IMPLEMENTASI TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA URUSAN PEMERINTAHAN DALAM PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG NAGARI
DOI:
https://doi.org/10.31958/jisrah.v3i2.6878Kata Kunci:
Constitutional Law, Nagari, Perda Tanah Datar.Abstrak
The main problem in this thesis is how to implement the main tasks and functions of the head of affairs in the Nagari Simawang government and how to review Islamic constitutional law on the implementation of the main tasks and functions of the head of affairs in the Nagari Simawang government. The purpose of this discussion is to find and describe the implementation of the main duties and functions of the head of affairs in the government of Nagari Simawang and to find out and describe the review of Islamic constitutional law on the implementation of the main tasks and functions of the head of affairs in the government of Nagari Simawang. The type of research that the author uses is field research (field research). Based on the research that the author did, it was found that, several functions carried out by the Head of Government Affairs in Tanah Datar Regency Number 4 of 2008 regarding Nagari had not run effectively because there were several functions that were less effective, namely the function of providing services to the community in the field of land / land. agrarian affairs in accordance with applicable laws and regulations and in the function of assisting tasks in the field of collecting land and building taxes. Referensi
Abdullah. B. (2012). Politik Ketatanegaraan Dalam Islam. Jakarta: Pustaka Setia.
Djazuli. A. (2003). Fiqh siyasah: implementasi kemaslahatan umat dalam rambu-rambu syari'ah. Jakarta: Kencana.
Iqbal. M., & Siyasah, F. (2014). Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Jakarta: Kencana.
Kansil. C. S. T. (2003). Hukum Tata Negara Republik Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nurcholis. H. (2010). Teori Dan Praktik Pemerintahan Dan Otonomi Daerah. Jakarta: Grasindo.
Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 4 Tahun 2008 tentang Nagari.
Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari.
Pulungan. J. S. (2016). Fiqh Siyasah: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran. Jakarta: Kencana.
Putri. E. F. & Zainuddin, Z. (2022). KONSEP NEGARA MENURUT PERSPEKTIF AL-MAWARDI. JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah, 3(1), 19-26.
Rahayu. L. (2019). Pelaksanaan tugas badan permusyawratan rakyat nagari dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari perspektif hukum tata negara islam. Skripsi , Program studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
Ratna. Y. S. (2018). Praktek "solang manyolang pitih" di nagari simawang kecamatan rambatan kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah. Skripsi tidak diterbitkan.
Salam. M., & Mustafa, A. (2021). Menakar Upaya Penegakan Hukum oleh Pemerintah Kota Makassar. SIYASATUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR'IYYAH, 3(1), 115-125.
Samidjo. (1985). Pengantar Hukum Indonesia.Bandung: Armico Bandung
Soeroso. (2008). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Syarif. (2008). Fiqh Siyasah Doktrin dan pemikiran politik islam. Jakarta: Erlangga.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Yazir. I. (2018) Fungsi Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari BPRN) Dalam Pengawasan Pemerintah Di Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru Kabupaten Tanah Datar. Skripsi tidak diterbitkan.
Yustim Y., Nelisma. Y., Silvianetri. S., & Mazida. Y. (2022). LARANGAN PERKAWINAN SESUKU DALAM BUDAYA MINANGKABAU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSELING BUDAYA. Jurnal Sekretari Universitas Pamulang, 9(1), 8-16.
Zainuddin. M. 2016.Serba-Serbi Adat Minangkabau. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Djazuli. A. (2003). Fiqh siyasah: implementasi kemaslahatan umat dalam rambu-rambu syari'ah. Jakarta: Kencana.
Iqbal. M., & Siyasah, F. (2014). Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam. Jakarta: Kencana.
Kansil. C. S. T. (2003). Hukum Tata Negara Republik Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Nurcholis. H. (2010). Teori Dan Praktik Pemerintahan Dan Otonomi Daerah. Jakarta: Grasindo.
Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Datar Nomor 4 Tahun 2008 tentang Nagari.
Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari.
Pulungan. J. S. (2016). Fiqh Siyasah: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran. Jakarta: Kencana.
Putri. E. F. & Zainuddin, Z. (2022). KONSEP NEGARA MENURUT PERSPEKTIF AL-MAWARDI. JISRAH: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah, 3(1), 19-26.
Rahayu. L. (2019). Pelaksanaan tugas badan permusyawratan rakyat nagari dalam penyelenggaraan pemerintahan nagari perspektif hukum tata negara islam. Skripsi , Program studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
Ratna. Y. S. (2018). Praktek "solang manyolang pitih" di nagari simawang kecamatan rambatan kabupaten tanah datar menurut fikih muamalah. Skripsi tidak diterbitkan.
Salam. M., & Mustafa, A. (2021). Menakar Upaya Penegakan Hukum oleh Pemerintah Kota Makassar. SIYASATUNA: JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR'IYYAH, 3(1), 115-125.
Samidjo. (1985). Pengantar Hukum Indonesia.Bandung: Armico Bandung
Soeroso. (2008). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Syarif. (2008). Fiqh Siyasah Doktrin dan pemikiran politik islam. Jakarta: Erlangga.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Yazir. I. (2018) Fungsi Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari BPRN) Dalam Pengawasan Pemerintah Di Nagari Tanjuang Alam Kecamatan Tanjuang Baru Kabupaten Tanah Datar. Skripsi tidak diterbitkan.
Yustim Y., Nelisma. Y., Silvianetri. S., & Mazida. Y. (2022). LARANGAN PERKAWINAN SESUKU DALAM BUDAYA MINANGKABAU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSELING BUDAYA. Jurnal Sekretari Universitas Pamulang, 9(1), 8-16.
Zainuddin. M. 2016.Serba-Serbi Adat Minangkabau. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
##submission.downloads##
Diterbitkan
2022-08-31
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Lili Suryana, Ulya Atsani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution License?áthat allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).

