GANGGUAN STRES PASCA TRAUMA PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUALDI KALANGAN PELAJAR

Authors

  • HAFIZI ISRO Dosen Universitas PGRI Palembang

Abstract

Korban pelecehan seksual terjadi pada anaka-anak-remaja dikalangan pelajar, menimbulkan ganguan psikologi atau kesehatan mental. Pelecehan seksual umumnya dilakukan oleh orang terdekat, sebagian oleh orang baru dikenal. Korban pelecehan seksual mengalami trauma, merupakan kelompok  Post Traumatik stress Disorder (PTSD), seringkali menunjukan perilaku sosial antara lain ketakutan, kecemasan, amara, menarik diri dan menghindar, kehilangan konsentrasi yang mengganggu kehidupan mereka sehar-hari. Kondisi ini tentu akan menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Untuk membantu siswa mengalami PTSd diduga konselor memberikan konseling komprehenshif dengan menititik beratkan tiga tipe anxiaty management, cognitive therapy dan exsposure therapy, untuk mengembalikan dan mengembangkan struktur kepribadian korban pelecehan seksual sehingga mempunyai kemampuan untuk mengurangi dan melepaskan diri dari trauma secara rasional.

References

Ary Ginanjar Agustian, (2001), Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi

Dan Spiritual, Jakarta : Arga

Clifford T. Morgan, (1961), Intruduction to Psycologi, New York : The Mc. Graw Hill

Book Company

Denis Waitley, (1994),Butir-Butir Kebesaran Jiwa, (Semarang : Dahara Prize

Ekasari, A & Susanti, N. D. (2009). Hubungan Antara Optimisme Dan Penyesuaian

Diri Dengan Stress Pada Narapidana Kasus NAPZA di Lapas Kelas II A Bulak

Kapal Bekasi. Jurnal Soul, Vol. 2, September. Bekasi.

H. Abu Ahmadi, (1991), Psikologi Sosial, Jakarta : Rineka Cipta

H. Oemar Bakry, (t.th), Akhlak Muslim, Bandung : Angkasa

Halgin, R. P.,& Withbourne, S. K. (2010). Psikologi Abnormal : Perspektif Klinis Pada

Gangguan Psikologi. Edisi 6 Jilid 1 (terjemahan). Jakarta : Salemba Humanika.

Imam Ghazali, (t.th), Ihya Ulumuddin, Juz X, (Kairo : Khalb Wahyu Syarakah

John M. Echols dan Hasan Shadilly, Kamus Indonesia Inggris, (Jakarta : Gramedia,

Kertamuda, F., & Herdiyansyah, H. (2009). Pengaruh Strategi Coping Terhadap

Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru. Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 1. Universitas

Paramadina.

Khalid, I. (2011). Pengaruh Self Esteem dan Dukungan Sosial Terhadap Optimisme

Hidup Penderita HIV/AIDS. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah Jakarta.

Khalil al-Musawi, (1998), Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Jakarta : Lentera

Basri Tama

M Quraish Shihab, (1997), Tafsir Al-Qur'an Al-Karim, cet:II Bandung : Pustaka

Hidayah

Ngalim Purwanto, MP (1992)., Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Karya,

Norman Vincent Peale, (1992), Berfikir Positif, Jakarta : Bina Rupa Aksara,

Nurhayati, S.R. 2006. Peningkatan Kemampuan Menggunakan Problem Focused

Coping Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Humanitas :

Inodnesia Psychological Journal Vol.3 No.1 Januari 2006: 18-27.

Safaria, T. (2006). Stres Ditinjau Dari Active Coping, Avoidance Coping dan Negative

Coping Jurnal Humanitas Vol. 3 No. 2. Fakultas Psikologi Universitas Ahmad

Dahlan.

Syaeh Muhammad al-Maraghi, (1987), Tafsir Al-Maraghi Juz xxx (Bandung : Rosda

Syayid Mujtaba Musyayi Kari, (t.th),Psikologi Islam, Bandung : Pustaka Hidayyah

Waruru, F.E. (2006). Korelasi Antara Optimisme dan Prestasi Akademik Siswa SD

Santa Maria Kelas 6 di Cirebon. Jurnal Psikologi Vol 4 No. 1, Juni 2006.

Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta.

Wibowo, S. (2004). Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Motivasi Berprestasi Pada

Mahasiswa Kerja Paruh Waktu. Skripsi (tidak diterbitkan) Universitas Atmajaya.

Jakarta.

WS. Winkel, (1983), Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta : Gramedia

Yenni, D. (2007). Kuliah Sambil Kerja Why Not. Majalah Medan Bisnis 1 Edisi

Desember. Jakarta.

Zakiyah Djarajat, (1990),Kesehatan Mental, Jakarta : Haji Masagung

Halgin, R. P.,& Withbourne, S. K. (2010). Psikologi Abnormal : Perspektif Klinis Pada

Gangguan Psikologi. Edisi 6 Jilid 1 (terjemahan). Jakarta : Salemba Humanika.

Imam Ghazali, (t.th), Ihya Ulumuddin, Juz X, (Kairo : Khalb Wahyu Syarakah

John M. Echols dan Hasan Shadilly, Kamus Indonesia Inggris, (Jakarta : Gramedia,

Kertamuda, F., & Herdiyansyah, H. (2009). Pengaruh Strategi Coping Terhadap

Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru. Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 1. Universitas

Paramadina.

Khalid, I. (2011). Pengaruh Self Esteem dan Dukungan Sosial Terhadap Optimisme

Hidup Penderita HIV/AIDS. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah Jakarta.

Khalil al-Musawi, (1998), Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Jakarta : Lentera

Basri Tama

M Quraish Shihab, (1997), Tafsir Al-Qur'an Al-Karim, cet:II Bandung : Pustaka

Hidayah

Ngalim Purwanto, MP (1992)., Psikologi Pendidikan, Bandung : Remaja Karya,

Norman Vincent Peale, (1992), Berfikir Positif, Jakarta : Bina Rupa Aksara,

Nurhayati, S.R. 2006. Peningkatan Kemampuan Menggunakan Problem Focused

Coping Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Humanitas :

Inodnesia Psychological Journal Vol.3 No.1 Januari 2006: 18-27.

Safaria, T. (2006). Stres Ditinjau Dari Active Coping, Avoidance Coping dan Negative

Coping Jurnal Humanitas Vol. 3 No. 2. Fakultas Psikologi Universitas Ahmad

Dahlan.

Syaeh Muhammad al-Maraghi, (1987), Tafsir Al-Maraghi Juz xxx (Bandung : Rosda

Syayid Mujtaba Musyayi Kari, (t.th),Psikologi Islam, Bandung : Pustaka Hidayyah

Waruru, F.E. (2006). Korelasi Antara Optimisme dan Prestasi Akademik Siswa SD

Santa Maria Kelas 6 di Cirebon. Jurnal Psikologi Vol 4 No. 1, Juni 2006.

Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta.

Wibowo, S. (2004). Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Motivasi Berprestasi Pada

Mahasiswa Kerja Paruh Waktu. Skripsi (tidak diterbitkan) Universitas Atmajaya.

Jakarta.

WS. Winkel, (1983), Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta : Gramedia

Yenni, D. (2007). Kuliah Sambil Kerja Why Not. Majalah Medan Bisnis 1 Edisi

Desember. Jakarta.

Zakiyah Djarajat, (1990),Kesehatan Mental, Jakarta : Haji Masagung

Downloads

Published

2017-08-30