Financial Technology and Sharia Economic Empowerment in Indonesia: A Qualitative Study from a Digital Economy Perspective

Authors

  • Erizal Candra Efendi Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Roni Andespa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Almizan Almizan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.31958/ab.v6i2.16928

Keywords:

Digital Fintech, Islamic Economy, Economic Empowerment, Financial Inclusion, MSMEs

Abstract

This study examines the contribution of digital Sharia fintech to Islamic economic transformation and community economic empowerment in Indonesia. Although Islamic financial literacy and inclusion have improved, access to Sharia-compliant financial services remains lower than conventional finance. This study employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with 15 purposively selected participants, including four Sharia fintech stakeholders, five MSME owners, three regulators, and three platform users in Jakarta, Bandung, and Yogyakarta. Interview data were complemented by official reports and relevant academic literature and analysed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that participants perceived Sharia P2P lending, profit-sharing crowdfunding, and e-waqf as accessible alternatives because they provide faster application procedures, transparent transactions, and financing mechanisms consistent with Sharia principles. MSME participants reported that fintech financing supported working capital and business expansion, while platform users emphasized transparency and Sharia compliance as key sources of trust. However, limited digital literacy, uneven internet infrastructure, insufficient product socialisation, and inadequate post-financing business mentoring remain barriers, particularly in rural areas. The study concludes that digital Sharia fintech can strengthen financial inclusion and community economic empowerment when supported by digital literacy, adaptive regulation, effective business mentoring, and collaboration among government, financial institutions, fintech providers, and local communities

References

Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Perkembangan Fintech di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024. https://www.wip.ojk.go.id

A’yun, I., & Putri, S. D. A. (2022). Peran Digitalisasi dan Informasi Terhadap Kinerja Perbankan Syariah dalam Perspektif Society 5.0 Di Perekonomian di Indonesia. Journal Islamic Banking, 2(1), 1–10.

Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Alwi, M., Sarjan, M., Yusuf, H., & Pahri, P. (2023). Digitalisasi pengelolaan dana zakat dalam pemberdayaan ekonomi umat. J-Alif: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Dan Budaya Islam, 8(2), 118–142.

Ansori, A. (2016). Digitalisasi ekonomi syariah. Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam, 7(1).

Arner, D. W., Barberis, J., & Buckley, R. P. (2016). The Evolution of Fintech: A New Post-Crisis Paradigm? Georgetown Journal of International Law, 47(4), 1271–1319.

Aswirah, A., Arfah, A., & Alam, S. (2024). Perkembangan Dan Dampak Financial Technology Terhadap Inklusi Keuangan Di Indonesia: Studi Literatur. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan, 13(2), 180–186.

Atmajaya, R. S., & Mubarok, M. M. (2022). Digitalisasi Ekonomi Syariah Di Kalangan Kaum Milenial Untuk Pengembangan Ekonomi Syariah. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(12), 4139–4144.

Bank, W. (2022). The Global Findex Database 2021: Financial Inclusion, Digital Payments, and Resilience in the Age of COVID-19. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1897-4

Bisnis.com. (2024). Kontribusi Fintech Urun Dana Syariah Tembus 52% Sepanjang 2024. https://finansial.bisnis.com

Ceasario, A. F., & Nisa, F. L. (2024). Transformasi Keuangan Digital dalam Perspektif Ekonomi Syariah: Peluang, Tantangan, dan Dampak Terhadap Inklusi Keuangan. 3 (1), 102–114.

Creswell, J. W. (2014). Research desing: qualitative, quantitative and mixed methods approaches (Vol. 54). United State of America: Sage Publications.

Fahlefi, R. (2021). Inklusi keuangan syariah melalui inovasi fintech di sektor filantropi.

Fauzi, A. (2019). Peran Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung. Jurnal Istiqro, 5(1), 36–52.

Hakim, A. S., & Nisa, F. L. (2024). Pengembangan ekonomi syariah: Tantangan dan peluang di era digital. Jurnal Rumpun Manajemen Dan Ekonomi, 1(3), 143–156.

Harahap, S. (2024). Peran Ekonomi Syariah Dan Ekonomi Kreatif Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi. Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Keislaman, 12(2), 217–238.

Hidayat, A. (2022). Pemanfaatan Aplikasi Digital Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan: Tantangan dan Peluang. Al-Iqtishad: Journal of Islamic Economics, 4(1), 45-60.

Hidayat, D., Akbar, M. A., Kelana, M. R., & Ghazy, A. (2024). Manfaat FinTech Syariah Sebagai Pendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Digital, 2(2), 1145–1154.

