at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah <p align="justify"><strong>at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam</strong> with ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1612950541" target="_blank">2775-7498 (Online)</a> and <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1613005006" target="_blank">2775-7099 (Print)</a> is a forum for educators, academicians, researchers, and practitioners to share ideas for practical approaches to improving quality in islamic educational issues. It deals with research and theories in early childhood, primary, management, and islamic education. The Journal accepts Indonesian and English articles and published periodically, twice a year (Mei and November) by Islamic Education Departement (PAI) of UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia.</p><p align="justify"> </p><p align="justify"><strong>at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam</strong> is <a href="https://drive.google.com/file/d/1TxbR086uIVobpdg6WU7Kczdg7NwZO2Zb/view?usp=sharing" target="_blank"><strong><em>ACCREDITED SINTA</em></strong></a><strong><em><a href="https://drive.google.com/file/d/1TxbR086uIVobpdg6WU7Kczdg7NwZO2Zb/view?usp=sharing" target="_blank"> 4</a> </em></strong>by the Indonesian Ministry of Higher Education with the Decree Number <a href="https://drive.google.com/file/d/1TxbR086uIVobpdg6WU7Kczdg7NwZO2Zb/view?usp=sharing" target="_blank"><strong>79/E/KPT/202</strong></a><strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1TxbR086uIVobpdg6WU7Kczdg7NwZO2Zb/view?usp=sharing" target="_blank">3</a> </strong>from <strong>Volume 2 No. 1, 2021</strong> until <strong>Volume 6 No. 2, 2025</strong></p> IAIN Batusangkar en-US at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam 2775-7099 <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:<br /><br /></p><ul><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?á<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">?áCreative Commons</a>?á<a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Attribution-NonCommercial 4.0 International</a><span>.</span>that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li></ul><ul><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li></ul><ul><li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</li></ul> ANALISIS RELEVANSI EXPERIENTIAL LEARNING JOHN DEWEY DENGAN KONSEP HADIS TARBAWI RASULULLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16230 <p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori experiential learning John Dewey <br />dengan konsep hadis tarbawi Rasulullah SAW dalam konteks pengembangan Pendidikan <br />Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <br />analisis kepustakaan (library research), yakni menelaah karya-karya utama John Dewey <br />seperti Experience and Education serta hadis-hadis Nabi yang mengandung nilai-nilai <br />pendidikan praktis. Fokus kajian diarahkan pada prinsip pengalaman (experience), <br />refleksi (reflection), dan pembentukan kebiasaan (habit formation) dalam teori Dewey, <br />yang kemudian dibandingkan dengan pendekatan Rasulullah dalam mendidik melalui <br />keteladanan, pengalaman langsung, dan interaksi sosial. Hasil analisis menunjukkan <br />adanya titik temu konseptual antara experiential learning Dewey dan hadis tarbawi, <br />terutama dalam pandangan bahwa pendidikan harus berbasis pengalaman nyata yang <br />membentuk kesadaran moral dan intelektual peserta didik. Namun demikian, hadis <br />tarbawi menawarkan dimensi spiritual-transendental yang tidak ditemukan dalam teori <br />Dewey yang berlandaskan filsafat pragmatisme. Relevansi keduanya terhadap <br />pengembangan PAI terletak pada pentingnya menyeimbangkan aspek pengalaman <br />empiris dan nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan Islam <br />tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter dan <br />kesadaran religius peserta didik.</p> Siti Alfina Nurhasanah Karim Anis Sukmawati Copyright (c) 2025 Siti Alfina Nurhasanah Karim, Anis Sukmawati http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-07 2026-01-07 6 2 1 22 10.31958/atjpi.v6i2.16230 PENGEMBANGAN E-MODUL SKI KELAS VIII MELALUI APLIKASI FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTsS MARDIYAH ISLAMIYAH https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16371 <p>Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran sebelum dan sesudah diterapkannya <em>e-modul</em> berbasis <em>Fliobook</em>, mengukur tingkat validitas <em>e-modul</em> tersebut, serta mengevaluasi kepraktisannya dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VIII pada materi Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah di MTsS Mardiyah Islamiyah. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4d, yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu: <em>Difine</em> (pendefenisian), <em>Design</em> (perancangan), <em>Development</em> (pengembangan) dan <em>Dessiminate</em> (penyebaran), tapi pada penelitian tahap <em>Dessiminate</em> tidak dilakukan hanya melewati tiga tahapan saja. Penelitian ini melibatkan 30 peserta didik kelas VIII At-Tin di MtsS Mardiyah Islamiyah pada tahun ajaran 2025/2026 sebagai subjek uji coba. