TRADISI MANJAMPUIK NASI SAPARIUK DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Authors

  • Reni Mustika Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
  • Nailur Rahmi Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/jisrah.v2i1.3225

Keywords:

Tradisi, Manjampuik Nasi Sapariuk, Hukum Islam

Abstract

Studi ini mengkaji tentang bagaimana proses pelaksanaan tradisi manjampuik nasi sapariuk di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dalam tinjauan hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), dengan teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Dengan temuan bahwa tradisi manjampuik nasi sapariuk adalah kebiasaan manjampuik marapulai dengan membawa nasi sapariuk apabila pasangan tersebut tidak melaksankan walimah, apabila tradisi ini belum dilaksanakan maka perkawinan bagi pasangan suami istri di dalam adat yang berlaku di Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar termasuk nikah gantuang, maksud dari nikah gantuang tersebut yaitu suami belum boleh tinggal serumah dengan istri, sahilia samudiak (jalan-jalan berdua-duaan) dan melakukan hubungan suami istri sampai ia melaksanakan tradisi manjampuik nasi sapariuk. Dalam hukum Islam tradisi manjapuik nasi sapariuk  ini diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam secara langsung, selain dari itu, tradisi ini memiliki banyak manfaat dari pada mudharatnya seperti kedua pasangan lebih dihargai dan membawa dampak baik bagi nagari dan kedua keluarga. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun temurun yang harus dijaga dan dipandang baik oleh masyarakat.

References

Dt. Mudo pada Senin 13 April 2020 jam 16.00 WIB
Dt. Pito Malano pada Jum’at 10 April 2020 jam 16.00 WIB
Dt. Radjo Panghoeloe, Rasjid Manggis. (1975). Pelajaran Adat Minang Kabau Jilid 2. Bukittinggi.
Dt. Rajo Darek pada 15 April 2020 jam 14.00 WIB.
Dt. Rajo Penghulu. Idrus Hakimy. (1978). Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: CV. Rosda.
Dt. Sutan Marajo pada: 5 Desember 2019, Jum’at 10 April 2020 jam 15.00 WIB
Hakimy, Idrus. (1978). Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: CV Rosda.
Mahyuddin, Suardi. (2009). Dinamika SistemAdat Minangkabau dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung. Candi Cipta Pramuda.
R. Majo Sari dan Dt. Pado Sati pada Senen 13 April 2020 jam 14.00 WIB
Rahman I, Abdul. (1996). Perkawinan Dalam Syari’at Islam. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ramulyo, Mohd. Idris. (1996). Hukum Perkawinan Islam. Ed. 2. Jakarta: Bumi Aksara.
Sabiq, Sayyid. (1980). Fiqh Sunnah Jilid 6. Bandung: PT Al-Ma’arif.
Syafe’i, Rachmat. (2010). Ilmu Ushul Fiqh. Bandung: Pustaka Setia.
Syahril. 2013. Pernikahan Dalam Perspektif Al-Qur’an. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.
Syarifuddin, Amir. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Prenada Media
Tihami, Sahrani. (2010). Fiqh Munakahat (Kajian Fikih Nikah Lengkap). Jakarta: Rajawali Pers.

Downloads

Published

2021-04-30

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)