STUDI MORFOLOGI SERBUK SARI BEBERAPA SPESIES SOLANUM

Authors

  • Moralita Chatri Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA UNP Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang 25131
  • Yesti Yesti Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA UNP Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang 25131

DOI:

https://doi.org/10.31958/js.v4i2.70

Abstract

Pollen is the male genitalia of plants. The pollen morphology can vary within a species and between species, so that it can be used as an identification tool. It also has contribution to other disciplines such as Paleobotany, Paleoecology, Palynology, Aeropalinologi, Medical and determination of  honey quality. This study aims to reveal the pollen morphology of some species of Solanum. The Solanum which was studied were Solanum melongena var. serpentinum (purple and white fruit), Solanum melongena var. esculentum (purple and green fruit), Solanum tuberosum, Solanum torvum and Solanum ferox. The design of research is a descriptive study. The method used was asetolisis with 1% safranin staining in 70% alcohol. The characters pollen morphology observed were: units, polarity, symmetry, size, shape, or form surface ornamentation, number and type of aperture. The results showed the unit of single pollen (monads), with isopolar polarity, radial symmetry and size medium. The length of polar axis (P) ranged from 20 to 32.5, while the length of the equatorial diameter (E) ranged from 20 to 37.7, so the form of Solanum pollen can be classified into classes; Oblate, Suboblate and Oblate spheroidal. Aperture found was 3-4 aperture with the aperture found pore located at the equatorial type. In conclusion, several species of Solanum pollen have similarity in terms of units, polarity, symmetry, size and difference in terms of form and quantity of aperture.

Key words: pollen, solanum, identification

Author Biographies

Moralita Chatri, Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA UNP Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang 25131

Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA UNP

Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang 25131

 


Yesti Yesti, Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA UNP Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang 25131

Laboratorium Botani Jurusan Biologi FMIPA UNP

Jl Prof. Dr. Hamka Air Tawar Barat Padang 25131

References

Cahyadi R. 2009. Uji toksisitas akut ekstrak etanol buah pare (momordica charantia l.) Terhadap larva artemia salina leach dengan metode brine shrimp lethality test (BST). Laporan Akhir Penelitian Karya Tulis Ilmiah. Semarang: Universitas Diponegoro.

Hadi M. 2008. Pembuatan kertas anti rayap ramah lingkungan dengan meman-faatkan ekstrak daun kirinyuh (Eupatorium odoratum). Jurnal Bioma Juni 2008 Vol. 6, No. 2, Hal. 12-18. Dalam http://eprints.undip.ac.id/19-36/1/Bioma_Juni_08_Hadi.pdf. (Diak-ses 4 mei 2011).

Hanafiah KA. 1991. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Hardi TW dan Kurniawan R. 2008. Pe-Ngendalian Rayap Tanah pada Tanaman Kayu Putih dengan Ekstrak Sereh Wangi. Jakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa.

Kartika TD dkk. 2006. Daya petogenitas cendawan cunninghamella sp. Ter-hadap rayap tanah Coptotermes sp.. Laporan Penelitian. UPT Balai Litbang Biomaterial. Lembaga Ilmu Penge-tahuan Indonesia.

Prasetyo KW. 2009. Khitosan pengendali rayap ramah lingkungan. Laporan penelitian LIPI Biomaterial. Dalam http://www.biomaterial.lipi.go.id/?p=140. (Diakses 10 juni 2011).

Prianto AHI, Guswenrivo D, Tarmadi T, Kartika dan Yusuf S. 2006. Sifat anti rayap ekstrak antiaris (Antiaris toxicaria) dan ki pahit (Picrasima javanica) terhadap rayap tanah (Coptotermes Curvignathus Holmgren). Laporan Teknik Akhir Tahun. Jakarta: UPT Balai Penelitian dan Pengemba-ngan Biomaterial LIPI.

Sembiring B dan Sondang. 2009. Teknik penyiapan ekstrak biji tanaman biofarmaka sebagai pestisida nabati. Warta Penelitian dan Pengembangan Volume 15 No.3.

Setiawati R. 2009. Kajian penggunaan daun pepaya, daun belimbing wuluh, daun cente, daun jeruk purut, dan bunga kecombrang sebagai insektisida alami terhadap perkembangan Sitophilus zea-mais motsch dan aplikasinya pada penyimpanan beras. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Susanta G. 2007. Kiat Praktis Mencegah dan Membasmi Rayap. Jakarta: Griya Kreasi.

Tarmadi DA, Prianto H, Guswenrivo I, Yusuf D dan Kartika T. 2006. Pengaruh ekstrak bintaro (Carbera odollam gaertn) dan kecubung (Brugmansia candida pers) terhadap rayap tanah coptotermes sp.. Laporan Teknik Akhir Tahun. UPT Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial. LIPI.

Thamrin M dan Asikin S. -. Alternatif Pengendalian Hama Serangga Sayuran Ramah Lingkungan di Lahan Lebak. Jakarta: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra).

Wilda. 2002. Pengaruh ekstrak daun kecubung (datura metel l.) Terhadap Aedes aegypti l.. Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.

Published

2016-09-22

Issue

Section

Artikel