Turning The Village Library Into The Foundation Of The Born Of A Reading Culture Rural communities
Keywords:
Perpustakaan, Perpustakaan Desa, Masyarakat, PustakawanAbstract
Abstrak : Perpustakaan merupakan pusat sumber informasi, salah satunya adalah perpustakaan yang terletak di desa. Perpustakaan desa adalah perpustakaan yang diselenggarakan di desa sebagai pengembangan perpustakaan di desa yang memberikan layanan kepada seluruh penduduk di desa tanpa membedakan tingkat pendidikan, umur, ras, agama dan jenis kelamin. Perpustakaan desa dapat menjadi sarana bagi warga desa untuk memperluas wawasannya, semakin banyak interaksi antara masyarakat dengan perpustakaan semakin mencerminkan kemajuan sumber daya manusia di masyarakat itu sendiri. Kendala yang sering terjadi di perpustakaan desa adalah masyarakat kurang berminat mengunjungi perpustakaan desa karena bagi siswanya cukup belajar di sekolah dan bagi orang tuanya yang lelah bekerja dan mengurus rumah tangga. Kata Kunci : Perpustakaan, Perpustakaan Desa, Masyarakat, PustakawanReferences
Aini, S. (2017). Disparitas Antara Hisab dan Rukyat: Akar Perbedaan dan Kompleksitas Percabangannya. Muslim Heritage, 2(1), 19–42. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v2i1.1044
Alwi, B. (2020). Dinamika Penetapan Awal Bulan Hijriah di Indonesia untuk Mencari Titik Temu [UIN Walisongo Semarang]. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/16009/
Amin, M. F. (2018). Metode Penentuan Awal Bulan Kamariah Perspektif Empat Mazhab. Jurnal Hayula, 2(1), 22–23. https://doi.org/10.21009/hayula.002.1.02
Andriana, F. (2019). Otoritas Negara dalam Mereformulasi Metode Penentuan Awal Bulan Qamariyah. Politica, 6(1), 30–41. https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/politica/article/view/2730
Arbi, B. (2006). Kemungkinan Penyeragaman Penentuan Awal Bulan Qamriyah. Makalah Seminar Sehari Tentang Penyatuan Kalender Hijriah Menuju Kerukunan Umat.
Azhari, S. (1998). Pemikiran Hisab di Indonesia: Problema Menuju Solusi. Jurnal Penelitian Agama.
Azhari, S. (2000). Fenomena Perbedaan Idul Fitri Masa Orde Baru: Sebuah Survei Historis. Profetika, 1(2). https://doi.org/10.22515/isnad.v2i2.4852
Azhari, S. (2015). Gagasan Menyatukan Umat Islam Indonesia Melalui Kalender Islam. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 15(2), 249–58. https://doi.org/10.15408/ajis.v15i2. 2869
Bukhari, I. (1992). Terjemahan Shahih Bukhari, Juz III (Penerjemah) Ahmad Sunarto. Al-Syifa’.
Darwanas, D. N. (1994). Kemungkinan Penampakan Hilal untuk Penentuan Awal Ramadan dan Syawal 1414 H. Matermasa.
Departemen Agama RI. (1983). Pedoman Teknik Rukyat, Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama. Dirjen Lembaga Islam.
Djalaluddin, T. (2011). Astronomi Memberi Solusi Penyatuan Umat. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Fadholi, A. (2019). Sidang Isbat, Urgensi dan Dinamikanya. Asy Syar’iyyah, 4(2), 147–69. https://doi.org/10.32923/asy.v4i2.1000
Hajar, H. (2015). Analisia Hadis Penetapan Awal Bulan Kamariah (Ramadan Dan Syawal). Asy-Syir’ah, 49(1), 211–229. https://doi.org/10.14421/ajish.2015.49.1.211-229
Hambali, S. (2012). Fatwa Sidang Isbat Dan Penyatuan Kalender Hijriah in IAIN Walisongo Fakultas Syariah. Makalah Lokakarya Internasional Dan Call for Paper IAIN Walisongo Fakultas Syariah, Semarang, 12-13 Desember 2012, 8–9.
