AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI KEUANGAN DI YAYASAN PENDIDIKAN DAN DAKWAH ISLAM WIHDATUL UMMAH QURRATA AÔÇÖYUN BATUSANGKAR

Authors

  • Diatul Fajri IAIN Batusangkar
  • Rizal Rizal IAIN Batusangkar
  • Nofrivul Nofrivul IAIN Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/jaksya.v1i1.2733

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami implementasi dari prinsip akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Wihdatul Ummah Qurrata AÔÇÖyun (YPDI-WU-QA) Batusangkar serta pandangan Stakeholders terhadap penggelolaan (YPDI-WU-QA) Batusangkar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Wihdatul Ummah Qurrata AÔÇÖyun Batusangkar telah melaksanakan akuntabilitas dalam pengelolaan dana sesuai dengan indikator yang dikembangkan, baik akuntabilitas hukum dan kejujuran, akuntabilitas manajerial, akuntabilitas program, akuntabilitas kebijakan, dan akuntabilitas finansial. Transparansi yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Wihdatul Ummah Qurrata AÔÇÖyun Batusangkar belum sepenuhnya menerapkan prinsip transparansi. Saat ini, dari 6 (enam) indikator prinsip transparansi terdapat 3 (tiga) indikator prinsip transparansi yang belum dilaksanakan sepenuhnya oleh Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Wihdatul Ummah Qurrata AÔÇÖyun Batusangkar yaitu laporan keuangan yayasan belum pernah dipublikasikan melalui media masa. Belum ada laporan berkala mengenai pendayagunaan sumber daya yang dapat diakses oleh umum. Serta belum mempunyai website sendiri. Stakeholders percaya bahwa pengurus yang ada di yayasan cukup baik dalam penggelolaan yayasan serta Stakeholders percaya memberikan sumbangan dan dana wakaf kepada Yayasan Wihdatul Ummah Qurrata AÔÇÖyun Batusangkar karena profil pengurus yayasan yang kredibel atau taat melaksanakan perintah Agama Islam.

References

Darmadi, Hamid. 2014. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung : Alfabeta.

Depdiknas, (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.

Desmita. (2007). Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Dwi Widyasari, Ni Made, dkk. 2015. Analisis Kesulitan-kesulitan Belajar Matematika Peserta didik Kelas IV dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Piloting Se- Kabupaten Gianyar. e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 3 (1). Fadlillah, M. 2014. Implementasi Kurikulum 2013. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Febri Anzar, Safni dan Mardhatillah. 2018. Analisis Kesulitan Belajar Peserta didik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SD Negeri 20 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat Tahun Ajaran 2015/2016. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Hasan Arifin, Muhammad. Analisis Kesesuaian Buku Peserta didik Kurikulum 2013 dengan Soal Evaluasi Pembelajaran Penilaian Akhir Semester Gasal Kelas 1 Tahun 2018. Jurnal Pendidikan 2019.

Ghullam Hamdu, Lisa Agustina. Pengaruh Motivasi Belajar Peserta didik Terhadap Pestasi Belajar IPADi Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan 81 Vol. 12 No. 1, April 2011.

Imam Machali. Kebijakan Perubahan Kurikulum 2013 dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045. Jurnal Pendidikan Islam. 2014.

Irham, Muhammad dan Novan Ardi Wiyani. 2014. Psikologi Pendidikan. Jogjakarta: Ar- Ruz Media.

Khasanah, dkk. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Model Kurikulum 2013 Di SD Muhammadiyah Yogyakarta. e-ISSN: 2540-8348.p-ISSN: 2088-3390

Kharizmi, Muhammad. 2015. Kesulitan Belajar Peserta didik Sekolah Dasar dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi. Jupendas, ISSN 2355-3652. Vol.2 (2).

Muhamad Surya. (2004).Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quraisyi.

Janurti, Ni Kt., dkk. Analisis Kesulitan Belajar dalam PembelajaranMembaca Cepat Peserta didik Kelas V SD Gugus VI Kecamatan Abang. e-Journal PGSD Universitas Pendidikan GaneshaJurusan PGSD Vol: 4 No: 1 Tahun: 2016

Kumara, A. (2014). Kesulitan berbahasa pada peserta didik: deteksi dini dan penaganannya. Yogyakarta: Kanisius.

Nini Subini, Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Peserta didik. (Jakarta : PT. Buku Kita, 2011).

Nugraha, Muhammad Lutfi. Analisis Kesulitan Belajar Matematika terhadap Peserta didik Keluarga “Broken Home” Di SMA Uswatun Hasanah Jakarta Timur . Jurnal SAP Vol. 3 No.3 April 2019. Program Studi Informatika, Universitas Indraprasta PGRI.

Andran, C. (2014). Sistem Pendidikan. Retrieved February 4, 2019, from https://www.kompasiana.com/andreancan/54f76a90a33311b0368b47ea/sistempendidikan

Aoun, J. (2018). Robot-proof : higher education in the age of artificial intelligence. https://doi.org/10.1080/02607476.2018.1500792

Intan, A. (2018). Proses Pembelajaran Digital dalam Era Revolusi Industri 4.0. Retrieved from http://belmawa.ristekdikti.go.id/wp content/uploads/2018/08/Panduan-Program-SAPDARevolusi-Industri-4.0.pdf

Yahya, M. (2018). Era Industri 4.0: Tantangan Dan Peluang Perkembangan Pendidikan Kejuruan Indonesia. Makasar.

Indonesia, R. (2003). Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Saragih, A. H. (2008). Kompetensi minimal seorang guru dalam mengajar. Jurnal Tabularasa, 5(1), 23-34.

Suryani, Y. E. (2010). Kesulitan belajar. Magistra, 22(73), 33.

Downloads

Published

2021-02-28