DISHARMONISASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL

Authors

  • Zainuddin Zainuddin State Institute for Islamic Studies (IAIN) Batusangkar, West Sumatera Indonesia

Abstract

ÔÇ£Disharmonisasi hukum Islam dan hukum nasionalÔÇØ sebuah topik yang agak mengundang kontroversial di tengah-tengah pemikiran yang berupaya menyatukan umat dalam tema harmonisasi. Tanpa bermaksud untuk memperdalam jurang disharmonisasi tulisan ini akan mencoba mengungkap berbagai fenomena disharmoni yang selama ini dijadikan sebagai pemicu perbedaan dan perpecahan umat. Sesungguhnya apabila fenomena-fenomena tersebut dipahami dan disikapi secara baik akan menjadi sebuah kekuatan terujudnya harmonisasi umat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Ada beberapa persoalan yang membuat disharmonisasi hukum Islam yaitu: 1) Cara pandang seseorang terhadap Islam; 2) Warisan literatur dan warisan leluhur; 3) Konflik┬á segitiga hukum; 4) ketidak seimbangan wawasan hukum; 5) pemikiran anti Islam (Islam phobia).Cara pandang yang sempit terhadap Islam membuat seseorang memperlakukan Islam secara sempit sedangkan cara yang terbuka dan objektif akan membuat seseorang memperlakukan Islam secara luas dan terbuka. Warisan literatur dan warisan leluhur sering membuat dikotomi hukum Islam dengan yang bukan Islam, oleh karenanya warisan literatur dan warisan leluhur perlu dipahami sebagai produk pemikrian di zamannya.┬á Konflik┬á segitiga hukum yang diwariskan penjajah pun sering membuat hukum Islam semakin tersudut, karena itu tidak perlu dipertahankan. Begitu juga ketidakseimbangan wawasan hukum antara sarjana syariÔÇÖah dan sarjana hukum membuat dikotomi semakin nyata, karena itu perlu keseimbangan wawasan hukum Islam dan hukum positif. Sedangkan pemikiran anti Islam (Islam phobia) harus mendapat pencerahan secara utuh. Dengan terjawabnya beberapa persoalan di atas disharmonisasi akan dapat digantikan oleh harmonisasi hukum Islam di Indonesia dalam meujudkan hukum nasional bagi bangsa Indonesia.

References

Chaer, Abdul dan Leoni Agustina. 2003. Psikolinguistik, Kajian Teoritik. Jakarta: PT. Asdi Mahastaya.

Chomsky, Noam. 1999. On Nature, Use and Acquisition of Language. Massacchussett: MIT Press.

Danesi, Marcel and Paul Perron. 1999. Analyzing Culture: An Introduction & Handbook. Indiana: Indiana University Press.

Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa: Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Manusia. Jakarta: Grasindo.

Duranti, Alessandro. 1997. Linguistic Anthropology. Massachussett; Blackwell

Ellis, Rod. 1986. Understanding Second Language Acquisition. New York: Oxford University Press.

Finnegan, Ruth. 1992.Oral Traditions and the Verbal Arts. New York: Rouletdge.

Fukuyama, Francis. 1999. Social Capital and Civil Society. George Mason: The Institute of Public Policy of George Mason University Press.

Foley, John Miles. 1981. Oral Traditional Literature. Ohio: Slavica Publishers Inc.

Gleason, G.B and Ratner, NB. 1998. Psycholinguistics. Second edition. Orlando: Harcourt Brace College.

Gregory, Robert. J. Psychological Testing: History, Principles and Application. Boston: Allyn and Bacon.

Rusyani, Endang. 2008. Pemerolehan Bahasa Indonesia Anak Usia 2,5 Tahun: Study Kasus terhadap Pemerolehan Bahasa Anak usia Dini. Bandung: FIP UPI Bandung

Sanusi, Achmad. 1998. Pendidikan Alternatif: Menyentuh Aras Dasar Persoalan Pendidikan dan Kemasyarakatan. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Schutz, Ricardo and Krashen Stephen. 2006. Stephen Krashen’s Theory of Second Language Acquisition. Miami: Basic Blackwell.

Sibarani, Robert. 2013. Pendekatan Antropolinguistik dalam Menggali Kearifan Lokal Sebagai Identitas Bangsa. Makalah dalam International Conference on Indonesian Studies. FIPB UI Yogyakarta.

Sibarani, Robert. 1992. Hakikat Bahasa. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Siegel, I and Cocking, R. 2000. Cognitive Development from Childhood to Adoloscence: A Construct Perspective. Available in http://fccl.ru/papers/gp002.html.

Wuthnow, Robert. et.al. 2004. Cultural Analysis. Boston: Rouletge & Keagan Paul

Downloads

Published

2017-05-17