Strategi Pengembangan Desa Wisata Kubu Gadang Sebagai Salah Satu Desa Wisata Terbaik Di Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.31958/i-tourism.v1i1.4631Kata Kunci:
Strategi, Pengembangan, Desa WisataAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mendeskripsikan strategi pengembangan apa yang dilakukan oleh Desa Wisata Kubu Gadang secara optimal untuk kembali terpilih menjadi desa wisata terbaik di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan Desa Wisata Kubu Gadang dalam mempertahankan penghargaan desa wisata terbaik di Sumatera Barat menggunakan teori yang dikemukakan oleh Mahriani et al dengan kriteria 4A+1C adalah : Pertama Attraction (Atraksi) strategi yang digunakan adalah mempertahankan dan melestarikan potensi alam, kebudayaan, kesenian dan makanan khas yang ada. Kedua Amenities (Fasilitas) yaitu melakukan strategi inovasi terhadap fasiltas Desa Wisata Kubu Gadang seperti pembuatan cafe, pembuatan gerbang Kubu Gadang dilengkapi dengan patung Silek Lanyah, membuat beberapa spot foto dengan mengangkat tema tradisi dan alam, membuat petunjuk arah, membuat fllosofi Kubu Gadang dan menambah lahan parkir. Ketiga Accesbility (Aksesbilitas) yaitu Desa Wisata Kubu Gadang letaknya strategis dekat dengan destinasi lain maka perlunya menjaga kolaborasi dengan destinasi sekitarnya. Keempat Ancilliary (Pelayanan Tambahan) yaitu menjaga kerjasama dengan Travel Agent dan Photografer dimana dukungan dari pihak luar swasta sangat membantu dalam pengembangan seperti promosi. Kelima Community Involvement (Keterlibatan Masyarakat) masyarakat Desa Wisata Kubu Gadang mendukung pembangunan desa wisata, tetapi dalam prakteknya masih ada sebagian kecil yang belum terlibat, oleh karena itu perlunya mencari regenerasi penggerak dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat guna untuk menyadarkan masyarakat atas manfaaat adanya desa wisata serta memberikan pelatihan bahasa asing bagi pengeloa Desa Wisata Kubu Gadang. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Padang Panjang juga memberikan penyuluhan, sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat. Dinas Pariwisata juga mengajak pengelola khususnya dari anggota POKDARWIS untuk melakukan studi banding ke desa-desa wisata yang sudah berkembang.  Referensi
Falak, Shaista, Chius, Lo May, dan Wee, Alvin Yeo, 2014. A Repositioning Strategy for Rural Tourism in Malaysia- Community’s Perspective. Social and Behavioral Sciences 144 (2014). 412-415
Kuvacic, D., Bubic, J., & Mijatovic, E. (2010). An Enterprise Odyssey. International Conference Proceedings (hal. 1645-1657). Zagreb
Langkan. 2020. Keindahan Kubu Gadang Padang Panjang dinobatkan jadi wisata terbaik di Sumatera Barat. http://kumparan.com/langkanid/keindahan-kubugadang-padang-panjang-dinobatkan-jadi-desa-wisata-terbaik-di-sumbar-1ucqHB8TFBt (diakses tanggal 20 November 2020).
Mahriani, Elida et al. 2020. Manajemen Pariwisata. Bandung : Widina Bhakti Persada Bandung
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Litbang.kemkes.go.id.
Nuryanti, Wiendu. 1993. “Concept, Perspective, and Challenges.” Konferensi Internasional mengenai Pariwisata dan Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2-3.
Priasukmana, Setarso dan R. Mohamad Mulyadin. 2001. Pembangunan Desa Wisata. Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Sofyan, Ibnu, Manajemen Strategi: Teknik Penyusunan serta Penerapannya untuk Pemerintah dan Usaha, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2015.
Suarto, Edi. 2016. Pengembangan Objek Wisata Berbasis Analisis SWOT. Jurnal Spasial : Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan. Vol 3 (1). 50-63
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Cetakan ke). Alfabeta.
Waluyo Hany, Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Program Pengembangan Pariwisata, Jakarta, Depdikbud, 1994/1995
Yoeti, A. Oka. Pengantar Ilmu Pariwisata. (Bandung) : Angkasa, 1982
Kuvacic, D., Bubic, J., & Mijatovic, E. (2010). An Enterprise Odyssey. International Conference Proceedings (hal. 1645-1657). Zagreb
Langkan. 2020. Keindahan Kubu Gadang Padang Panjang dinobatkan jadi wisata terbaik di Sumatera Barat. http://kumparan.com/langkanid/keindahan-kubugadang-padang-panjang-dinobatkan-jadi-desa-wisata-terbaik-di-sumbar-1ucqHB8TFBt (diakses tanggal 20 November 2020).
Mahriani, Elida et al. 2020. Manajemen Pariwisata. Bandung : Widina Bhakti Persada Bandung
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Litbang.kemkes.go.id.
Nuryanti, Wiendu. 1993. “Concept, Perspective, and Challenges.” Konferensi Internasional mengenai Pariwisata dan Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2-3.
Priasukmana, Setarso dan R. Mohamad Mulyadin. 2001. Pembangunan Desa Wisata. Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Sofyan, Ibnu, Manajemen Strategi: Teknik Penyusunan serta Penerapannya untuk Pemerintah dan Usaha, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2015.
Suarto, Edi. 2016. Pengembangan Objek Wisata Berbasis Analisis SWOT. Jurnal Spasial : Penelitian, Terapan Ilmu Geografi dan Pendidikan. Vol 3 (1). 50-63
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Cetakan ke). Alfabeta.
Waluyo Hany, Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Program Pengembangan Pariwisata, Jakarta, Depdikbud, 1994/1995
Yoeti, A. Oka. Pengantar Ilmu Pariwisata. (Bandung) : Angkasa, 1982
##submission.downloads##
Diterbitkan
2021-10-22
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Nury Ance Marshesa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.