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi untuk mengukur validitas dan kepraktisan. Teknik analisis data meliputi analisis validitas, dan kepraktisan. Penggunaan <em>e-modul </em>membuat pembelajaran lebih aktif, peserta didik lebih fokus dan mudah memahami materi serta minat belajar peserta didik meningkat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil validasi dari validator materi dan media yang menunjukkan bahwa Modul Ajar pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berada pada kategori sangat valid dengan persentase sebesar 87,37%. Sedangkan validasi terhadap <em>e-modul</em> yang dikembangkan melalui <em>Flip PDF</em> <em>Corporate</em> menunjukkan tingkat kevalidan yang juga sangat tinggi, dengan persentase sebesar 85,9%. Kepraktisan <em>e-modul</em> dinilai dari tanggapan guru pengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, yang menunjukkan nilai sebesar 86,25% dan termasuk dalam kategori sangat praktis. Sementara itu, hasil respon dari 30 peserta didik kelas VIII At-Tin terhadap penggunaan <em>e-modul</em> menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 85,9%, yang juga tergolong sangat praktis.</p> Yuni Amalia Fuji Pratami Khairurrijal Copyright (c) 2026 Yuni Amalia, Fuji Pratami, Khairurrijal http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-12-29 2025-12-29 6 2 23 37 10.31958/atjpi.v6i2.16371 Integrasi Tasawuf dan Pendidikan Karakter dalam Tembang Dolanan Ilir-ilir Karya Sunan Kalijaga https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16290 <p>Berbagai hal menyimpang yang marak dan muncul di media masa kini cukup membuat kita bergidik dan merasa miris. Pembunuhan dan pelecehan di lingkungan sekolah tidak hanya dilakukan oleh siswa tetapi juga oleh guru. Dan masih banyak lagi perilaku menyimpang yang dapat ditemukan dalam realitas kehidupan kita saat ini. Di sisi lain, terjadi semacam keterputusan dunia pendidikan saat ini dari akar budayanya, yang nilai-nilai historisnya telah membentuk bangsa ini selama berabad-abad. Berangkat dari kegelisahan tersebut, penulis menganalisis bentuk integrasi antara tasawuf dan pendidikan karakter dalam tembang Dolanan Ilir-Ilir sebagai hasil penciptaan strategi dakwah Sunan Kalijaga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kajian pustaka dan pendekatan kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik ilmiah analisis deskriptif dan interpretasi sastra. Temuan dalam penelitian ini adalah terdapat lapisan-lapisan makna dalam tembang Dolanan Ilir-Ilir yang mengandung nilai-nilai filosofis-religius dan berbagai pendidikan karakter yang terintegrasi secara luhur. Temuan ini pun mengungkap bahwa bentuk integrasi antara keduanya dapat menjadi solusi bagi akar besar permasalahan bangsa ini di dunia pendidikan.</p> Arif Aabadia Amirotun Hamidah Channa Chamdiyah Atsaniyah Copyright (c) 2026 Arif Aabadia, Amira, Channa http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-12-29 2025-12-29 6 2 39 57 10.31958/atjpi.v6i2.16290 Gender Equality in Islamic Education: Realizing Inclusivity in ‎Lampung's Multicultural Society https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16118 <p>This study explores the implementation of gender equality in Islamic education within the multicultural context of Lampung, Indonesia, examining how gender-sensitive practices are integrated into Islamic educational settings. Using a mixed-methods approach, the research combines quantitative surveys with qualitative interviews to assess gender equality awareness among teachers and students in 10 Islamic schools across Lampung. The findings indicate that while awareness of gender equality is moderate, significant cultural and religious barriers persist, hindering the full implementation of gender-sensitive educational practices. The study highlights the gap between national policies on gender equality and their inconsistent application in rural and conservative regions, where traditional gender roles are deeply ingrained in educational practices. Additionally, the research identifies opportunities for change through targeted teacher training programs and policy reforms that address both gender equality and cultural diversity. The theoretical framework integrates feminist educational theory, which critiques patriarchal interpretations of religious texts, and multicultural education theory, which advocates for inclusive educational environments that respect cultural differences. This research contributes to the ongoing discourse on gender equality in education, providing valuable insights into the complexities of implementing gender-sensitive education in Islamic institutions, particularly in multicultural and conservative contexts like Lampung. The study calls for further research to explore the long-term impact of gender-sensitive education and to incorporate a broader range of stakeholders, including policymakers and community leaders, in future interventions.</p> Hikma Apriyani Muhammad Eko Juliansah Heny ‎ Wulandari Nilawati ‎ Tajudin Chairul Amriyah Copyright (c) 2026 Hikma Apriyani, Muhammad Eko Juliansah, Heny ‎ Wulandari , Nilawati ‎ Tajudin , Chairul Amriyah http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-12-29 2025-12-29 6 2 58 74 10.31958/atjpi.v6i2.16118 Pengembangan LKPD Pembelajaran PAI Berbasis Project Based Learning di Kelas VIII MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16088 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan memahami mekanisme proses pembelajaran sebelum dan sesudah penerapan LKPD Pembelajaran PAI berbasis <em>Project Based Learning</em> (PjBL), serta menilai tingkat validitas dan kepraktisan pengembangan LKPD tersebut pada materi Perkembangan Peradaban Islam pada Masa Daulah Abbasiyah di Kelas VIII MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan. Kegiatan penelitian dilakukan di MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan dengan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang merujuk pada model 4D, yaitu tahap <em>Define, Design, Develop, dan Disseminate</em>. Subjek pengujian awal atau eksperimen penelitian ini ialah anak didik kelas VIII at-Tahrim MTsS Mardiyah Islamiyah Panyabungan yang berjumlah 30 orang pada tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa instrumen, yaitu analisis kebutuhan, penilaian validitas, dan uji kepraktisan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode analisis kebutuhan, analisis validitas, dan analisis praktikalitas. