Strategi Komunikasi DaÔÇÖi dalam Berdakwah di Masjid Miftahul Jannah Nagari Koto Padang Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya
DOI:
https://doi.org/10.31958/istinarah.v1i2.1779Keywords:
Strategi, Komunikasi, DaÔÇÖi, Dakwah, MasjidAbstract
Pokok Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana strategi komunikasi DaÔÇÖi dalam berdakwah di masjid Miftahul Jannah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi┬á yang digunakan DaÔÇÖi dalam berdakwah di masjid Miftahul Jannah Kenagarian Koto padang kecamatan koto baru kabupaten dharmasraya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan latar masjid Miftahul Jannah kenagarian Koto Padang kecamatan Koto Baru kabupaten Dharmasraya. pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara secara mendalam dan semi terstruktur untuk mendapatkan hasil serta informasi lengkap sesuai yang di butuhkan oleh peneliti. teknik analisis data menggunakan analisis Miles dan Hubberman Dalam menjamin keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi atau secara sederhana dikenal dengan metode cross check.
Hasil penelitian ini menemukan (1) bahwa DaÔÇÖi dalam berdakwah di masjid Miftahul Jannah yaitu dengan perkataan yang mudah dimengerti dan dapat dipahami oleh madÔÇÖu. (2) bahwa strategi DaÔÇÖi dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta memilih kata yang membuat hati senang. (3) bahwa DaÔÇÖi dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan perkataan yang lemah lembut, tidak emosional serta tidak menggunakan intonasi suara yang keras. (4) strategi qawlan maysura yang digunakan DaÔÇÖi dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan perkataan yang sederhana dan bahasa yang ringan. (5) strategi komunikasi maÔÇÖrufan yang digunakan DaÔÇÖi dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan materi ceramah yang bermanfaat serta perkataan yang dapat menyejukan hati dan mencerahkan pemikiran. (6) strategi komunikasi qawlan saddidan yang digunakan DaÔÇÖi dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan perkataan yang benar dan perkataan yang lurus serta perkataan yang dapat dipertanggung jawabkan.
References
Abdurrahman. (2014). Kurikulum Berbasis Kompetensi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KBK-KKNI) (Model rekonstruksi Madin). Ta’allum, 2(1), 1–16.
Adesoji, F. A. (2018). Bloom Taxonomy Of Educational Objectives And The Modification Of Cognitive Levels. Advances in Social Sciences Research Journal, 5(5), 292–297.
B.R. Hergenhahn, M. H. O. (2008). Theories of Learning Edisi Ketujuh. Jakarta: Kencana.
Conole, G. (2016). MOOCs as disruptive technologies: strategies for enhancing the learner experience and quality of MOOCs. RED-Revista de Educación a Distancia., 50(2), 1–18.
Creswell, J. (2015). Riset Pendidikan: Perencanaan, Pelaksanaan, dan evaluasi Riset Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darmalaksana, W. (2017). Permohonan Hak Cipta Atas Kekayaan Intelektual Berbasis Elektronik. Jurnal Riset Dan Inovasi, 1(1), 1–16.
David A. Sousa. (2012). Bagaimana Otak Belajar Edisi Keempat. Jakarta: Indeks.
DePorter, Bobbi & Mike Hernacki. (2000). Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, trj. Alwiyah Abdurrahman, Cet. VII. Bandung: Kaifa.
Donald Olding Hebb. (2012). Teori Neurofisiologis Dominan. In B.R. Hergenhahn dan Matthew H. Olson (Ed.), Theories of Learning, Trj. Triwibowo B.S., Edisi Ketujuh, Cetakan IV. Jakarta: Kencana.
Dubas, J. M., & Toledo, S. A. (2016). International Review of Economics Education Taking higher order thinking seriously : Using Marzano ’ s taxonomy in the economics classroom. International Review of Economics Education, 21, 12–20.
Edelenbosch, R., Kupper, F., Krabbendam, L., & Broerse, J. E. W. (2015). Brain-based learning and educational neuroscience: Boundary work. Mind, Brain, and Education, 9(1), 40–49. Ezenwoke, A., Aigbefo, O., Sarkis, A., & Odukoya, J. (2018). A Preference-Based Grade Recommender Towards The Attainment of A Target Grade Point Average (GPA). Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 96(13), 4170–4179.
