Iklim Komunikasi Organisasi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok

Authors

  • Feri Ilham Dani Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Ali Nupiah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Refika Mastanora Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/istinarah.v4i2.8115

Keywords:

Iklim Komunikasi Organisasi, KUA

Abstract

This study aims to determine the organizational communication climate in the office of religious affairs (KUA) Hiliran Gumanti District, Solok Regency. The type of research that the author does is descriptive research, where the research method describes the characteristics of the phenomenon being studied. Data processing was carried out in a qualitative descriptive manner. Based on the results of the research that the author examined, the Organizational Communication Climate in the Office of Religious Affairs (KUA) of Hiliran Gumanti District by using the theory of Organizational Climate Dimensions in which the Communication Climate of the KUA of Hiliran Gumanti District includes trust, openness and candor, and upward communication flow, and internal dimensions. the formation of an organizational climate includes responsibility, quality standards of work, rewards or rewards, brotherhood and team spirit at work. While the factors that affect the organizational climate in KUA Hiliran Gumanti sub-district include leadership style, employee cultural behavior, and external factors that support work.

References

Ambarudin, R. Ibnu. (2016). Pendidikan Multikultural Untuk Membangun Bangsa Yang Nasionalis Religius. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan 13(1)

Asyhari, A., & Hartati, R. (2015). Implementasi Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Cahaya dan Optika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(1), 37–49.

Arifin, Tatang M. 2012. Implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Konstekstual Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi.

Ainul Yakin, M. 2005. Pendidikan Multicultural, Cross-cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.

Banks, J. (1993). Multicultural Education: Historical Development, Dimension, and Practice. Review of Research in Education.

Hanum, Farida. 2009. Pendidikan Multikukltural Sebagai Sarana Membentuk Karakter Bangsa (Dalam Prespektif Sosiologi Pendidikan).Yogyakarta: Seminar Regional DIY-Jateng.

Kartadinata, S. 2013. Mencari Bentuk Pendidikan Karakter Bangsa. Makalah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. http://file.upi.edu/direktori/fip/jur._psikologi_pend_dan_bimbingan/195 0032119 74121-sunarya_kartadinata/mencari_ bentuk pendidikan_karakter_bangsa.pdf. Akses: 29 Agustus 2013; 07:18 AM

Kemendiknas. 2011. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Jakarta.

Nashikhah, M. (2016). Peranan Soft Skill dalam Menumbuhkan Karakter Anak TPA. Tadris: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 1(1), 33–39.

Wuryanano. (2011). Mengapa Doa Saya Selalu Dikabulkan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Syafi’I, A. (2011). Dasar-Dasar Pembelajaran Bahasa Indonesia. Malang: UM PRESS.

Salim, H. 2013. PENDIDIKAN KARAKTER: Konsepsi dan Implementasi Secara Terpadu Di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sudarminta, J. (2011). Pendidikan multikultural : pengertian, sejarah, tujuan, persoalan pokok dan relevansinya untuk Indonesia. Materi Kuliah Epistemologi Kultural Program Doktor Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Tilaar, H.A.R. 2004. Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa DepanDalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.

Zed, M. (2003). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Published

2022-12-31