Peran Nazhir Dalam Perlindungan Harta Wakaf
DOI:
https://doi.org/10.31958/zawa.v1i1.3593Abstract
Nazhir memiliki peran yang besar dalam memberikan perlidungan terhadap harta wakaf. Harta yang tidak dikelola dengan baik, akan menyebabkan harta menjadi musnah atau dapat diambil kembali oleh ahli waris wakif. Nazhir diharuskan melakukan pengadmistrasian harta wakaf agar harta wakaf terlindungi dan dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengengatahui peran nazhir di Kaur Utara dalam melindungi harta wakaf, Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dilakukan analisis data dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian nazhir belum melakukan tugas pengadministrasian, pengembangan dan perlindungan harta wakaf melalui pembuatan akta ikrar wakaf. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pemahaman nazhir akan tugas dan fungsinya dalam mengelola harta wakaf.References
Abd Shomad, 2010, Hukum Islam, Jakarta: Kencana
Abdul Aziz Muhammad Azzam d¬an Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, 2014, Fiqh Munakahat Khitbah, Nikah dan Talak, Jakarta: Amzah (Terjemahan : Abdul Majid Khon)
Abdul Aziz, Islam dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Kordinat Vol. XVI No. 1 April 2017
Abdul Hamid, 1995, Bimbingan Islam untuk Menuju Keluarga Sakinah, Bandung: al- Bayan Mizan
Abdul Manan, 2008, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, Jakarta: Kencana
Abdul Rahman Ghozaly, 2003, Fiqh Munakahat, Jakarta Timur : Prenada Media
Abu Malik Kamal bin As- Sayyid Salim, 2007, Shahih Fikih Sunnah, Jakarta: Pustaka Azzam, Cet. I
Achmad Warson Munawwir, 1997, Al-Munawwir, Yogyakarta: Pustaka Progresif
Adil Samadani, 2013, Kompetensi Pengadilan Agama Terhadap Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga, Yogyakarta: Graha Ilmu
Ahmad al-Khumayini, t.t., al-Ahwal as-Syakhshiyyah, Beirut Lubnan: Dar al-Fikr
Ahmad Azhar Basyir, 2000, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta : UII Press
Ahmad Rofiq, 2013, Hukum Perdata Islam di Indonesia, Edisi Revisi, Jakarta: Raja Grafindi Persada
Ahmad Wardi Muslich, 2004, Pengantar dan Azas Hukum Pidana Islam Fiqh Jinayah, Jakarta: Sinar Grafika, Cet. 1
Ali ibn Aḥmad al-Wahidi, 1992, Asbab al-Nuzul Al-Qur’an, Asam bin Abdul Muhsin (ed), Dimām: Dār al-Islah, cet. Kedua
Ali Yusuf As Subki, 2010, Fiqh Keluarga Pedoman Berkeluarga dalam Islam, Jakarta: Amza
Al-Qurtubi, t.th, Jami' al-Ahkam al-Qur'an, Mesir: Dar al-Kitab al-'Arabi
Asni, Pertimbangan Maslahat dalam Putusan Perceraian Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Pengadilan Agama, Ahkam: Vol. XIV, No. 1, Januari 2014
La Jamaa, dan Hadidjah, 2008, Hukum Islam dan Undang-undang Anti Kekerasan dalam Rumah Tangga, Surabaya: PT. Bina Ilmu
Moerti Hadiati Soeroso, 2010, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Dalam Perspektif Yuridis-Victimlogis), Jakarta : Sinar Grafika
Nasrun Harun, 1997, Ushul Fiqh I, Jakarta : Logos Wacana Ilmu
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Nilda Susilawati, Ita Guspita, Dedy Novriadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Copyright Notice
Authors who publish with Zawa: Management of Zakat and Waqf Journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under?áa Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




