IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB DOKTER TERHADAP ASSESMEN BAGI PENGGUNA NARKOTIKA PADA LEMBAGA REHABILITASI NARKOTIKA DI KOTA PEKANBARU

Authors

  • Esprida Hotma Dame Pascasarjana Universitas Lancang kuning Pekanbaru
  • Hasnati Hasnati Pascasarjana Universitas Lancang kuning Pekanbaru
  • Indra Afrita Pascasarjana Universitas Lancang kuning Pekanbaru

Abstract

Narcotics addicts and victims of narcotics abusers are required to undergo medical rehabilitation in accordance with Article 9 of the Regulation of the Minister of Health Number 2415 Permenkes/Per/XII/2011 concerning Medical Rehabilitation of Addicts, Abusers and Victims of Narcotics Abuse that the medical rehabilitation process includes assessment, preparation of rehabilitation plans, outpatient rehabilitation programs or hospitalization, and post-rehabilitation programs. The assessment process is carried out by the Integrated Assessment Team consisting of the Legal Team and the Doctor Team. The doctor as the person in charge of this Integrated Assessment Team will determine whether a suspect or accused of abusing narcotics is a narcotics dealer or addict and if based on the examination of the Integrated Assessment Team it is decided that he can undergo medical rehabilitation, the suspect or accused of abusing narcotics will be handed over to a rehabilitation institution.

References

Afriyeni, & Susanto, R. (2017). Manajemen Risiko di Bank Syariah. Akademi Keuangan dan Perbankan.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta.

Ikatan Bankir Indonesia, (2014). Memahami Bisnis Syariah, Jakarta: Gramedia Pustaka.

Fadillah, D., Rahmayanti, D., & Syifa, I. F. (2020). Studi Literatur Manajemen dan Risiko Kepatuhan pada Bank Syariah. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen, 17(01), 38–41.

Mardian, S. (2019). Tingkat Kepatuhan Syariah di Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Islam, 3(1), 57–68. https://doi.org/10.35836/jakis.v3i1.41

Novita, D. (2019). PERBANKAN SYARIAH. 3(1), 49–65.

Fasa, M. I. (2016). Manajemen Risiko Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 1, No. 2

Goyal, Krishn A. “Risk Management in Indian Banks: Some Emerging Issues”. The Indian Economic Journal, Vol. 1, No. 1. 2010. 102-109.

Jurnal Iqtisad: Bandung. Sumar in. 2012. Konsep Kelembagaan Bank Syari'ah. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Putra, Robby Yudia. 2020. Pengelolaan Risiko Kepatuhan pada Perbankan Syariah. Jurist-Diction, 3(2): 687.

Republik Indonesia. 2011. Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/2/PBI/2011 Tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum. 1–9. www.bi.go.id

Riduan, Karim. 2004. Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko.

Raharjo Budi Kurniawan, Pemahaman SPI, di akses dari website https:// kurniawanbudi04.wordpress.com /2013 /01/14/pemahaman-spi- sistem-pengendalian intern/, pada tanggal 31/1/2019.

Rawis, G. G., & Sabijono, H. (2018). Ipteks Pengelolaan Risiko Kepatuhan Pada Pt. Bank Sulutgo. Jurnal Ipteks Akuntansi Bagi Masyarakat, 2(02), 270–274. https://doi.org/10.32400/jiam.2.02.2018.21741

Rojali, R., & Noviatuzzahrah, N. (2018). Faktor Risiko Kepatuhan Pengobatan pada Penderita Tb Paru BTA Positif. Jurnal Kesehatan, 9(1), 70. https://doi.org/10.26630/jk.v9i1.754

Rustam Rianto Bambang, (2013). Manajemen

Risiko perbankan syariah di Indonesia,

Jakarta: Salemba Empat.

Waluyo, A. (2016). Kepatuhan Bank Syariah Terhadap Fatwa Dewan Syariah Nasional Pasca Transformasi Ke Dalam Hukum Positif. Inferensi, 10(2), 517. https://doi.org/10.18326/infsl3.v10i2.517-538

Wahyudi, Imam dkk. (2013. ManajemenRisiko Bank Islam. Salemba Empat: Jakarta.

Downloads

Published

2022-12-04