Efektivitas Kebijakan Pemerintah tentang Program Layanan Bajak Gratis di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar
DOI:
https://doi.org/10.31958/pi.v5i1.17257Kata Kunci:
Efektivitas Kebijakan, Layanan Bajak Gratis, Pertanian, Tanah DatarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan Program Layanan Bajak Gratis di Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2021 yang direvisi menjadi Perbup Nomor 54 Tahun 2022, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Efektivitas kebijakan diukur menggunakan lima dimensi ketepatan (5T) dari Riant Nugroho: Tepat Kebijakan, Tepat Pelaksanaan, Tepat Target, Tepat Lingkungan, dan Tepat Proses.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat Dinas Pertanian, manajer program tingkat kecamatan, penyuluh pertanian, ketua kelompok tani, dan petani penerima manfaat di Kecamatan Tanjung Emas, dengan fokus pada Nagari Koto Tangah dan Jorong Sungai Salak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara umum efektif dalam meringankan beban biaya produksi petani, dengan revisi kebijakan ke arah inklusivitas (menggunakan data SIMLUHTAN) dan struktur pelaksanaan yang terkoordinasi. Namun, beberapa hambatan mengganggu efektivitas optimal. Program belum sepenuhnya Tepat Lingkungan karena tidak memiliki strategi mitigasi untuk sawah tadah hujan dan hanya memberikan bantuan satu kali setahun, sehingga sulit mencapai target peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Dari aspek Tepat Proses, ditemukan kesenjangan waktu (time lag) dalam distribusi bantuan dan konflik persepsi mengenai partisipasi petani. Faktor penghambat lainnya meliputi keterbatasan anggaran yang memengaruhi pola bantuan, serta ketidakmerataan akses di antara anggota kelompok tani. Faktor pendukung utama adalah fleksibilitas pola bantuan dan dukungan aktor lokal. Kesimpulannya, Program Layanan Bajak Gratis telah memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi petani, tetapi belum mencapai efektivitas maksimal. Untuk optimalisasi, diperlukan sinkronisasi jadwal operasional yang lebih baik, mitigasi terhadap kendala lahan tadah hujan, peningkatan transparansi dan komunikasi dengan petani, serta penguatan alokasi anggaran untuk menjaga kualitas dan pemerataan bantuan.
Referensi
Adnyana dkk. (2023). Implementasi Kebijakan Pemberian Bantuan Alsintan Kepada Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Produksi Pertanian di Kabupaten Buleleng. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Buleleng.
Alhazra & Sujianto. (2024). Evaluasi Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Tentang Program Layanan Bajak Gratis Di Kabupaten Tanah Datar. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Tanah Datar.
Amelia, D., Suandi, S., & Wahyuni, I. (2022). Analisis Efektivitas Kebijakan Subsidi Pupuk Dan Penggunaan Faktor Produksi Lahan Dan Benih Terhadap Kinerja Usahatani Padi Sawah Di Kabupaten Kerinci. Journal of Agribusiness and Local Wisdom, 5(1), 80–90.
Amir, I. (2021). Analisis Efektivitas Program Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Tingkat Petani. Jurnal Ilmiah Agribisnis.
Candra, Dodi., Nasrul, Wedy., & Sari, Muhamad Reza. (Tahun Publikasi). Evaluasi Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Tentang Program Layanan Bajak Gratis Di Kabupaten Tanah Datar. Menara Ilmu - Jurnal UMSB.
Darwis, V. (2019). Evaluasi Peanlaksana Sawah Di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya.
Dunn, William N. (2018). Public Policy Analysis: An Integrated Approach. Routledge.
Fahmi dkk. (2020). Analisis Implementasi Program Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi Melalui Optimalisasi Sumber Daya di Kabupaten Karawang. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Karawang.
Hamzah & Syafri. (2023). Implementasi Program Kartu Tani untuk Subsidi Pupuk Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas di Kabupaten Agam. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Agam.
Infopublik.id. (2022, 2 Februari). Ringankan Beban Petani, Bupati Tanah Datar Luncurkan Bajak Gratis. Diakses dari https://dictionary.cambridge.org/dictionary/indonesian-english/lengkap
Kominfo Tanah Datar. (2023, 4 Juli). Juli 2023, Capaian Progul Bajak Gratis Tanah Datar Sebesar 33,17 Persen. (Sumber Online).
https://bajak-gratis.tanahdatar.go.id/ (Situs web resmi program, diakses sebagai sumber informasi umum).
Mahmud, H., Sangadji, S. S., & Suhardi, S. (2021). Analisis produksi, konsumsi dan pemasaran usahatani padi di desa lembah asri kecamatan weda selatan kabupaten halmahera tengah. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya.
Muhammad. (2024). Implementasi Program Bajak Gratis Brigade Alsintan Bagi Petani Sebagai Program Unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Tanah Datar.
Nugroho, Riant. (2017). Public Policy: Sistem Politik, Formulasi, Implementasi, Evaluasi, dan Pengendalian. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Nugroho, Riant. (2018). Evaluasi Kebijakan Publik. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Oktafia, Nabila., & Helmi, Rahmadhona Fitri. (2025). Meningkatkan Potensi Pertanian Dengan Implementasi Program Layanan Bajak Gratis Di Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Kajian Pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. (2021). Peraturan Bupati Tanah Datar Nomor 56 Tahun 2021 tentang Program Layanan Bajak Gratis. Batusangkar: Sekretariat Daerah.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. (2022). Peraturan Bupati Tanah Datar Nomor 54 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2021 tentang Program Layanan Bajak Gratis. Batusangkar: Sekretariat Daerah.
Pradana, G. W. (2020). Implementasi Kebijakan Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dalam Upaya Meningkatkan Produksi Padi. Jurnal Administrasi Publik.
Raihan, M., & Sujianto, A. (2024). Efektivitas Pelaksanaan Program Layanan Bajak Gratis di Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus Kecamatan Sungai Tarab). Jurnal/tulisan ilmiah lainnya.
Rofiatul dkk. (2021). Implementasi Kebijakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Probolinggo.
Siregar, A. P. (2018). Analisis Efisiensi dan Pendapatan Usahatani Padi Melalui Mekanisasi Pertanian. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis.
Sudaryono. (2018). Metodologi Penelitian. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.
Sujarweni. (2023). Metode Penelitian : Lengkap, Praktis, Dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Tahir, S. (2022). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Program Penyediaan dan Pengawasan Alintan di Kabupaten. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 19(1), 115–136.
Wahab, Solichin Abdul. (2017). Analisis Kebijakan: Dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.
Wibowo & Purwaningrum. (2022). Analisis Efektivitas Program Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Petani di Kabupaten Kediri. Jurnal/tulisan ilmiah lainnya, Kediri.
Yanti, M., Kusmiah, N., & Baso, A. (2020, May). Analisis Penggunaan Alsintan Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di P4s Haji Ambona Yanda (Studi Kasus Desa Paku Kecamatan Binuang). In Journal Peqguruang: Conference Series (Vol. 2, No. 1, pp. 110-115).
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Alfitrah Indri Rahmadhana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License?á(CC BY-NC 4.0)?áthat allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).