Hamdun, H. (2014). Pendekatan Blusukan Jokowi-Jk Sebagai Titik Temu Unifikasi Penetapan Awal Bulan Qamariah di Indonesia. Al-’Adalah, 12(2), 333–52. https://doi.org/10.24042/adalah.v12i2.192
Hefni, W. (2019). Ideological Political Contestation in the Discourse of Hisab Rukyat in Indonesia. Jurnal Penelitian, 16(1), 79–90. https://doi.org/10.28918/jupe.v16i1.1826
Hefni, W. (2020). Komodifkasi Agama dalam Polemik Penentuan Awal Bulan Qamariah di Indonesia. AL-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam Dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, 6(1), 75–117. https://doi.org/10.30596/jam.v6i1.4505
Hidayat, A. H. T., & Izomiddin. (2019). Kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia Tentang Penetapan Satu Ramadan Dan Satu Syawal Dalam Upaya Penyatuan Umat Islam Di Indonesia. Muamalah, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.19109/muamalah.v5i1.4931
Hidayat, M. N. (2012). Otoritas Pemerintah Dalam Penetapan Awal Bulan Qamariyah Perspektif Fiqh Siyâsah Yusuf Qardhawi. Jurisdictie, 3(1), 78–91. https://doi.org/10.18860/j.v0i0.2177
Iman, M. M. (2016). Analisis Fikih Kalender Hijriyah Global. Misykat Al-Anwar, 27(1), 1–22.
Iman RN, B. (2016). Penetapan Awal Bulan Qamariyah Perspektif Fiqh. Hukum Diktum, 14(1), 1–28. https://doi.org/10.35905/diktum.v14i1.220
Imron, A. (2014). Pemaknaan Hadis-Hadis Hisab-Rukyat Muhammadiyah Dan Kontroversi Yang Melingkupinya. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 15(1), 1–22. https://doi.org/10.14421/QH.2014.1501-01
Jamaludin, D. (2018). Penetapan Awal Bulan Kamariah dan Permasalahannya di Indonesia. Al-Marshad: Jurnal Astronomi Islam Dan Ilmu-Ilmu Berkaitan, 4(2), 156–171. https://doi.org/10.30596/jam.v4i2.2441
Jayusman, J. (2015a). Kajian Ilmu Falak Perbedaan Penentuan Awal Bulan Kamariah: Antara Khilafiah dan Sains. Al-Maslahah (Jurnal Ilmu Syariah), 11(1), 1–15. https://doi.org/10.24260/almaslahah.v11i1.126
Jayusman, J. (2015b). Sejarah Perkembangan Ilmu Falak sebuah Ilustrasi Paradoks Perkembangan Sains dalam Islam. Al-Marshad, 1(1), 44–67. https://doi.org/10.30596/jam.v1i1.738
Kasim, A. K. (n.d.). Menentukan Awal/Akhir Ramadan dengan Rukyat dan Hisab. Al-Ma’rif.
Kementerian Agama RI. (n.d.). Keputusan Menteri Agama No. 76 Tahun 1972 tentang Pembentukan Badan Hisab Rukyat Departemen Agama.
Khusurur, M. (2020). Perpaduan Hisab dan Rukyat Sebagai Metode Penentuan Awal Bulan Hijriyah. Jurnal Al-Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, 5(2), 150–161. https://doi.org/10.52802/wst.v5i2.76
Ma’luf, A. L. (1986). Al-Munjid fi al-Lughah wal a’lam. Darul Masyrik.
Madaniy. (2003). Penentuan Awal Bulan Qamariah Sepanjang Ketentuan Syara. Jurnal Asy-Syir’ah, 37(2).
Marpaung, W. (2018). Mazhab Negara: Alternatif Solusi Terhadap Perbedaan Penentuan Awal Bulan Qamariyah di Indonesia. Jurnal Ilmu Syari’ah, Perundang-Undangan Dan Ekonomi Syariah, 10(2), 121–131. https://doi.org/10.32505/jurisprudensi.v10i2.943
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: a methods sourcebook. SAGE Publications, Inc.
