Child Protection In Homecare and Child Care Services Without Permit
A Sharia Economic Legal Perspective (Analysis of Contracts, Gharar, and Maslahah)
DOI:
https://doi.org/10.31958/jisrah.v7i02.17026Abstract
This research analyzes the practice of homecare services and childcare centers (TPA) operating without official permits from the perspective of Islamic economic law. Using a normative juridical approach that combines normative analysis of fiqh muamalah with library research on relevant legislation and legal literature, this research finds that: first, the contract (akad) of illegal childcare services contains significant elements of gharar (uncertainty) in terms of service quality, caregiver qualifications, and accountability mechanisms, making it problematic under sharia economic law principles; second, the absence of the state as regulator constitutes a neglect of the hisbah (market supervision) function required by sharia; third, maslahah analysis shows that the mafsadat caused by illegal childcare services far exceeds its economic benefits; and fourth, existing sharia consumer protection mechanisms do not yet explicitly cover childcare services. This research recommends the development of childcare service contract standards based on Islamic economic law principles and integrated into the national regulatory system.
Keywords: Sharia Economic Law; Ijarah Contract; Gharar; Maslahah; Hisbah; Childcare Center; Sharia Consumer Protection
Penelitian ini menganalisis praktik layanan homecare dan tempat penitipan anak (TPA) yang beroperasi tanpa izin resmi dari perspektif hukum ekonomi syariah. Menggunakan pendekatan yuridis normatif yang memadukan analisis normatif fiqh muamalah dengan kajian kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, penelitian ini menemukan bahwa: pertama, akad layanan penitipan anak ilegal mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) yang signifikan dalam aspek kualitas layanan, kualifikasi pengasuh, dan mekanisme pertanggungjawaban, sehingga bermasalah menurut prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah; kedua, ketidakhadiran negara sebagai regulator merupakan kelalaian terhadap fungsi hisbah (pengawasan pasar) yang diwajibkan oleh syariah; ketiga, analisis maslahah menunjukkan bahwa mafsadat yang diakibatkan oleh layanan penitipan anak ilegal jauh melebihi manfaat ekonomisnya; dan keempat, mekanisme perlindungan konsumen syariah yang ada belum secara eksplisit mencakup layanan penitipan anak. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan standar akad layanan penitipan anak yang berbasis prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah dan diintegrasikan ke dalam sistem regulasi nasional.
Kata Kunci: Hukum Ekonomi Syariah; Akad Ijarah; Gharar; Maslahah; Hisbah; Tempat Penitipan Anak; Perlindungan Konsumen Syariah
References
Sources of Classical Islamic Jurisprudence and Law
Al-Darir, S. M. (1997). Al-Gharar wa Atsaruhu fi Al-'Uqud fi Al-Fiqh Al-Islami. Dar Al-Jil.
Al-Ghazali, A. H. (1997). Al-Mustasfa min 'Ilm Al-Ushul (Vol. 1). Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.
Al-Kasani, A. B. (2000). Bada'i' Al-Sana'i' fi Tartib Al-Syara'i' (Vol. 4). Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.
Al-Mawardi, A. B. (1985). Al-Ahkam Al-Sultaniyyah wa Al-Wilayat Al-Diniyyah. Dar Al-Kutub Al-
'Ilmiyyah.
Al-Zuhaili, W. (2004). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh (Vol. 5). Dar Al-Fikr.
Ibn Rushd, M. A. (2004). Bidayat Al-Mujtahid wa Nihayat Al-Muqtasid (Vol. 2). Dar Al-Hadits.
Ibn Taimiyyah, A. (2004). Al-Hisbah fi Al-Islam. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.
Fatwas and Regulations
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2000). Fatwa DSN-MUI Nomor 04/DSN-
MUI/IV/2000 tentang Murabahah. DSN-MUI.
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2002). Fatwa DSN-MUI Nomor 09/DSN-
MUI/IV/2002 tentang Pembiayaan Ijarah. DSN-MUI.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.
Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Lembaga Kesejahteraan Sosial
Anak. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1251.
Scientific Books and Journals
Chapra, M. U. (2008). The Islamic Vision of Development in the Light of Maqasid Al-Shari'ah. The
International Institute of Islamic Thought.
Fauzan, A., & Rahmawati, S. (2024). Integrasi nilai-nilai syariah dalam regulasi layanan sosial anak di
Indonesia. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab, 6(1), 89–114.
Hasan, A. (2021). Teori akad dalam hukum ekonomi syariah Indonesia: Dari normatif ke implementatif.
Jurnal Hukum Islam, 19(1), 1–26.
Iqbal, M., & Molyneux, P. (2005). Thirty Years of Islamic Banking: History, Performance and Prospects.
Palgrave Macmillan.
Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2023). Data Ketenagakerjaan Sektor Jasa 2023. Kemnaker RI.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2022). Data dan Informasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak
Kemensos RI.
Mahmudin, A. S. (2023). Akad ijarah dalam layanan pengasuhan anak: Tinjauan fikih muamalah
kontemporer. Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah, 14(1), 45–68.
Mubyarto. (2020). Hisbah dan regulasi ekonomi dalam Islam: Relevansi untuk ekonomi Indonesia. Jurnal
Ekonomi Islam Al-Tijarah, 6(2), 112–131.
Nurul Huda, M. (2021). Perlindungan konsumen dalam layanan jasa berbasis syariah: Telaah prinsip
gharar dan maslahah. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 8(3), 334–349.
