PERAN ILMU DALAM PEMBENTUKAN INSAN KAMIL MENURUT SUHRAWARDI AL-MAQTUL

Authors

  • Vick Ainun Haq Magister Pendidikan Agama Islam, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang
  • Achmad Khudori Soleh Pascasarjana, UIN Maulana Malik Ibrahim

DOI:

https://doi.org/10.31958/jeh.v7i2.6571

Keywords:

Epistemologi, Filsafat Isyraqi, Insan Kamil

Abstract

Ketidakseimbangan penerimaan terhadap sumber ilmu pengetahuan menjadi masalah dalam diri manusia, kecenderungan menerima pengetahuan dari rasio-akal saja tanpa memperhatikan dimensi lain akan menjadikan manusia jauh dengan Tuhannya, begitu juga dengan memahaminya dari aspek intuisi-spiritualnya saja, akan menjadi konservatif. Tujuan dari penulisan ini untuk menganalisis pemikiran Suhrawardi perihal peran pengetahuan dalam membentuk insan kamil, kemudian metode yang dipakai menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka. Selanjutnya hasil dari penelitian menunjukan bahwa (1) Insan kamil adalah manusia yang menyadari esensi dari dirinya, dan (2) Insan kamil juga dapat distilahkan sebagai manusia yang memilih keseimbangan diri terhadap penerimaan pengetahuan melalui akal dan intuisi, kemudian seimbang antara berketuhanan dan berkemanusiaan. Kerangka epistemologi Suhrawardi dalam mencapai puncak sumber ilmu dan pengetahuan disimbolkan dengan cahaya, dari cahaya tersebut manusia dapat memahami pengetahuan yang seimbang antara sumber ilmu yang datang dari akal dan intuisi, adapun keterbatasan dalam penulisan ini hendaknya menjadi peluang dalam merumuskan sudut pandang barus tentang pemikiran Suhrawardi untuk dikembangkan selanjutnya, persoalan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu tentang korelasi Filsafat Isyraqi dengan Pendidikan Islam.

References

Anshori, M. Subkhan. (2011). Filsafat Islam Antara Ilmu dan Kepentingan. Kediri: Pustaka Azhar.
Arberry, Aj. (1979) Sufisme: An Account of the Mystics of Islam. London: Papperback.
Arif, M. (2022). Kritik Metafisika: Studi Komparatif Pemikiran Heidegger (1889-1976 M) dan Suhrawardi (1154-1191 M). KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 12(1), 1-25. https://doi.org/10.36781/kaca.v12i1.179
Arifinsyah. (2014). Jurnal Ushuluddin-Gagasan Suhrawardi........pdf. Jurnal Ushuludin: Jurnal Pemikiran Islam, Kewahyuan, Politik Dan Hubungan Antar Agama, 46, 151–172.
Attaftazani, Muhammad Ikhsan. (2018) “Filsafat Isyraqiyyah Suhrawardi Al-Maqtul” Makalah. Yogyakarta: Universitas Sunan Kalijaga.
Dewi, E. (2015). Konsep Manusia Ideal dalam Persepektif Suhrawardi Al-Maqtul. Substantia, 17(1), 41–54.http://dx.doi.org/10.22373/substantia.v17i1.4107
Dhiauddin, M. P. (2019). ISLAM, SAINS DAN TEKNOLOGI Sebuah Konsep Integralisme Islam (Studi Kritis Pemikiran Armahedi Mahzar). Literasi Nusantara. https://books.google.co.id/books?id=xNuaDwAAQBAJ
Drajat, Amroeni. (2001) Filsafat Illuminasi: Sebuah Kajian Terhadap Konsep Cahaya Suhrawardi. Jakarta: Riora Cipta.
Haq, V. A. (2021). Konsep Pendidikan Islam Kritis Perspektif Nurcholish Madjid. Jurnal Al-Fatih, IV(2), 288–306.
Hardiman, F. B. (2003). Melampaui positivisme dan modernitas : diskursus filosofis tentang metode ilmiah dan problem modernitas / F. Budi Hardiman.
Ja’far. (2009). Konsep Suhrawardi Al-Matqul Tentang Manusia: Kajian atas Kitan Hikmat al-Isyraq, Tesis MA.Medan, IAIN Sumatrera Utara.
Ja’far. (2011). Manusia Menurut Suhrawardi al-Maqtul. Banda Aceh: Yayasan PeNa.
Kartanegara, Mulyadhi. (2007). Nalar Religius Memahami Hakikat Tuhan, Alam dan Manusia. Jakarta: Erlangga.
Khamim, M. . (2022). Nilai Universal Islam Muhammadiyah Dan Nu: Potret Islam Moderat Indonesia. El -Hekam, 7(1), 17. https://doi.org/10.31958/jeh.v7i1.5796
Mahzar, Armahedi. (2004). Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi Islami, Revolusi Integralisme Islam. Bandung: Mizan.
Mufid, F., & Subaidi, M. P. (2021). MADZHAB KEDUA FILSAFAT ISLAM: TEOSOFI ILUMINASI (HIKMAH AL-ISYROQ) SUHRAWARDI AL-MAQTUL. Goresan Pena. https://books.google.co.id/books?id=w9xCEAAAQBAJ
Muslih, M. (2012). Konstruksi Epistemologi Dalam Filsafat Illuminasi Suhrawardi. Al-Tahrir, 12(2), 299–318.https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v12i2.59
Nasr, Seyyed Hossein. (2005). Tiga Madzhab Utama Filsafat Islam. terj. Achmad Maimun Syamsudin. Yogyakarta: IRCiSoD.
Renard, John. (2005). The A to Z of Sufism. United Kingdom: Scarecrow.
Soleh, A. K. (2011). Filsafat Isyraqi Suhrawardi. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 12(1), 1–19. https://doi.org/10.14421/esensia.v12i1.699.
Soleh, A. Khudori. (2012). Wacana Baru Filsafat Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sumadi, E. (2015). Teori Pengetahuan Isyraqiyyah (Iluminasi) Syihabudin Suhrawardi. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan, 3(2), 277–304.http://dx.doi.org/10.21043/fikrah.v3i2.1798
Supriyadi, Dedi. (2009). Pengantar Filsafat Islam, Konsep, Filsuf dan Ajarannya. Bandung: Pustaka Setia.
Wibisono, M. Y. (2017). Agama, Kekerasan Dan Pluralisme Dalam Islam. Kalam, 9(2), 187. https://doi.org/10.24042/klm.v9i2.328
Wijaya, A. (2014). Satu Islam Ragam Epistemologi: Dari Epistemologi Teosentrisme ke Antroposentrisme (pp. 1–402).
Zaini, H. (2020). Membingkai agama dan kebangsaan. Jurnal El-Hekam, V(1), 61–72.http://dx.doi.org/10.31958/jeh.v5i1.2289
Ziai, Hossein. (1998) Suhrawardi & Filsafat Illuminasi, terj. Afif Muhammad. Bandung, Zaman.

Published

2022-10-25

How to Cite

Haq, V. A., & Soleh, A. K. (2022). PERAN ILMU DALAM PEMBENTUKAN INSAN KAMIL MENURUT SUHRAWARDI AL-MAQTUL. El -Hekam, 7(2), 126–136. https://doi.org/10.31958/jeh.v7i2.6571

Issue

Section

Articles