Etika Politik Melayu: Integritas Adat, Islam, dan Dinamika Modern ( Studi Kontekstual Masyarakat Desa Tulung Selapan)
DOI:
https://doi.org/10.31958/pi.v5i1.17248Kata Kunci:
Etika Politik, Melayu, Islam, Budaya Politik, Tulung SelapanAbstrak
Etika politik Melayu merupakan sistem nilai yang terbentuk dari integrasi antara adat dan ajaran Islam yang menempatkan moralitas sebagai dasar dalam praktik kekuasaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep etika politik Melayu, transformasinya dalam konteks modern, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat lokal dengan fokus pada Desa Tulung Selapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis deskriptif-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti kesopanan (adab), musyawarah, dan amanah masih bertahan dalam praktik sosial masyarakat, namun mengalami pergeseran akibat modernisasi dan pragmatisme politik. Artikel ini menegaskan bahwa etika politik Melayu tetap relevan, tetapi memerlukan reinterpretasi agar selaras dengan prinsip demokrasi modern seperti transparansi dan akuntabilitas.
Referensi
Anderson, B. (2001). Imagined communities. Pustaka Pelajar.
Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara. Kencana.
Benu, A., dkk. (2025). Kesenjangan nilai Pancasila dengan realitas etika politik Indonesia. Jurnal Pendidikan Dasar.
Budiardjo, M. (2015). Dasar-dasar ilmu politik. Gramedia Pustaka Utama.
Effendy, T. (2004). Tunjuk ajar Melayu. Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
Fauzi, M. (2020). Konsep politik Melayu dalam perspektif budaya lokal. ResearchGate.
Geertz, C. (2016). Abangan, santri, dan priyayi dalam masyarakat Jawa. Komunitas Bambu.
Hefner, R. W. (2011). Civil Islam. LP3ES.
Magnis-Suseno, F. (1999). Etika politik: Prinsip-prinsip moral dasar kenegaraan modern. Gramedia.
Noho, F. (2025). Moralitas politik dan krisis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif di Indonesia pasca Pemilu 2024. Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik.
Nurmaulid, A., dkk. (2026). Dekadensi demokrasi dan etika politik di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia modern. Serambi.
Sejarah Tulung Selapan. (2023). ResearchGate.
Suhendar, A., dkk. (2026). Polarisasi politik dalam era media sosial. Jurnal Moralita, 7(1).
Surbakti, R. (2010). Memahami ilmu politik. Grasindo.
Ubaedillah, A., & Rozak, A. (2015). Pendidikan kewarganegaraan. Kencana.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Reykal Arya Assalafani, Muchlis Minako

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License?á(CC BY-NC 4.0)?áthat allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).