Analisis Manfaat Ekonomis Surau Dagang Bagi Saudagar Tradisional Minangkabau Dalam Perspektif Ekonomi

Authors

  • Lara Aziza Putri Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Rizal Fahlefi Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangka
  • Reza Akmal Dokuz Eylul University, Turkey
  • Miftahul Zikri Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangka

DOI:

https://doi.org/10.31958/imara.v9i1.14753

Keywords:

Manfaat ekonomis, surau dagang, perspektif ekonomi

Abstract

Background. Surau dagang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi saudagar tradisional Minangkabau. Selain berfungsi sebagai tempat persinggahan, surau dagang juga menjadi pusat pertukaran informasi, mediasi hubungan bisnis antar saudagar, serta wahana edukasi informal tentang strategi perdagangan. Peran multifungsi ini menjadikan surau dagang sebagai institusi sosial-budaya yang tidak hanya memperkuat kehidupan religius, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi lokal.

Method. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian dipilih secara purposif di Surau Dagang Sungai Pua, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Informan penelitian terdiri dari pengelola surau dan tokoh adat setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik, yang meliputi proses reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara induktif.

Results. Penelitian ini menemukan bahwa surau dagang masih aktif berfungsi sebagai tempat singgah, terutama bagi saudagar yang berdagang ke Pasar Batusangkar dan wilayah sekitarnya. Surau ini tidak hanya menyediakan fasilitas tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring dagang, berbagi informasi harga pasar, hingga membicarakan strategi distribusi barang antar daerah. Para saudagar menyebut keberadaan surau ini sebagai bagian penting dari "ekonomi silaturahmi" yang memperkuat kepercayaan dan loyalitas dalam jaringan perdagangan Minang.

Conclusion. Temuan ini menunjukkan bahwa surau dagang berperan sebagai simpul terhadap teori ekonomi komunitas yang berbasis nilai-nilai budaya dan religius. Implikasi dari penelitian ini membuka peluang untuk mengembangkan kembali fungsi surau dagang sebagai model kelembagaan sosial dalam pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggali potensi replikasi model ini dalam konteks komunitas tradisional lain guna menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.

References

Alfian Lains, (1992) Perubahan Sosial Masyarakat Minangkabau dilihat dari
Sudut Ekonomi, Padang: Pusat Studi Pembangunan danPerubahan Sosial Budaya Universitas Andalas Padang
Astuti, D. (2021). Kesadaran Masyarakat Desa Tanjung Aur 1 Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan Terhadap Zakat Pertanian Padi. 54. http://repository.iainbengkulu.ac.id /id/eprint/5528%0Ahttp://repository.iainbengkulu.ac.id/5528/1/DEWI A pdf.pdf
Effendi, Y. (2018). Revitalisasi Peran Sosial Surau Dagang Dalam Pembentukkan Karakter Masyarakat Pasar Tradisional Di Padang Pariaman. Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 4(1), 48. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v4i1.508
Furqan, M. (2019). Surau Dan Pesantren Sebagai Lembaga Pengembang Masyarakat Islam Di Indonesia (Kajian Perspektif Historis). Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 5(1), 1. https://doi.org/ 10.22373/al-ijtimaiyyah.v5i1.5132
Hutomo,M.Y.(2000).Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang EkonomiYogyakarta:Adiyana Press
Irman, I., Murisal, M., Syafwar, F., Silvianetri, S., Zubaidah, Z., & Yeni, P. (2020). Membangun Kesadaran Spritual melalui Konseling Berbasis Surau dalam Pengembangan Pariwisata. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(1), 51. https://doi.org/ 10.29240/jbk.v4i1.1421
Iswadi, I., & Fadri, Z. (2021). Model Pemberdayaan Masyarakat Minangkabau Ditinjau Dari Aspek Ekonomi. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 14(1), 91–104. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v14i1.7188
J, R. V., Mulyaningsih, E., & Kustanto, L. (2021). Bergesernya Makna Dan Fungsi Surau Dalam Kehidupan Masyarakat Minangkabau Melalui Film Dokumenter “Surau Kito” Dengan Gaya Ekspositori. Sense: Journal of Film and Television Studies, 2(2), 83–96. https://doi.org/10.24821/sense.v2i2.5076
Lains, A. (1992). Perubahan Sosial Masyarakat Minangkabau Dilihat Dari Sudut Ekonomi, Padang: Pusat Studi Pembangunan dan Perubahan Sosial Budaya Universitas Andalas Padang.
Muhammad Natsir Yunas. (n.d.). Peran Surau Syaikh Burhanuddin Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Tradisional Pariaman Sumatera Barat.
Salmadanis.(2003).Adat Basandi Syarak Nilai & Aplikasinya MenujuKembali ke Nagari dan Surau.
Soetomo. (2008). Strategi -Strategi Pembangunan Masyarakat. Pustaka Belajar.
Ummah, M. S. (2019). Faktor pendukung terbentuknya jaringan perdagangan antar nusantara. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.
Yunimar, Zakaria, & Annesy. (2019). Perbandingan Ekonomi Adat Minangkabau Dengan Ekonomi Islam The Comparison Of The Minangkabau Traditional Economy With The Islamic Economy Yunimar , Zakaria , Annesy. Jurnal Imara, 3(1), 35–43.
Zusmelia, Z., Dasrizal, D., & Erita, Y. (2012). Model Pengembangan Enterpreneurship dalam Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga di Minangkabau. MIMBAR, Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 28(2), 125. https://doi.org/10.29313/mimbar.v28i2.347

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Putri, L. A., Fahlefi, R., Akmal, R., & Zikri, M. (2025). Analisis Manfaat Ekonomis Surau Dagang Bagi Saudagar Tradisional Minangkabau Dalam Perspektif Ekonomi. Imara: Jurnal Riset Ekonomi Islam, 9(1), 9–17. https://doi.org/10.31958/imara.v9i1.14753