Ï╣┘ä┘à Ϻ┘ä┘åÏ¡┘ê ┘ê Ïú┘ç┘à┘èϬ┘ç ┘ü┘è ϺÏ│Ϭ┘åϿϺÏÀ Ϻ┘äÏúÏ¡┘âϺ┘à Ϻ┘ä┘ü┘é┘ç┘èÏ®

Authors

  • Kamaluddin M.Ag IAIN Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/juris.v10i1.920

Keywords:

nahw, fiqh, istimbat, hukum Islam

Abstract

Bahasa Arab berkaitan erat dengan hukum fiqh, sehingga untuk dapat menginterpretasikan hukum secara tepat seorang faqih wajib menguasai ilmu-ilmu Bahasa Arab, diantaranya ilmu nahw. Sebagai ilmu yang membahas struktur kalimat, nahw mempunyai peran yang sangat penting dalam mengistimbatkan hukum-hukum dari sumber aslinya, karena perubahan posisi kata dalam sebuah kalimat mengakibatkan perubahan makna kalimat tersebut sekaligus merubah hukum yang terkandung di dalamnya. 

Published

2018-02-23

How to Cite

M.Ag, K. (2018). Ï╣┘ä┘à Ϻ┘ä┘åÏ¡┘ê ┘ê Ïú┘ç┘à┘èϬ┘ç ┘ü┘è ϺÏ│Ϭ┘åϿϺÏÀ Ϻ┘äÏúÏ¡┘âϺ┘à Ϻ┘ä┘ü┘é┘ç┘èÏ®. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 10(1). https://doi.org/10.31958/juris.v10i1.920

Issue

Section

Articles