PENGARUH SUBSTITUSI IKAN TUNA (Thunnus sp) TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KIMIA ABON JANTUNG PISANG (Musa acuminate balbisiana colla)
DOI:
https://doi.org/10.31958/js.v9i1.566Keywords:
Abon, tuna, banana heart, chemical quality, organolepticAbstract
The purpose of this research is to know the making of shredded banana flower that has been boild and fried (abon) with an experiment of tuna substitution of  0%, 25%, 50% and 75% from weight of banana flower. The highest yield of 42% was obtained from the making of abon consisting of 25% banana flower and 75% tuna. The best result of organoleptic test result is D treatment (comparison of banana flower and tuna were 25%: 75%) in the likes category. Protein content increases with the increasing number of substitutes of tuna , otherwise the fiber content decreases. Fat content was between 18-20%. The most preferred abon chemical content (abon D) in every 100 g of abon contains 302 calories, 20.6% carbohydrate, 14.0% protein, 18.2% fat, ash content 4.2% and water content 42.9% and fiber 0.92 g. Abon D is made from 25% banana heart and 75% tuna meets SNI abon fish standard, except for the water content is still a bit high that is more than 10% of SNI standards.
References
Anas Yasin, 2007. Modul Penelitian Tindakan Kelas: Bahan Pendidikan dan Latihan Sertifikasi Guru dalam Jabatan, Padang: Panitia Sertifikasi Guru Rayon Universitas Negeri Padang.
Draf Pedoman Umum Pembelajaran Berbasis Riset IAIN Batusangkar, 2016.
Firman, 2008. Ilmu Pengetahuan, Teori dan Penelitian, Batusangkar: Makalah: Disampaikan dalam Semiloka Nasional "Rekonstruksi Pemikiran dalam Rangka Meningkatkan Profesional Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas, di STAIN Batusangkar, 12 Januari 2008.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Sukidin, dkk, 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Pen. Insan Cendekia.
Sukidjo, 2014. Kompetensi Penelitian Tindakan Kelas Guru SMP DIY. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Oktober 2014, Th. XXXIII, No. 3: 368 – 378.
Suko Budiono, 2008. Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas, Batusangkar: Makalah: Disampaikan dalam Semiloka Nasional "Rekonstruksi Pemikiran dalam Rangka Meningkatkan Profesional Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas, di STAIN Batusangkar, 12 Januari 2008
Suwarsih Madya, 1994. Panduan Penelitian Tindakan: Seri Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Z. Mawardi Effendi, 2003. Merumuskan Masalah dalam Penelitian Kuantitatif, Makalah: Disampaikan pada Pelatihan Penelitian Kuantitatif bagi Staf Pengajar STAIN Batusangkar, 26 Mei 2003.
Zulfiani, dkk., 2016. Kajian Penerapan Pendampingan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif Antara Perguruan Tinggi dan Sekolah. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Juni 2016, Th. XXXV, No. 2: 273 – 283.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 widia - dara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
