PERANAN MANAJER SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Authors

  • Muhammad Fazis Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Abstract

Perubahan lembaga pendidikan seperti sekolah/madrasah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perubahan sekolah/madrasah adalah Masyarakat Ekonomi Asean. Masyarakat Ekonomi Asean adalah kesepakatan negara-negara Asean dibidang ekonomi atau pasar tunggal dalam sektor barang dan jasa, keperawatan, dan tenaga kerja. Masyarakat  Ekonomi Asean akan menciptakan lingkungan baru yang akan mempengaruhi proses pembelajaran terutama peserta didik. Peserta didik harus memperoleh infomasi tentang peluang, tantangan serta dampak Masyarakat Ekonomi Asean terhadap kehidupan agar dapat mengetahui, memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Sekolah/madrasah harus menyediakan layanan bimbingan dan konseling yang mampu memberikan informasi tentang lingkungan baru seperti informasi yang berkenaan dengan Masyarakat Ekonomi Asean. Agar pelaksanaan bimbingan dan konseling mampu memberikan layanan informasi tentang Masyarakat Ekonomi Asean peluang, tantangan dan dampaknya  maka perlu peningkatan/perbaikan terhadap palaksanaan bimbingan dan konseling. Perbaikan pelaksanaan bimbingan dan konseling, berarti memperbaiki  komponen-komponen bimbingan dan konseling, antara lain kompetensi guru pembimbing, program bimbingan dan konseling, jenis layanan bimbingan dan konseling, sarana dan prasarana dan peningkatan anggaran bimbingan dan konseling. Kepala sekolah sebagai manajer di sekolah/madrasah mempunyai peranan yang strategis untuk memperbaiki pelaksanaan bimbingan dan konseling kerena kepala sekolah/madrasah mempunyai kewenangan untuk merencanakan, mengoranisasikan, melaksanakan dan mengawasi proses penyelenggaraan pendidikan termasuk bimbingan dan konseling. Kepala sekolah/madrasah dapat melaksanakan perbaikan terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dengan cara merencanakan dan mengorganisasikan kurikulum bimbingan dan konseling di sekolah sama seperti kurikulum matematika, IPA dan IPS namun kurikulum bimbingan dan konseling berisi tujuan dan sasaran untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Materi yang dirancang untuk meningkatkan self esteem, motivasi berprestasi, kemampuan memecahkan masalah, efektivitas hubungan antar pribadi dan perilaku yang bertanggung jawab, disamping itu peningkatan professional guru pembimbing, sarana dan prasarana serta dukungan anggaran yang memadai.

References

Ade Rusliana. 2007. Konsep Dasar Evaluasi Hasil Belajar. Jakarta. Bumi Aksara

Nanang, Hanfiah dan Cucu Suhana. 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung:

Refika Aditama

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2009. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru

Algensindo.

Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.

Jakarta: Bumi Aksara.

Sardiman, A.M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali

Pers.

Setiawati dan Chudari, I.N.. (2007). Bimbingan dan Konseling. Bandung: UPI PRESS

Suparlan. 2006. Guru sebagai Profesi. Yogyakarta: Hikayat

Tohirin, 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah : PT Grafindo Persada. Jakarta.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Warsita,B., (2008) Teknologi Pembelajaran, Landasan dan aplikasinya. Jakarta:

Penerbit Rineka Cipta

Downloads

Published

2017-08-22