Misran, M. (2016). AL-MASHLAHAH MURSALAH (Suatu Metodologi Alternatif dalam Menyelesaikan Persoalan Hukum Kontemporer). Jurnal Justisia, 1(1), 1–25. https://doi.org/10.22373/justisia.v1i1.2641
Mulyadi, A. (2010). Ragam Kontroversi Dalam Kajian Hisab-Rukyat. Al-Ahkam, 5(2), 200–222. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v5i2.290
Museumastronomi.com. (2012). Visibilitas Hilal MABIMS dan Implementasinya. http://museumastronomi.com/visibilitas-hilal-mabims-dan-implementasinya/
Musfiroh, I. (2012). Studi Kasus Mengenai Kebijakan Kementrian Agama RI terhadap Keputusan Sidang Isbat Penetapan Awal dan Akhir Bulan Ramadhan Tahun 1992-2011 [Universitas Islam Indonesia Yogyakarta]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/37512
Muslifah, S. (2020). Upaya Menyikapi Perbedaan Penentuan Awal Bulan Qamariyah di Indonesia. Azimuth, 1(1), 74–100. http://jurnalfsh.uinsby.ac.id/index.php/azimuth/article/view/788
Musonnif, A. (2017). Konteks Makkiyah dan Madaniyah Sistem Kalender Umat Islam: Sebuah Tinjauan Semantik Atas Term-Term Dalam Ayat dan Hadis Tentang Hisab Dan Ru’yah. AHKAM: Jurnal Hukum Islam, 5(1), 139–61. https://doi.org/10.21274/ahkam.2017.5.1.139-161
Nadhifah, Z. (2020). Penentuan Awal Bulan Hijriah (Studi Hadis Tentang Hilal Sebagai Tanda Awal Bulan Hijriah). Elfalaky: Jurnal Ilmu Falak, 4(2), 144–157. https://doi.org/10.24252/ifk.v4i2.17768
New.uin-malang.ac.id. (2013). Menyikapi Perbedaan Penetepan Ramadhan. https://new.uin-malang.ac.id/r/131101/menyikapi-perbedaan-penetepan-ramadhan.html
Nufus, K. (2018). Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan Kamariah Prespektif Hukum Islam. Inklusif, 3(1), 1–20. https://doi.org/10.24235/inklusif.v3i1.2476
Nugraha, R. (2011). Penentuan Awal Bulan Qomariah Di Indonesia Berdasarkan Data Pengamatan Hilal Bmkg Qomariah Months Earlier Definition in Indonesia Under the Supervision of Data Hilal Bmkg. Widyariset, 14(3), 623–632. https://doi.org/10.14203/widyariset.14.3.2011.623-632
Pembinaan Administrasi Hukum dan Peradilan Agama. (1983). Pedoman Perhitungan Awal Bulan Qomariyah.
Qulub, S. T. (2015). Telaah Kritis Putusan Sidang Itsbat Penetapan Awal Bulan Qamariyah Di Indonesia Dalam Perspektif Ushul Fikih. Al-Ahkam, 25(1), 109–32. https://doi.org/10.21580/ahkam.2015.1.25.196
Raharto, M. (2006). Pengertian Bulan Kamariah Dalam Perspektif Astronomi. Makalah Seminar Sehari Tentang Penyatuan Kalender Hijriah Menuju Kerukunan Umat.
Rahman, F., Pujiono, P., & Muslifah, S. (2020). Penentuan Awal Bulan Kamariah Untuk Ibadah. Fenomena, 12(2), 107–138. https://doi.org/10.21093/fj.v12i2.2264
Raisal, A. Y. (2018). Berbagai Konsep Hilal Di Indonesia. Al-Marshad, 4(2), 146–55. https://doi.org/10.30596/jam.v4i2.2478
Rohmah, N. (2015). Otoritas Dalam Penetapan Awal Bulan Qamariyah (Konfrontasi Antara Pemimpin Negara Dan Pemimpin Ormas Keagamaan). Al-Mabsut (Jurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NGAWI)), 9(1), 45–61. https://doi.org/10.56997/almabsut.v9i1.17
Rohmat, H. (2014). Penentuan Awal Bulan Qamariah Menurut Muhammadiyah. Jurnal Ijtimaiyya, 7(1), 127–148. https://doi.org/10.24042/ijpmi.v7i1.921
Suhardiman, S. (2013). Kriteria Visibiltas Hilal dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah di Indonesia. Jurnal Katulistiwa, 3(1), 71–85. https://doi.org/10.24260/khatulistiwa.v3i2.214
Suhardiman, S. (2018). Fikih Hisab–Rukyat (Peran Badan Hisab Rukyat Terhadap Dinamika Dalam Penentuan Awal Bulan Kamariah di Indonesia). At-Turats, 12(1), 63–98. https://doi.org/10.24260/at-turats.v12i1.972
Taufiq, T. (1993). Mekanisme Penentuan Awal Bulan Ramadan dan Syawal, (Mimbar Hakim, Aktualisasi Hukum Islam) dalam Al-Hikmah Nomor 6. Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam.
Ulum, M. (2015). Fatwa Ulama NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah Jawa Timur Tentang Hisab Rukyat. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam, 10(2), 244–272. https://doi.org/10.54298/jk.v1i2.3369
Wahidi, A. (2011). Menyatukan Penetapan 1 Ramadlan, Syawal Dan Dzulhijjah di Indonesia. Jurisdictie, 2(2), 85–91. https://doi.org/10.18860/j.v0i0.2162
Widiana, W. (2000). Kriteria Imkanur Rukyat: Dalam Penentuan Hisab Ru’yat. Departemen Agama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Asyhar Muhibbun Nuha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with?áMARAWA:?áJurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan?áagree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License?á(CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).