Qardhawi, Y. (2000). Daurul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtishadil Islami. Maktabah Wahbah.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2021). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat (Edisi Revisi).
RajaGrafindo Persada.
Wahyu, R., & Aziz, A. (2022). Maslahah sebagai basis pengembangan regulasi ekonomi syariah di
Indonesia. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 16(2), 198–221. https://doi.org/10.15642/islamica.2022.16.2.198-221
Zulfa, N. A. (2023). Hisbah digital: Transformasi pengawasan pasar dalam era ekonomi digital berbasis
maqashid syariah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 7(1), 34–59.
Abdul Ghofur Anshori. (2018). Hukum Perjanjian Islam di Indonesia: Konsep, Regulasi, dan
Implementasi. Gadjah Mada University Press.
Adiwarman A. Karim. (2014). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (Edisi ke-5). RajaGrafindo
Persada.
Ahmad Azhar Basyir. (2000). Asas-Asas Hukum Muamalat: Hukum Perdata Islam (Edisi Revisi). UII
Press.
Al-Qaradawi, Y. (2014). Fatawa Mu'asirah (Vol. 1, Edisi Baru). Dar Al-Qalam.
Al-Syatibi, I. I. (2003). Al-Muwafaqat fi Ushul Al-Syariah (Vol. 2). Dar Ibn Affan.
Andriani, D., & Supriyati, R. (2022). Dampak pengasuhan di tempat penitipan anak tidak berizin
terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 8(2),
–162. https://doi.org/10.23916/jppi.v8i2.7832
Ascarya. (2015). Akad dan Produk Bank Syariah (Edisi ke-5). RajaGrafindo Persada.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesejahteraan Rakyat 2023. BPS RI.
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2014). Fatwa DSN-MUI Nomor 112/DSN-
MUI/IX/2017 tentang Akad Ijarah. DSN-MUI.
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2018). Fatwa DSN-MUI Nomor 117/DSN-
MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip
Syariah. DSN-MUI.
El-Gamal, M. A. (2006). Islamic Finance: Law, Economics, and Practice. Cambridge University Press.
https://doi.org/10.1017/CBO9780511753756
Firdaus, M., & Ariyanti, F. (2021). Gharar dalam transaksi ekonomi digital: Kajian fiqh muamalah
kontemporer. IQTISHADIA: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, 14(1), 58–82.
https://doi.org/10.21043/iqtishadia.v14i1.9014
Ghufron A. Mas’adi. (2002). Fiqh Muamalat Kontekstual. RajaGrafindo Persada.
Hasbi Ash-Shiddieqy, T. M. (1997). Pengantar Fiqh Muamalah (Edisi ke-4). Pustaka Rizki Putra.
Ibn Abidin, M. A. (1992). Radd Al-Muhtar ‘ala Al-Durr Al-Mukhtar: Hasyiyat Ibn Abidin (Vol. 6). Dar
Al-Fikr.
Islahi, A. A. (1988). Economic Concepts of Ibn Taimiyah. The Islamic Foundation.
Jaih Mubarok, & Hasanudin. (2017). Fikih Muamalah Maliyyah: Akad Ijarah dan Ju’alah. Simbiosa
Rekatama Media.
Kamali, M. H. (2008). Shari’ah Law: An Introduction. Oneworld Publications.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. (2023). Profil Anak Indonesia 2023.
KemenPPPA.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2022). Laporan Pengawasan Lembaga Pengasuhan Anak 2022.
KPAI.
Lukman Hakim Saifuddin. (2012). Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam. Erlangga.
Mardani. (2012). Fiqh Ekonomi Syariah: Fiqh Muamalah. Kencana Prenada Media Group.
Muhammad Syafi’i Antonio. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press.
Mustafa Ahmad Al-Zarqa. (1998). Al-Madkhal Al-Fiqhi Al-‘Am: Al-Fiqh Al-Islami fi Tsaubi Al-Jadid
(Vol. 1). Dar Al-Qalam.
Nasrun Haroen. (2007). Fiqh Muamalah (Edisi ke-2). Gaya Media Pratama.
Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak. Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 220.
Putri, A. D., & Handayani, S. (2023). Analisis kebijakan layanan penitipan anak informal di perkotaan:
Studi kasus di Kota Surabaya. Jurnal Administrasi Publik, 14(1), 78–97.
https://doi.org/10.21776/ub.jap.2023.014.01.06
Rachmadi Usman. (2012). Aspek Hukum Perbankan Syariah di Indonesia. Sinar Grafika.
Ridwan, M. (2021). Perlindungan hukum konsumen jasa dalam perspektif hukum Islam dan Undang-
Undang Nomor 8 Tahun 1999. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 15(2), 279–296.
https://doi.org/10.24090/mnh.v15i2.4872
Siti Mujibatun. (2012). Pengantar Fiqh Muamalah. Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA).
Suhrawardi K. Lubis, & Farid Wajdi. (2012). Hukum Ekonomi Islam (Edisi ke-2). Sinar Grafika.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 42.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 94.
Usman, R. (2020). Dinamika pembentukan hukum ekonomi syariah di Indonesia: Dari legislasi ke
implementasi. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(3), 580–602.
https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no3.2592
Wahbah Al-Zuhaili. (1998). Ushul Al-Fiqh Al-Islami (Vol. 2). Dar Al-Fikr.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ayu Puspita Sari, Nazaratun Wahdah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution License?áthat allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).


