IMPLEMENTASI PROGRAM MUSYAWARAH GURU BK (MGBK) SLTP KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Authors

  • Ardimen Ardimen Program Studi BK Jurusan Tarbiyah IAIN Batusangkar

Abstract

Dalam rangka pelaksanaan tugas profesionalnya, pendidik wajib secara berkelanjutan melakukan usaha peningkatan kompetensinya di bidang pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Usaha peningkatan kompetensi pendidik melalui program sertifikasi dengan portofolio maupun pendidikan dan latihan (DIKLAT) belum dapat sepenuhnya menjawab harapan dan tantangan pendidikan. Di sisi lain, forum MGBK seharusnya dijadikan sebagai wadah peningkatan kompetensi guru BK secara maksimal. Atas dasar itu, perlu dilakukan suatu penelitian dalam rangka menghimpun informasi secara komprehensif. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan CSE Model of Evaluation. Tujuannya adalah untuk merumuskan kebijakan dalam rangka pemetaan kajian dan arah program MGBK untuk mengembangkan kompetensi guru BK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umunya anggota MGBK sangat aktif dalam kegiatan MGBK selama ini, kegiatan dan program MGBK disusun secara terencana dan dibahas dalam forum MGBK, namun dalam pelaksanaan program kegiatan belum bekerjasama dengan berbagai pihak terutama kerjasama dengan dinas terkait dan dengan perguruan tinggi, serta instansi lainnya. Kedua, anggota MGBK tebih tertarik dengan informasi dan kajian-kajian terbaru dalam bidang BK yang diberikan oleh tenaga yang berpengalaman. Selama ini dirasakan akses untuk mendapatkan narasumber dari perguruan tinggi sangat terbatas. Keempat, anggota MGBK sebagian besar merasa puas terhadap kegiatan MGBK yang dilakukan selama ini, namun masih ada sebagian kecil (12%) anggota MGBK yang merasa kurang puas terhadap kegiatan MGBK selama ini. dan kelima, di antara kendala-kendala yang dihadapi dalam mengikuti kegiatan MGBK adalah sebagai berikut: (1) sering adanya kegiatan sekolah ketika jadwal MGBK, (2) lokasi kegiatan yang jauh, (3) transportasi yang sulit, (4) harus menggantikan kepala sekolah saat kepala sekolah ada dinas luar, (5) kurangnya persiapan dari pengurus MGBK, (6) materi kurang menarik, (7) kurangnya dukungan kepala sekolah, dan (8) sulit mendatangkan narasumber.

References

Atwi Suparman, Desain Instruksional, Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka, 1997

Bruce Joyce dan Marsha Well. Models of Teaching. (Massachussets: Allyn and Bacon)

David Nunan, Research Methods in Language Learning, (USA: Cambridge University)

Donald L. Kirkpatrick dan James D. Kirkpatrick, Evaluating Traning Program,

(Sanfransisco: Barret-Koehler Publishers, Inc),

Donna M. Johnson, Approaches to Research in Second Language Learning, New York:

Longman Publishing Group, 1992

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006

E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru , Bandung: remaja rosdakarya,

Hafsah, Implementasi Riset Based Learning Dalam Upaya Peningkatan Kualitas

Pembelajaran, (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), Pdf

Jamil Suprihatiningrum, Guru Profesional Pedoman Kinerja, Kualifikasi dan

Kompetensi Guru, Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2014

Jejen Musfah, Peningkatan Koimpetensi Guru Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar

Teori dan Praktek, Jakarta: Kencana, 2012

Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesi Guru, Jakarta:

Rajawali, 2010

Soetjipto, Profesi Keguruan, Jakarta: Rineka Cipta, 2009

Suyanto dan Asep Jihad, Menjadi Guru Profesional startegi Meningkatkan Kualifikasi

dan Kualitas Guru di Era Global, Jakarta: Erlangga, 2013

Tjeerd Plomp, An Introduction to Educational Design Reserach, Prosidding of the

seminar Conducted at The East China Normal University Shanghai,

Netherland:Netzoduk Enschede, 2010

Published

2017-08-22