Fahmi, M. (2014). Pendidikan Islam Perspektif Fazlur Rahman. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 274–298.
Fischer, K. W. (2009). Mind , Brain , and Education : Building a Scientifi c Groundwork for Learning and Teaching 1. Mind, Brain and Education.
Gunawan, Adi W. (2003). Genius Learning Strategy, Petunjuk Praktis Menerapkan Accelerated Learning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hardiman, M., Rinne, L., Gregory, E., & Yarmolinskaya, J. (2012). Neuroethics, neuroeducation, and classroom teaching: Where the brain sciences meet pedagogy. Neuroethics, 5(2), 135–143.
Hook, C. J., & Farah, M. J. (2013). Neuroscience for educators: What are they seeking, and what are they finding? Neuroethics, 6(2), 331–341.
Ikrar, T. (2016). Ilmu Neurosains Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ira Miranti, Mayang Pipit, L. O. H. P. (2015). Evaluasi Dan Pengembangan English Phonology Mata Kuliah Wajib Di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Indraprasta PGRI. Deiksis, 7(1), 23–42.
ITB, T. T. I. salman. (2014). Tafsir Salman: Tafsir Ilmiah Juz’amma. Bandung: Mizan dan YPM Salman ITB.
Jono, A. A. (2016). Studi Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Ingris di LPTK Se-Kota Bengkulu. Manhaj, 4(1), 57–68.
Kasali, R. (2017). Disruption: Tak Ada yang Tak Bisa Diubah Sebelum Dihadapi, Motivasi Saja Tidak Cukup. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Khotimah. (2014). Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Pendidikan Islam. Jurnal Ushuluddin, 21(2), 239–253.
Lemley, M. A. (2015). Faith-Based Intellectual Property. Ucla Law Review, 62(4), 1328–1346.
Michael, D. (2018). Educational Reforms , Incentive Schemes , and Their Impact on Academic Achievement. Universitat Konstanz.
Misbahul Munir, Fitriyah, M. S. (2014). Model Pengembangan Kurikulum Manajemen: Studi Pada Kurikulum Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Singapore Institute Of Management (Sim, Singapore), dan School Of Management (Som Pada Universiti.
Morsy, M. H., Al-qahtani, J. M., & Alayed, M. S. (2015). Credit Hours Policy - Is It Working for Hybrid Problem-Based Learning Curriculum : An Experience of Najran School of Medicine KSA Credit Hours Policy – Is It Working for Hybrid Problem-Based Learning Curriculum: An Experience of Najran School of Medicine. Journal of Research in Medical Education & Ethics, 5(2), 129–133.
Najib, Aan. (2015). Pembaharuan Pendidikan Islam Konsep Pendidikan Tinggi Islam Menurut Pemikiran Fazlur Rahman. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 111–126.
Nurdin, R. N. (2019). SIM (Sistem Informasi Manajemen) Kurikulum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis CMS Wordpress. Jurnal Ta’dib, 22(1), 1–12.
Nyayu Khodijah, Febriyanti Saiful Annur, N. H. (2014). Ketepatan Penyusunan Kurikulum Prodi MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Dikaitkan dengan KKNI, SN-DIKTI, dan Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Tahun 2014. Journal of Islamic Education Management, 2(1), 80–100.
Oey-Gardiner, M., Rahayu, S. I., Abdullah, M. A., Effendi, S., Darma, Y., Dartanto, T., & Aruan, C. D. (217AD). Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi Indonesia.
Ozcan, D., & Genc, Z. (2016). Pedagogical Formation Education via Distance Education. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 12(2), 347–360.
Pasiak, T. (2009). Unlimited Potency of the Brain: Kenali dan Manfaatkan Sepenuhnya Potensi Otak Anda yang Tak Terbatas. Bandung: Mizan Bandung.
___. (2012). Tuhan Dalam Otak Manusia: Mewujudkan Kesehatan Spiritual Berdasarkan Neurosains. Bandung: Mizan.
___. (2008). Revolusi IQ/EQ/SQ : Menyingkap Rahasia Kecerdasan Berdasarkan Al-Quran dan Neurosains Mutakhir. Bandung: Mizan Bandung. Retrieved from.