Hudaefi, F. A., & Beik, I. S. (2020). Digital Zakat Campaign in Time of Covid-19 Pandemic in Indonesia: A Netnographic Study. Journal of Islamic Marketing, 12(3), 498–517. https://doi.org/10.1108/JIMA-09-2020-0299

Indriana, I., Satila, H. T., Alwi, B. D., & Fikri, M. (2022). Fintech equity crowdfunding syariah sebagai solusi akses permodalan UMKM. BISNIS: Jurnal Bisnis Dan Manajemen Islam, 10(1), 1–32.

Kontan.co.id. (2025). Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Syariah Anjlok Jadi Rp840 Miliar per Juni 2025. https://keuangan.kontan.co.id/news/penyaluran-pinjaman-fintech-lending-syariah-anjlok-jadi-rp-840-miliar-per-juni-2025

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode penelitian kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Miles, M. B., & Matthew, A. (2014). Michael Huberman and Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif/Lexy J. Moleong.

Mutmainnah, M., & Yuwana, S. I. P. (2024). Strategi Ekonomi Syariah dalam Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam (JEBI), 4(1), 1–12.

Nabila, S., & Fasa, M. I. (2025). Pengaruh Transformasi Digital Terhadap Minat Generasi Z Dalam Menggunakan Produk Perbankan Syariah Di Provinsi Lampung. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(4), 6930–6937.

Niam, M. F., Rumahlewang, E., Umiyati, H., Dewi, N. P. S., Atiningsih, S., Haryati, T., Magfiroh, I. S., Anggraini, R. I., Mamengko, R. P., & Fathin, S. (2024). Metode penelitian kualitatif.

Norrahman, R. A. (2023). Peran Fintech Dalam Transformasi Sektor Keuangan Syariah. JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi, 1(2), 101–126. https://doi.org/10.62421/jibema.v1i2.11

Nusaibah, U. (2023). Digitalisasi Ekonomi Syariah Di Kalangan Generasi Z Untuk Peningkatan Literasi Keuangan Syariah (Studi Kasus Mbanking BSI). Musyarakah: Journal of Sharia Economic (MJSE), 12(1), 12–22.

Pratama, D. (2021). Financial Technology dan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 10(3), 210–225.

Pratama, M. A. Y. (2025). Digitalisasi Wakaf Uang di Indonesia: Potensi, Tantangan, dan Studi Kasus Platform Digital. Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 7(1), 41–53.

Rahadiyan, I. (2021). Pengaturan Financial Technology Peer to Peer Lending Di Indonesia (Tantangan Dan Harapan Pengaturan Pada Masa Mendatang).

Rahmawati, S. (2022). Analisis Literasi Keuangan Syariah terhadap Inklusi Keuangan di Indonesia. Journal of Sharia Economics Research, 5(1), 33–47.

Rolando, B. (2024). Pengaruh fintech terhadap inklusi keuangan: Tinjauan sistematis. Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 4(2), 50–63.

Sari, I. N., Lestari, L. P., Kusuma, D. W., Mafulah, S., Brata, D. P. N., Iffah, J. D. N., Widiatsih, A., Utomo, E. S., Maghfur, I., & Sofiyana, M. S. (2022). Metode penelitian kualitatif. Unisma Press.

Saripudin, S., Nadya, P. S., & Iqbal, M. (2021). Upaya fintech syariah mendorong akselerasi pertumbuhan UMKM di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 41–50.

Setiani, D. D., Nivanty, H., Lutfiah, W., & Rahmawati, L. (2020). Fintech syariah: manfaat dan problematika penerapan pada UMKM. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 5(1).

Sitompul, M. G. (2018). Urgensi legalitas financial technology (Fintech): Peer to peer (P2p) lending Di Indonesia. Jurnal Yuridis Unaja, 1(2), 68–79.

Syahrani, T., & Pradesa, E. (2023). Peran literasi keuangan dan inklusi keuangan dalam meningkatkan penggunaan financial technology pada UMKM. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS), 4(3), 1003–1010.

Tripalupi, R. I. (2019). Equity Crowdfunding Syari’ah Dan Potensinya Sebagai Instrumen Keuangan Syari’ah Di Indonesia. ADLIYA: Jurnal Hukum Dan Kemanusiaan, 13(2), 229–246.

Yahya, A., Affandy, A., & Narimawati, U. (2020). Pengembangan UMKM Melalui Pemanfaatan Model Layanan Fintech Syariah Ammana. id. @ Is The Best: Accounting Information Systems and Information Technology Business Enterprise, 5(2), 106–120

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Efendi, E. C., Andespa, R., & Almizan, A. (2026). Financial Technology and Sharia Economic Empowerment in Indonesia: A Qualitative Study from a Digital Economy Perspective. Al-Bank: Journal of Islamic Banking and Finance, 6(2), 131–145. https://doi.org/10.31958/ab.v6i2.16928