RESILIENSI DAN SABAR SEBAGAI RESPON PERTAHANAN PSIKOLOGIS DALAM MENGHADAPI POST TRAUMATIC
Abstract
Berbagai respon pertahanan psiko-logis dilakukan manusia ketika dihadap-kan pada problem kehidupan. Resiliensi dan sabar merupakan sebagian dari sistem pertahanan psikologis manusia. Kepe-milikan ketrampilan resiliensi dan sabar sangat urgenbagi tiap individu untuk menghadapi problem kehidupan, termasuk gangguan kecemasan post traumatik.
Setiap individu pada hakikatnya mempunyai resiliensi dan kesabaran, namun masing-masing individu memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Kualitas resiliensi dan kesabaran bisa dipelajari dan dikembangkan oleh siapa pun yang menginginkan hidupnya berbahagia dan berkualitas.Kontinyuitas dalam mengem-bangkannya adalah ÔÇ£mutlak adanyaÔÇØReferences
Arifin, Anwar (2003). Memahami Paradigma Pendidikan Nasional dalam UU
Sisdiknas, Jakarta : Depag RI.
Alwi, Hasan.,dkk (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Becker, Thomas E. (2003). Increasing Partisipation Means Changing Behaviour: What
Can Be Learn From Behaviour Science? Http://www.humaninterest.org
Nugraha, Ali.(2005). Pengembangan Pembelajaran Sains pada Anak Usia Dini, Jakarta
: Depdiknas, Dikti.
Suryanto, Slamet. (2005). Pembelajaran Untuk Anak TK, Jakarta: Depdiknas, Dikti.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.