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa proses pembelajaran setelah penerapan LKPD berbasis <em>Project Based Learning</em> menjadi lebih aktif, terarah, serta berpusat pada anak didik. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa LKPD berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata persentase 93%, sedangkan modul ajar memperoleh nilai rata-rata 91% yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Dari aspek kepraktisan, hasil penilaian guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memperoleh nilai 93%, yang dikategorikan sangat praktis. Adapun respon dari 30 anak didik kelas VIII at-Tahrim terhadap penggunaan LKPD menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 90%, juga berada pada kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, ada kesimpulan bahwa LKPD Pembelajaran PAI berbasis proyek yang dikembangkan adalah valid (layak) dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.</p> Ainun Suryadi Nasution Irma Suryani Siregar Copyright (c) 2026 Ainun, Suryadi Nasution, Irma Suryani Siregar http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-12-29 2025-12-29 6 2 75 88 10.31958/atjpi.v6i2.16088 Harmoni Sains dan Pendidikan Islam dalam Pembelajaran Abad 21: Melawan Gagasan Dikotomi Ilmu https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16229 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sains dan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembelajaran abad ke-21 sebagai upaya strategis melawan gagasan dikotomi ilmu. Pendekatan penelitian kepustakaan dengan metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengkaji berbagai sumber terkini (jurnal, buku, dan penelitian) dalam sepuluh tahun terakhir. Temuan menunjukkan bahwa dikotomi ilmu berpotensi melahirkan fragmentasi pengetahuan, menghambat pemahaman holistik terhadap realitas, serta melemahkan peran agama dalam menjawab tantangan kontemporer. Padahal, memahami ayat-ayat Allah (ayat kauniyah) memerlukan penguasaan ilmu sains, sebagaimana tercermin dalam eksplorasi alam semesta yang menjadi bagian dari ibadah intelektual. Untuk mengatasi hal ini, universitas perlu mengintegrasikan paradigma unity of sciences melalui pengembangan kurikulum PAI yang holistik dan integratif, yang menyatukan dimensi kognitif, afektif, psikomotorik, dan spiritual, serta mengadopsi empat pilar pembelajaran abad ke-21: berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Implementasinya menuntut dosen dan guru dibekali pelatihan pedagogi holistik serta kemampuan mendesain pembelajaran berbasis proyek, kontekstual, dan reflektif agar nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teoretis, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sains. Harmonisasi antara PAI dan sains bersifat epistemologis, bukan sekadar metodologis, sebagaimana tercermin dalam model pengembangan keilmuan di UIN Walisongo (Unity of Sciences), UIN Maliki Malang (Pohon Ilmu), dan UIN Sunan Kalijaga (Jaring Laba-laba Ilmu). Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kerangka integrasi ilmu yang relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer dan penguatan identitas keilmuan Islam yang utuh.</p> Nita Yuli Astuti Copyright (c) 2026 Nita Yuli Astuti http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-12-28 2025-12-28 6 2 89 109 10.31958/atjpi.v6i2.16229 Kurikulum PAI Abad 21: Integrasi Nilai Islam dan Literasi Digital dalam Pembentukan Karakter Siswa https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/at-tarbiyah/article/view/16491 <p><em>This study aims to formulate a 21st-century Islamic Religious Education (PAI) curriculum model that integrates Islamic values ​​and digital literacy in building student character. This study employed library research with a qualitative analytical approach. Data were obtained from various national and international literature on PAI curriculum, character education, and digital literacy. Data were then analyzed descriptively to identify patterns of integration of Islamic values ​​with digital competencies. The study's results indicate that a 21st-century PAI curriculum should be directed toward a learning model that combines Islamic teachings, digital literacy skills, and character building through active, collaborative, and technology-based learning strategies. The integration of Islamic values ​​with digital literacy can strengthen the formation of students' religious character, social responsibility, and digital ethics. This research provides a conceptual foundation for developing PAI curriculum policies that are relevant to current needs</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>PAI Curriculum, Digital Literacy, Islamic Values, Student Character, 21st Century</em></p> Ahmad Sayyidiman Hamidalloh Asep Saepul Hamdani Copyright (c) 2026 Ahmad Sayyidiman Hamidalloh, Asep Saepul Hamdani http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2026-01-13 2026-01-13 6 2 10.31958/atjpi.v6i2.16491