layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan. Analisis data dengan cara review literature terkait dengan teori-teori atau hasil penelitian tentang kecerdasan emosi dan implikasi dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Temuan penelitian kecerdasan emosional merupakan aspek terpenting yang harus ada dalam diri seseorang untuk kesuksesan kehidupan selain aspek lainnya seperti Intelligence Quotient (IQ), Spritual Quotient (SQ), Adversity Quotient (AQ) dan lain sebagainya. Bimbingan dan konseling sangat berperan penting dalam meningkatkan sikap, perilaku dan keterampilan positif terutama kecerdasan emosional melalui layanan klasikal, individual atau kelompok.References
Hamzah. (2010). Teknologi komunikasi dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa, E. (2003). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana. (2014). Penialian Hasil Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Sinar Baru.