Patterns of Social Interaction Between Muslims in Diversity

Authors

  • Ahmad Sultony Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Abdul Syukur Universitas Islam Negeri Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.31958/jsk.v9i1.14746

Keywords:

Patterns of Social Interaction, Social Intergation, Diversity

Abstract

The purpose of this article is to examine the pattern of social interaction among Muslims in religious plurality in Salatiga Permai Housing in Salatiga City, Candirejo Housing in Jombor Village, Tuntang Sub-district, Semarang Regency, and Perumnas Banyumanik in Semarang City, and the factors that strengthen social integration. This research uses a qualitative approach of case study type. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. This research uses descriptive analysis and explanatory analysis. The pattern of social interaction between Muslims in religious plurality in the three housing estates is peaceful by promoting human values that emphasise the value of mutual respect, respect and uphold the values of togetherness. Factors that strengthen social integration include the expertise of the leaders in each place in managing and ÔÇÿtreatingÔÇÖ differences to be processed into values that are beneficial to the establishment and continuity of life together. The expertise of these leaders is determined by their educational background, their perspective on religious teachings and their socio-economic capabilities.

References

Adryamarthanino, V., & Nailufar, N. N. (2021). Konflik Ambon 2001: Latar Belakang, Dampak, dan Penyelesaian. https://www.kompas.com/stori/read/2021/07/30/110000479/konflik-ambon-2001-latar-belakang-dampak-dan-penyelesaian
Agus. (2008). Interaksi Sosial Masyarakat Syiah-Sunni ditengah Pluralitas Keberagamaan (Studi Kasus Terhadap Interaksi Sosial Sunni-Syiah di Kabupaten Sleman). UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Al-Amri, L., & Haramain, M. (2017). Akulturasi Islam Dalam Budaya Lokal. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 10(2), 87–100. https://doi.org/10.35905/kur.v10i2.594
Alius, S. (2016). Resonansi Kebangsaan: Pancasila dalam Pusaran Globalisasi. Jurnal Keamanan Nasional, 2(1), 141–157. https://doi.org/10.31599/jkn.v2i1.41
Anwar, C. (2018). Islam Dan Kebhinekaan di Indonesia: Peran Agama Dalam Merawat Perbedaan. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 4(2), 1. https://doi.org/10.31332/zjpi.v4i2.1074
Asrin. (2024). Integrasi Sosial Pada Masyarakat Plural di Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan. UIN Raden Intan Lampung.
Ayumi, R. S., & Juraida, I. (2021). Adaptasi Sosial Keluarga Nelayan Pasca Abrasi Pantai Jilbab di Gampong Pantai Perak Aceh Barat Daya Tahun 2021. Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial, 1(2), 48–57. https://doi.org/10.35308/jspps.v1i2.6504
Bagaskara, A., Hakiki, K. M., Rohmatika, R. V., Badruzaman, B., & Putra, A. E. (2021). Identitas Kebalian; Rekonstruksi Etnik Bali Dalam Mempertahankan Identitas Pasca Konflik. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 16(1), 49–74. https://doi.org/10.24042/ajsla.v16i1.9196
Billah, H. U., Yunita, M. A., Pratama, M. A., & Kembara, M. D. (2023). Kesadaran Berpancasila Dalam Mempertahankan Identitas Nasional. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 1(2), 113–121. https://doi.org/10.55606/jubpi.v1i2.1373
Budianto, A. (2006). Kerukunan Umat Beragama Studi Hubungan Pemeluk Islam dan Pemeluk Kristen di Relokasi Turgo Sleman Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Dodi, L. (2017). Metamorfosis Gerakan Sosial Keagamaan: Antara Polemik, Desiminasi, Ortodoksi, dan Penerimaan terhadap idologi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 17(1), 227–246. https://doi.org/10.21154/altahrir.v17i1.880
Farida. (2016). Kehidupan Bermakna yang Integrasi di Masyarakat Madani. Community Development, 1(1), 97–120.
Harahap, S. (2018). Konflik Etnis Dan Agama Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (Jisa), 1(2), 28–46. https://doi.org/10.30829/jisa.v1i2.5096
Irawan, D. (2022). Fungsi Dan Peran Agama Dalam Perubahan Sosial Individu, Masyarakat. Borneo : Journal of Islamic Studies, 2(2), 125–135. https://doi.org/10.37567/borneo.v2i2.1255
Islamuddin, A., Amri, M., & Santalia, I. (2024). Aliran Al-Jabariyah dan Al-Qadariyah:(Latar Belakang dan Pokok Pikiran). Tafhim Al-’Ilmi, 15(2), 253–263. https://doi.org/10.37459/tafhim.v15i02.225
Juarsih. (2003). Konflik Sosial Keagamaan Ahmadiyah Qodian dan Nahdlatul Ulama ULAMA (studi Kasus di Desa Manis Lor Kuningan Jawa Barat). UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Latuheru, R. D., & Muskita, M. (2020). Enkulturasi Budaya Pamana. Jurnal Badati, 2(1), 107–113. https://doi.org/DOI: https://doi.org/