Penyusun, T. (2014). Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi. Jakarta: Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Perumus, T. (2018). Panduan Pengembangan Kurikulum PTKI Mengacu pada KKNI dan SN-Dikti. Jakarta: Direktorat Pendidikan TinggiKeagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Polat, M. (2017). Tasawwuf-oriented Educational Philosophy and its Relevance to the Formation of Religion and Ethics Course Curriculum. Universal Journal of Educational Research, 5(5), 806–814.
Putra, Aditya A. S., J., (2017). Upaya Strategis Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP UNS Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Jurnal “Tata Arta” UNS, 3(1), 81–95.
Reporter Republika.co.id. (2018). 120 Pengajuan Prodi Baru Tengah Diproses. Jakarta.
Rich, Barbara (ed). (2009). Neuroeducation: Learning, Arts, And The Brain. New York/ Washington, D.C.: Johns Hopkins University Summit.
Robert Sylwester. (2012). Memahami Perkembangan & Cara Kerja Otak Anak-anak. Jakarta: Indeks. Retrieved from Memahami-Perkembangan-%26-Cara-Kerja-Otak-Anak-anak.html
Romiszowski, A. J. (2016). Designing Instructional System: Decision Making in Course Planning and Curriculum Design. London and New York: Routledge Taylor & Francis Group.
Shaidullina, A. R., Evsyukova, N. Y., Mikhailov, V. A., Masalimova, A. R., Khairullina, E. R., & Galimzyanova, I. I. (2015). The Curriculum Project on Professional and Pedagogical Teachers ’ Communication Culture Formation. Mediterranean Journal of Social Sciences MCSER Publishing, Rome-Italy, 6(2), 202–208.
Shihab, M. Q. (2006). Rasionalitas Al-Qur’an. Bandung: Mizan.
Shihab, M. Q. (2012). Wawsan Al-Qur’an: Tafsir Tematik Atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.
Siahaan, D., & Yuhana, U. L. (2015). Automatic Indonesia’ Questions Classification Based On’s Taxonomy Using Natural Language Processing. In International Conference on Information Technology Systems and Innovation (ICITSI) (pp. 1–9). Bandung – Bali.
Sigman, M., Peña, M., Goldin, A. P., & Ribeiro, S. (2014). Neuroscience and education: Prime time to build the bridge. Nature Neuroscience, 17(4), 497–502.
Soleh, K. (2013). Filsafat Islam Dari Klasik Sampai Kontemporer. Malang: UIN Maliki.
Solikhah, I. (2015). KKNI Dalam Kurikulum Berbasis Learning Outcomes. Lingua, 12(1), 1–22.
Susilo. (2015). Curriculum of EFL Teacher Education and Indonesian Qualification Framework : A Blip of the Future Direction. Dinamika Ilmu, 15(1), 11–24.
Sutrisno dan Suyadi. (2015). Desain Kurikulum Pendidikan Tinggi Mengacu KKNI. Bandung: Rosda Karya.
Suyadi. (2015). Dasar-Dasar Pemikiran Menuju Ilmu Neurosains Pendidikan Islam (Optimalisasi Potensi Otak Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini). Pascasarjana, Yogyakarta.
Syafrinaldi. (2012). Beberapa Masalah Hukum Seputar Hak Milik Intelektual. Jurnal RAT (Vol.1.No.2., 1(2), 189–192.
Tim Penyusun. (2017). Kurikulum Pendidikan Tinggi Mengacu KKNI dan SN-DIKTI Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Yogyakarta: UAD Press.
Trevarthen, Colwyn J. D.-B. (2017). Intersubjectivity in the Imagination and Feelings of the Infant: Implications for Education in the Early Years.
Wahab, M. A. (2016). Standarisasi Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Negeri. ArabiyâT : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 3(1), 32–51.
Widodo, J. (2018). Jokowi Minta Perguruan Tinggi Hapus Fakultas yang Sudah Usang. Kompas.Com, p. 7.
Yunus, F. (2017). Changing Curriculum Practice in Early Childhood Education Setting : An Action Research to Enhance Authentic Assessment, 4(11), 48–61.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 ranjes -, Ardimen -

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with?áIstinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya?áagree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License?á(CC BY-NC 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).
