INTERAKSI ANTARA ETNIS TIONGHOA DAN MASYARAKAT LOKAL DENGAN PENDEKATAN MULTIKULTURALISME DI KAMPUNG CINA KOTA BUKITTINGGI

Authors

  • Adlan Sanur Tarihoran Dosen Pemikiran Islam Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, Sumatera Barat

Abstract

Secara konsep, interaksi sosial merupakan hubungan sunnatullah sosial yang dinamis. Terjadinya perkembangan penduduk etnis Tionghoa di Kota Bukittinggi tidak terlepas dari berubahnya peran kota ini menjadi pusat perdagangan. Adanya interaksi antara etnis Tionghoa dan masyarakat lokal (baca rang Kurai) dalam dinamika social dan budaya bisa saja berpotensi membawa kepada konflik social. Sehingga diperlukan satu konsep dengan pendekatan multikulturalisme. Suatu upaya untuk memperkuat masing-masing etnis serta adanya pengakuan terhadap perbedaan. Adanya interaksi dalam bentuk partispasi, identitas maupun sosial. Fokus penelitian ini ingin melihat interaksi yang terjadi antara etnis Tionghoa dengan masyarakat lokal dengan pendekatan multikulturalisme dari sisi tujuan dari Multikulturalisme itu sendiri.

References

Abbas, Afifi Fauzi,2010.Metodologi Penelitian, Jakarta: Adelina
Abdullah, M. Amin, Membangun Karakter Islam dalam Realitas Multikultur Dan Multireligi, Makalah PP, Disampaikan dalam Temu Wirakarya Nasional Pramuka di IAINKendari, Sulawesi Tenggara,20 Mei 2016
Ajeng, Nur’aini, Pengertian Multikulturalisme, Data dikutip dari nurainiajeeng. wordpress.com pada tanggal 20 Agustus 2016
Amrizal (ed), 2007. Pedoman Kerukunan Hidup Umat Beragama Sumatera Barat, Padang: Program Peningkatan Kerukunan Hidup Umat Beragama Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera Barat
Asry, M. Yusuf (ed), 2010.Menelusuri Kearifan Lokal di Bumi Nusantara, Jakarta: Kementerian Agama Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Kehidupan Keagamaan
Daulay, Zainuddin, Implementasi Kebijakan Pengembangan Wawasan Multikultural: Solusi Mengatasi Persoalan Pluralitas Kehidupan Masyarakat dan Bangsa, Jurnal Multikultural dan Multireligius, Volume IV, Nomor 15, Juli-September 2005
Depag RI, 2008.Panduan Penelitian di PTAI, Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Islam
Dirdjosisworo, 1996. Sudjono, Sosiologi Hukum Studi tentang Perubahan Hukum dan Sosial, Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada
Gibb, H.A.R.,1996.Aliran-aliran Modern dalam Islam, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bukittinggi diakses tanggal 25 April 2013
Irham, Aqil, Islam dan Pembauran Sosila: Rekonstruksi Fenomena Multikulturalisme, Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, Vol.1 No.2. Juli-Desember 2015
Machfud, Anas S, 2005.Makalah Metodologi Penelitian, Bukittinggi: P3M STAIN Bukittinggi
Madjid, Nurcholish (ed), 2001.Strategi Membangun Spiritualitas Masyarakat dalam Otonomi Daerah, Jakarta: Nuansa Madani
Miswardi,2014.Pola Interaksi Antar Etnis Tionghoa dan Masyarakat Lokal Di Kampung Cina Bukittinggi, Islam dan Realitas Sosial, Vol. 7, No. 2, Juli-Desember 2014
Moleong, Lexy,1998.Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Notonagoro, 1987.Pancasila Secara Ilmiah Populer, Jakarta: PT. Bina Aksara
Rahman, Addi, Pos-Islamisme “Ilmu” Ekonomi Islam di Era Urban dan Multikulturalime, Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, Vol.1 No.2. Juli-Desember 2015
Shihab, Alwi, 1997.Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama, Bandung: Mizan
Supardi, 2001.Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia
Suparlan, Supardi, Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural, http://geogle.com, diakses 23 Juni 2005
Tarihoran, Adlan Sanur, 2013.Akhlak Amali, Bukittinggi: STAIN
Ubaedillah, A. dan Abdul Rozak, 2006.Demokrasi, Hak Asasi manusia dan Masyarakat Madani, Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah.

Downloads

Published

2017-05-17