Mahdayeni, M., Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154–165. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v7i2.1125
Mais, Y. (2019). Integrasi Sosial Antara Masyarakat Pendatang Dengan Masyarakat Setempat Di Desa Trans Kecamatan Sahu Timur. Holistik, 12(1), 1–19. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/24581
Masmuh, A. (2020). Peran Muhammadiyah Dalam Membangun Peradaban Di Dunia. Gema Kampus IISIP YAPIS Biak, 15(1), 78–93. https://doi.org/10.52049/gemakampus.v15i1.107
Muhadi. (2014). Social Interaction in Muslim Diversity of Giri Asih Community , Gunung Kidul Yogyakarta. Kontekstualita, 29(2), 158–168.
Murcahyaningrum, S. R. S. M., Suyanto, E., & Widyastuti, T. R. (2023). Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Pendatang Bugis dengan Masyarakat Sasak. Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora, 6(2), 373–386. https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i2.6512
Musaropah, U. (2019). Pendidikan Kebangsaan Dalam Pesantren Perspektif Abdul Wahid Hasyim. Ulumuddin : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 9(1), 1–22. https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v9i1.284
Najoan, B., Kawengian, D. D. ., & Harilama, S. H. (2017). Peranan Komunikasi Tokoh Masyarakat Dalam Meminimalisir Kesenjangan Sosial di Kelurahan Mampang Kota Depok Jawa Barat. E-Journal Acta Diurna, 6(3), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/17375
Nurhasanah, Y., Pahdulrahman, I., Sari, F. R. I., Darma, H. D., Plani, H. T., Dayu, N. I., & Hudi, I. (2024). Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Identitas Nasional di Era Globalisasi Generasi Z. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 2(3), 256–262. https://doi.org/10.69693/ijim.v2i3.182
Nuzlagadanta. (2005). Solidaritas Masyarakat dalam Pluralitas Pemahaman Keagamaan. UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Pambudi, K. (2011). Interaksi Sosial Front Pembela Islam dengan Kelompok Keagamaan di Rewulu Sleman, Yogjakarta. UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Prasetyo, D., & Irwansyah. (2020). Memahami Masyarakat dan Perspektifnya. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan IImu Sosial, 1(1), 163–175. https://doi.org/10.38035/jmpis.v1i1.253
Rachmawati, A., & Haryanto, J. T. (2020). Penguatan Toleransi dan Identitas Sosial Melalui Halalbihalal Lintas Agama pada Masyarakat Kampung Gendingan, Yogyakarta. SMaRT Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi Volume, 06(01), 35–47. https://doi.org/10.18784/smart.v6i1.988
Ramadhani, Y., & Amir, R. (2023). Pandangan Mui Terkait Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1444 H Di Indonesia (Kontroversi Hari Raya Idul Fitri 2023 M/1444 H). Elfalaky, 7(1), 89–104. https://doi.org/10.24252/ifk.v7i1.37768
Roszi, J. P., & Mutia. (2018). Akulturasi Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Keagamaan dan. Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 3(2), 172–198.
Santoso, G., Abdul Karim, A., Maftuh, B., Sapriya, S., & Murod, M. (2023). Kajian identitas nasional melalui misi bendera merah putih dan bahasa Indonesia abad 21. Jurnal Pendidikan Transformatif ( Jupetra ), 2(1), 284–296. https://doi.org/10.9000/jupetra.v2i1.138
Syukron, B. (2018). Agama dalam Pusaran Konflik (Studi Analisis Resolusi Terhadap Munculnya Kekerasan Sosial Berbasis Agama di Indonesia). Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 2(1), 1–28. https://e-journal.ejournal.metrouniv.ac.id/riayah/article/view/960
Ulum, M. (2018). Fatwa Ulama NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah Jawa Timur Tetang Hisab Rukyat. Jurnal Keislaman, 1(2), 244–272. https://doi.org/10.54298/jk.v1i2.3369
Wahiddin, Daulay, H. P., & Dahlan, Z. (2021). Teologi Jabariyah dan Qodariyah dalam Tinjauan Sejarah Islam Periode Klasik. Local History & Heritage, 1(2), 34–41. https://doi.org/10.57251/lhh.v1i2.63
Welem, T. (2023). Menangkal Radikalisme Agama Menguatkan Perdamaian Umat di Toraja Melalui Penggunaan Kitab Keagamaan dan Nilai Budaya Orang Toraja. Purwadita: Jurnal Agama Dan Budaya, 7(1), 72–78. https://doi.org/10.55115/purwadita.v7i1.2841
Wibisono, M. Y. (2020). Sosiologi Agama. UIN Sunan Gunung Djati.
Zuchaririyah, R. (2012). Kekerasan Terhadap Pengikut Aliran Yang Dinilai Sesat dalam Perspektif Hukum Islam (Studi terhadap Ahmadiyah di Indonesia). Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 1(2), 369–396.

Downloads

Published

2025-03-06

How to Cite

Sultony, A., & Syukur, A. (2025). Patterns of Social Interaction Between Muslims in Diversity. Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan, 9(1), 1–18. https://doi.org/10.31958/jsk.v9i1.14746

Issue

Section

Articles