MULTI AKAD (AL-UQUD AL-MURAKKABAH) DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

Authors

  • Yosi Aryanti Jurusan Pendidikan Agama Islam STIT Ahlussunnah Bukittinggi Jl. Diponegoro No. 8 Ateh Tambuo Aur Kuning Bukittinggi. Telp. (0752) 34130

DOI:

https://doi.org/10.31958/juris.v15i2.498

Keywords:

akad, multi akad, perbankan syariah

Abstract

Multiple Agreement (al-Uqud al-Murakkabah) is one of contemporary agreements in Islamic banking whose implementation develops in line with business developments Multiple Agreement basically is an agreement whic is made by two parties in carrying out transactions that cover two elements or more of agreement, such as trading and ijarah. Agreements in sharia transactions are modified from the existing agreements in which such agreements are found  in almost all sharia products. The development of the uses of agreement need strong analysis concerning the validity of the agreements, especially those whic have been modified. This study therefore aims at presenting perspectives of Islamic schlars (ulama) and their analysis toward the concepts of Multiple Agreement.

Author Biography

Yosi Aryanti, Jurusan Pendidikan Agama Islam STIT Ahlussunnah Bukittinggi Jl. Diponegoro No. 8 Ateh Tambuo Aur Kuning Bukittinggi. Telp. (0752) 34130

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar

 

References

Abdullah, Sulaiman, 1995, Sumber Hukum Islam Permasalahan dan Fleksibilitasnya, Jakarta: Sinar Grafika

Zaidan, Abdul Karim. 1984. Masalah Kenegaraan dalam Pandangan Islam, Terj. Abdul Aziz dalam “Al-Fardu wa Al-Daulah fi Al-Syari’ah Al-Islamiyyah”, Jakarta: yayasan Al-Amin.

Haq, Abdul, Mubarok, Ahmad dkk, 2006. Formulasi Nalar Fiqh: Telaah Kaidah Fiqh Konseptual, Surabaya: Khalista.

Venus, Antar. 2009. Manajemen Kampanye: Panduan Teoritis dan Praktis dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Djazuli, A. 2007. Kaidah-kaidah Fikih: Kaidah-kaidah Hukum Islam Dalam Menyelesaikan Masalah-masalah yang Praktis, Jakarta: Kencana.

Djamil, Fathurrahman. 1999. Filsafat Hukum Islam, Ciputat: Logos Wacana Ilmu.

Huwaydi, Fahmi. Demokrasi, Oposisi, dan Masyarakat Madani, Terj. M. Abd. Ghofar dalam “al-Islam wa al-Dimuqratiyah”, Bandung: Mizan.

Alwi, Hasan. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, cet. ke-3

Cangara, Hafied. 2011. Komunikasi Politik: Konsep, Teori dan Strategi, Jakarta: Rajawali Pers.

Lidwa Pustaka, Kitab 9 Imam Hadis, Sunan Nasa’i, Hadis Nomor 5289.

Taimiyah, Ibnu. 1995. Etika Politik Islam, Terj. Rofi’ Munawwar dalam “Siyasah Syar’iyah”, Surabaya: Risalah Gusti.

Ash-Siddieqy, T. M. Hasbi. 1980. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, Jakarta: Bulan Bintang.

Samuddin, Rapung. 2013. Fiqih Demokrasi: Menguak Kekeliruan Pandangan Haramnya Umat Terlibat Pemilu dan Politik, Jakarta: GOZIAN Press.

Jung, Mahomed Ullah Ibn S. 1990. The Administration of Justice In Islam: An Introduction to The Muslim Conception of The State, New Delhi: Kitab Bhavan.

Alim, Muhammad. 2010. Asas-Asas Negara Hukum Modern dalam Islam (Kajian Komprehensif Islam dan Ketatanegaraan), Yogyakarta: LKiS.

Al-Hamdi, Ridho. 2013. Partai Politik Islam: Teori dan Praktik di Indonesia (Yogyakarta: Graha Ilmu.

As-Suwaidan, Thariq. 2005. Melahirkan Pemimpin Masa Depan, Terj. Faishal Umar, Jakarta: Gema Insani.

Al-Jauziyah, Ibnu Qayyim. 1999. Buah Ilmu, Jakarta: Pustaka Azzam.

Zaidan, Abdul Karim dkk. 2003. Pemilu dan Partai Politik dalam Perspektif Syariah, Terj. Arif Ramdhani dalam “Syar’iyyah al-Intikhabah”, Bandung: PT. Syaamil Media.

Wahbah al-Zuhaili, Ushul Fiqh al-Islami, hal 401.

Komunitas Arab, 2015. Hak dan Kewajiban warga negara dalam Islam, (online), http://komuni-tasarab.blogdetik.com/hak- dan -kewajibanwarganegara-dalam islam, diakses pada 7 Juli 2015.

Published

2017-03-18

How to Cite

Aryanti, Y. (2017). MULTI AKAD (AL-UQUD AL-MURAKKABAH) DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 15(2), 177–190. https://doi.org/10.31958/juris.v15i2.498

Issue

Section

Articles