PEMIKIRAN ABUL AÔÇÖLA AL-MAUDUDI TENTANG POLITIK ISLAM

Authors

  • Inong Satriadi IAIN Batusangkar
  • Khairina Khairina

Keywords:

Tauhid, Politik, Islamisasi masyarakat, dan negara Islam

Abstract

Pemikiran Utama Abul AÔÇÖla al-Maududi adalah menerapkan konsep-konsep Islam secara murni baik
perorangan maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Azas terpenting dalam Islam adalah tauhid,
dan seluruh Nabi dan Rasul mempunyai tugas pokok untuk menyampaikan dan mengajarkannya kepada seluruh
umat manusia (the unity of Godhead). Azas ini menekankan bahwa Allah satu-satunya Zat yang berkuasa dan
memberikan prinsip-prinsip pokok otoritas. Semua prinsip, hukum, adat kebiasaan yang berbeda dengan
petunjuk tuhan harus dijauhi, karena ini dipandang menolak kedaulatan tuhan. Menurut al-Maududi, kedaulatan
ada di ÔÇ£tangan tuhanÔÇØ,bukan di tangan manusia. Tuhan saja yang berhak memberi hukum bagi manusia,
sementara manusia tidak berhak menciptakan hukum. Hukum disini berarti norma-norma dasar bagi penciptaan
masyarakat yang adil dan sejahtera. Ide al-Maududi adalah memahami Islam harus secara Interpretatif,
maksudnya menggerakkan keshalehan dan Iman demi aksi politik. Ide untuk mengembangkan politik Islam
bertujuan untuk menggantikan ideologi Barat yang menurut al-Maududi membawa kepada kekufuran, dan ini
yang dianut oleh pemimpin intelektual muslim di Pakistan ketika itu. Pergulatan antara Islam dan kekufuran
pada akhirnya akan membawa kepada revolusi Islam dan berdirinya negara Islam. Namun sebelum menciptakan
negara Islam, terlebih dahulu perlu dilakukan Islamisasi masyarakat, karena keberhasilan negara Islam
bergantung kepada legitimasi dari masyarakat.

References

Al-‘Ainain, Sa’id Abũ, 1955, Anã Min Sula͂lat Ahli al-Bait, Al-Qa͂hirah: Akhbãr Al-Yawm.

Abdul Baqî, Muhammad Fuad, 1945 al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazi al-Qur’an al-Karim, Kairo : Dar Kutub al-Mishriyah.

Abbas, Sirajuddin, 1992, 40 Masalah Agama, Jilid III, Cet. 16. Jakarta: Pustaka Tarbiyah.

Ahmad, Muhammad Mutawalli al-Sya’rāwi, Dar Imam al-‘Ashr.

Al-Ghazaly, Imam, 1979 ,Minhãjul ‘Ãbidin (Jalan bagi Ahli Ibadah) diterjemahkan oleh KH. R Abdullah bin Nuh, Bogor: Majlis Ta’alim AL-IHYA’.

Al-Qatthãn, Manna’ Khalil, Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an. 1994, Jakarta: Litera Antar Nusa.

Al-Sya’rôwi Muhammad Mutawalli, 1991, Tafsir al-Sya’rãwi. Kairo: Dar Ikhbar al-Youm.

Chian, Kong, 1998, Tokoh Islam di Mesir Meninggal. Singapore :National Library.

Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, 1993, Ensiklopedia Islam III. Jakarta: Ikhtiar Baru.

Fahmi, Muhammad. 2016. Nalar Kritis Terhadap Konsep Nafsu al-Ghazali. At-Turãs (Jurnal Studi Keislaman), Volume 3, No. 2.

Hawa, Sa’id, 2001, Jalan Ruhani, Cet. IX. Bandung: Mizan.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Istibsyaroh, Hak-hak perempuan Relasi Jender Menurut Tafsir al-Sya’rāwi.

Jauhar, Ahmad al-Marsi Husein, 1990, Muhammad bin Mutawalli al-Sya’rāwi: Ima͂m al-‘Asr, Al-Qãhirah: Handat Misr.

Mahjuddin, 2000 ,Pendidikan Hati. Jakarta: Kalam Mulia.

Mazhahiri, Husain, 2000, Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani. Jakarta: Lentera Basritama.

Mentasi, Riesti Yuni, 2011, Penafsiran al-Sya’rāwi terhadap Ayat-ayat al-Qur’an tentang Wanita Karir. Jakarta: UIN Syarif idayatullah.

Pasya, Hikmatiar. 2017. Studi Metodologi Tafsir Asy-Sya’rawi. Studia Quranika (Jurnal Studi Qur’an), Volume 1, no 2.

Suhrawardi, Syihabuddin Umar, 1998, ‘Awarif al-Ma’arif. Bandung: Pustaka Hidayah.

Sukanto dan A. Dardiri Hasyim, 1995, Nafsiologi: Refleksi Analisis Tentang Diri dan Tingkah Laku Manusia. Surabaya: Risalah Gusti.

Suprayogo, Imam dan Tobroni, 2001, Metodologi Penelitian Sosial-Agama, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Waly, Muhibbudin, 1996, Zikir Nafsu dan Tharikat Maut, Jilid 3. Banda Aceh: Toko Buku Taufiqiyah Sa’adah.

Downloads

Published

2020-05-18