PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PENYELUDUPAN ROKOK TANPA CUKAI DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR BERDASARKAN UU NO 39 TAHUN 2007 TENTANG CUKAI

Authors

  • Rizki Hidayat Pascasarjana Universitas Lancang Kuning
  • Ardiansah Ardiansah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning
  • Bagio Kadaryanto Pascasarjana Universitas Lancang Kuning

Abstract

In criminal law there is no known term peace, all cases that enter must be resolved legally by being submitted to court through investigation, prosecution to court, once the case is entered then there is no chance of the case being terminated except for juridical and factual reasons where there is not enough reason to continue. Law enforcement carried out by the Indragiri Hilir Customs and Excise, according to the author, is still controlling and is aimed at reducing the circulation of illegal cigarettes because so far there have been no perpetrators of such acts. the excise crime that is acted on is up to the examination process in court. As for the efforts made to overcome obstacles in implementing law enforcement against the circulation of illegal cigarettes without excise, namely, among others: increasing the number of personnel or employees Adding operational facilities Customs and Excise seeks to maximize every existing operational facility.

References

[1] Adinda Cahya, “Penindakan Cukai Ilegal Pada Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Parepare Perspektif Hukum Islam”, jurnal Al-Amwal: Journal of Islamic Economic Law Vol. 4., No. 1, Maret 2019,
[2] Ali Purwito dan Indriani, (2016), Ekspor, Impor, Sistem Harmonisasi, Nilai Pabean, dan Pajak dalam Kepabeanan, Yogjakarta: Mitra Wacana Media
[3] Barda Nawawi Arief,(2010), Masalah Penegakan Hukum dan Kebijaksanaan Hukum Pidanadalam Penanggulangan Kejahatan, Jakarta: Media Group
[4] Barimbing, RE, (2001), Catur Wangsa Simpul Mewujudkan Supremasi Hukum, Jakarta :Pusat Kajian Informasi
[5] Bisri, Ilhami, (2005), Sistem Hukum Indonesia, Prinsip-prinsip dan Implementasi Hukum Indonesia, Jakarta: Grafindo Persada
[6] Darmaputra Rizal, (2009), Manajemen Perbatasan dan Reformasi Sektor Keamanan, jakarta: IDSPS Press
[7] Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, (1995), Pertumbuhan dan Perkembangan Bea dan Cukai, Jakarta: Bina Ceria
[8] Erdianto, “Makelar Kasus / Mafia Hukum, Modus Operandi dan Faktor Penyebabnya”,Jurnal Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Riau, Edisi I, No. 1, Agustus 2010
[9] Hamdani dan Haikal, M,(2007), Seluk Beluk Perdagangan Ekspor – Impor, Jilid I.Jakarta: Bushindo
[10] Hamdani, & Haikal, (2017), Seluk Beluk Perdagangan Ekspor – Impor (Jilid I).Jakarta: Bushindo
[11] Hiru Muhammad, Penerimaan negara yang berasal dari rokok mencapai 25 persen https://www.republika.co.id/berita/qdm049380/bea-cukai-tembilahan-amankan-16-juta-batang-rokok-ilegal.
[12] Jafar, M, (1995),Pertumbuhan dan Perkembangan Bea dan Cukai Dari Masa Ke Masa,. Seri 2, Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
[13] Jafar, M,( 2015), Kepabeanan Ekspor - Impor. Jakarta: Pro Insan Cendekia
[14] Jimly Asshidiqie,(2009), Menuju Negara Hukum yang Demokrasi, Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer
[15] Peraturan Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Nomor PER-5/BC/2011 Tahun 2011 Tentang Tata Laksana Pemberitahuan Manifes Kedatangan Sarana Pengangkut dan Manifes Keberangkatan Sarana Pengangkut
[16] Peter Mahmud Marzuki, (2011), Penelitian Hukum, Cetakan Ke-11 Jakarta: Kencana
[17] Purwito A dan Indriani, (2015), Ekspor, Impor, Sistem Harmonisasi, Nilai Pabean, dan Pajak Dalam Kepaeanan, Jawa Barat: Mitra Wacana Media,2015
[18] Purwito A dan Indriani, (2015), Ekspor, Impor, Sistem Harmonisasi, Nilai Pabean, dan Pajak Dalam Kepabeanan, Jawa Barat: Mitra Wacana Media
[19] Purwito A dan Indriani, (2015), Ekspor, Impor, Sistem Harmonisasi, Nilai Pabean, dan Pajak Dalam Kepabeanan, Jawa Barat: Mitra Wacana Media
[20] Purwito, A., & Indriani, Ekspor,(2015), Impor, Sistem Harmonisasi, Nilai Pabean, dan Pajak Dalam Kepabeanan. Jawa Barat: Mitra Wacana Media
[21] Siti Kurnia Rahayu, (2010), Perpajakan Indonesia, Konsep & Aspek Formal, Yogyakarta: Graha Ilmu
[22] Soerjono Soekanto, (2012), Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta
[23] Sutarto, Eddhi, (2010), Hukum Pabean Indonesia,Jakarta: Erlangga, 2010
[24] Syafri naldi, Judgment of United States District Court, ”Momarandum And Order”, No. C 09-05665 MHP, N.D.California, Februrary 16, 2011. Jurnal West Law. diakses melalui http://fh.unri.ac.id/index.php/perpustakaan/, pada tanggal 20 Maret 2019 dan diterjemahkan oleh Google Translate
[25] Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana Diubah dengan Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2007
[26] Yudi Wibowo Sukinto,(2015), Tindak Pidana Penyelundupan di Indonesia : Kebijakan Formulasi Sanksi Pidana, Jakarta: Sinar Grafika
[27] Zainuddin Ali, (2009), Sosiologi Hukum, Sinar Grafika, Palu: 2009

Downloads

Published

2022-12-04