Konsep Tabayun Perspektif Hasbi Ash Shiddieqy dan Relevansinya Pada Zaman sekarang

Authors

  • Zia Tohri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31958/lathaif.v2i1.9425

Keywords:

Tabayun, Hasbi Ash Shiddieqy,

Abstract

Pada artikel ini membahas tentang bagaimana konsep Tabayun Perspektif Hasbi asih shiddieqy dalam tafsirnya An Nur dan Relevansinya pada zaman sekarang, dan penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian penulis terhadap konsep┬á tabayyun dari setiap mufassir, terdapat dua ayat yang fokus membahas tabayyun yakni pada surah an-NisaÔÇÖ ayat 94 dan surah al-Hujurat ayat 6. Para ulama berbeda pendapat mengenai kata tabayyun, imam asy-Syaukani mengatakan, tabayyun adalah mencari tahu dan memeriksa, seangkan menurut al-Qurthubi dalam tafsirnya tabayyun ialah mencari kepastian pada peneriman suatu berita. Dan tabayyun menurut Tengku Muhammad Hasbi ash-Shiddeqy adalah meneliti dan mencari kepastian suatu berita. Setiap mufassir memiliki perbedaan atau persamaan dalam menafsirkan suatu ayat, tentunya tidak terlepas dari histori-biografi setiap mufassir, dari segi corak, metode yang digunakan dalam menafsirkan al Qur'an dan kondisi masyarakat ketika menyusun tafsirnya┬á

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian library research atau penelitian pustaka. Metode pengumpulan data menggunakan yang digunakan adalah metode dokumentasi, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah gabungan dari metode maudhuÔÇÖi dan teori double movement (analisis hermeneutika)

Konsep tabayyun menurut Tengku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dibaca dari teori double movement Fazlur Rahman dilihat dari larat belakang historisnya adalah mencari tahu tentang kebenaran dan berhati-hati atau tidak gegabah dalam bertindak atas suatu yang belum jelas kebenarannya. tentunya dengan mengedepankan sikap kehati-hatian, croschek atau klarifikasi sehingga tidak menimbulkan berbagai macam kerugian atau kekacauan pada diri sendiri dan orang lain. Relevansi konsep tabayyun TengkuMuhammad Hasbi ash-Shiddieqy pada masa kini, denganmeng-kontekstualisasikan sesuai dengan problematika pada masyarakat Indonesiamasa kini, yaitu propaganda media yang bersifat propokatif. Berita bohong (hoax) khususnya di Indonesia berjumlah relative banyak. Tabayyun hadir sebagai urgensi penting sebagai langkah menemukan kebenaran juga sebagai tindakan preventif untuk menguatkan Indonesia sehingga mampu menciptakan kedamaian dan kerukunan

References

Budiman. (2020). Pandemi 19 dalam 19 Perspektif. Nusantara Press.

Junaedi, J., Aliyudin, M., Sutisna, D., & ... (2020). Konflik interpretasi fatwa MUI dalam pelaksanaan ibadah selama Pandemi Covid-19. Digital Library UIN Sunan …, 175–189. http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/30699

Lubis, A. (2018). Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Hukum Islam. Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Islam, 1–15.

Rangkuti, A. Z., Okmayanti, P., & Bangun, B. (2021). Membangun Ketahanan Keluarga yang Rukun, Harmonis dan Romantis. Mitra Abdimas Jurnal Pengabian Kepada Masyarakat, 1–7.

Saeful, A. (2020). Menelaah Kembali Fatwa MUI Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19,. Syar‟ie, 3(3).

Wahid, A. (2020). Pelaksanaan Shalat Berjamaah Di Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Maqashid Syariah Serta Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga. Antaradhin: Jurnal Ekonomi Syariah Kontemporer, 1(2), 7–12. http://jurnal.iailm.ac.id/index.php/antaradhin/article/view/277

Witono. (2020). COVID-Partisipasi masyarakat dalam ketahanan keluarga. Jurnal Masyarakat Mandiri, 4(3), 396–406.

Yunianto, D. (2020). Ketahanan Keluarga Sebagai Basis Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid 19. TA’DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 1. https://doi.org/10.30659/jpai.3.1.1-12

Zaenab Nur, H., Kurniawati, D. A., & Kaha, H. (2021). Analisis Fatwa MUI tentang Pelaksanaan Ibadah di Masjid Selama Pandemi. Jurnal Ilmiah Hukum Keluarga Islam, 3 (2), 215–228.

Downloads

Published

2023-06-29