INTEGRASIDAN INTERKONEKSI KONSELING REALITAS DAN ISLAM DALAM PENINGKATAN REGULASI-DIRI

Authors

  • Masril Masril Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Sumatera Barat, Indonesia

Abstract

Regulasi-diri (self-regulation) adalah salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap orang dalam mewujudkan tujuan yang lebih tinggi dalam kehidupannya. Banyak orang terkendala untuk mewujudkan cita-citanya karena tidak mampu meregulasi diri. Goleman menempatkan regulasi-diri sebagai salah satu komponen utama kecerdasan emosional.Ada banyak pengertian regulasi-diri yang dikemukakan para ahli. Secara umum regulasi-diri merupakanprosespenetapan tujuandan upaya memperjuangkan tujuan untuk dapat dicapai, termasuk upaya mengatasi rintangan dan tantangan yangmungkindihadapi seseorang pada saat berusahamencapai tujuan tersebut. Secara rinci, regulasi-diri diartikan sebagai daya upaya manusia untukmengelola pikiran, perasaan, dorongan, dan tindakan  dalam perspektif mencapai tujuan yang lebih tinggi. Regulasi-diri bukan hanya upaya pengendalian-diri yang disadari, melainkan juga upaya-upaya tanpa sadar karena sudah menjadi habit otomatis.Regulasi-diri berbeda-bedapada setiap orang. Ada orang yang regulasi-dirinya kuat, tetapi juga ada yang lemah. Namun, sifatnya bisa ditingkatkan. Konseling adalah salah satu upaya untuk meningkatkannya. Salah satu pendekatan konseling yang sesuai untuk peningkatan regulasi-diri adalah Konseling Realitas berbasis Teori Pilihan yang diintegrasikan dengan Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling realitas efektif untuk meningkatkan regulasi-diri siswa, meskipun capaiannya termasuk kategori sedang.

References

Donovan, MS. 2006. Proquest Company, Science Research Summary: Increase Student Learning and Achievement. Michigan: Proquest

Farkhan, M. 2008. Research based Learning. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah

Griffith Institute for Higher Education, 2008. Research-based learning: strategies for successfully linking teaching and research. University of Griffith

Hadi, S. 2005. Pendidikan Matematika Realistik. Banjarmasin: Tulip.

http://www.scimagojr.com

Roach M., Blackmore P., Dempster J., 2000, Supporting High-Level Learning Through Research-Based Methods: interim guideline for course design, TELRI Project-University of Wrwick

Rulli C.I.P. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika, Pembelajaran Berbasis Riset. Penerbit Matematika. Yogyakarta

Savery, J.R. 2006. Overview of Problem Based Learning: Definition and Distinctions. Interdiciplinary Journal of Problem based Learning, 1 (1), 9-20. Indiana: Purdue University

Savin-Baden, M. 2000. Problem based Learning in Higher Education: Untold Stories. Buckingham: Open University Press.

Solomon, G. 2003. Project based Learning: a Primer. Tech-Learning

Suchada Poonpan and Siriphan S. 2001. Indicators of Research-Based Learning Instructional Prosess : A Case Study of Best Practice in a Primary School. Dissertation. Faculty of Education, Chulalongkorn University Phaya Thai. Bangkok. Thailland

Tosey, P., & Mc Donnell, J. 2006. Mapping Enquiry-based Learning: Discourse, Fractals, and a Bowl of Cherries. Learning to Learn trough Supported Enquiry Working Paper . Surrey: University of Surrey.

Universitas Gadjah Mada. 2010. Pedoman Umum Pembelajaran Berbasis Riset; Yogyakarta

Waris, A. 2009. Model Pembelajaran Berbasis Riset di Prodi Fisika ITB. Berita Pembelajaran, 6 (2), hlm. 1-3. Bandung

Published

2017-05-17