PRAKTEK PEMBAYARAN HUTANG DENGAN BEKERJA PRESPEKTIF FIQH MUAMALAH (Studi Kasus di Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar)

Penulis

  • Putri Handayani Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
  • Sulastri Caniago Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/jisrah.v2i2.4333

Kata Kunci:

Hutang Piutang, Bekerja, Fiqh Muamalah

Abstrak

This study aims to explain the practice of paying debts by working in terms of fiqh muamalah in Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling, Salimpaung District, Tanah Datar Regency. This research is a field research. The data sources consist of primary data sources, namely 7 people who owe, 7 people who give debts and 1 scholar, while secondary data sources are documentation and books and scientific works related to accounts payable. Data collection techniques that the author uses are interviews and documentation. The data analysis technique that the author uses is descriptive qualitative analysis. This study found that the implementation of debt payments by working carried out by the community in Jorong Malintang Nagari Lawang Mandahiling, Sallimpaung District, Tanah Datar Regency, namely debt and money receivables which was only done verbally without any written evidence. If it is due, but the borrower is unable to pay it and the payment is made by working in the person's field with his wages taken in exchange for the debt. The execution of debts paid by work is included in usury where the debtor takes the excess wages for working money when paying his debts.

Referensi

Afadarma, Romi. (2010). Peranan Ketua Adat Dan Kerapatan Adat Nagari Dalam Penyelesaian Sengketa Harta Pusaka Tinggi Di Nagari Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Tesis tidak diterbitkan. Semarang: Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro.

Ashar, Latifatul. (2018). Kedudukan Harta Pusaka Tinggi bagi Kaum Yang Tidak Memiliki Anak Perempuan di Nagari Guguak Malalo (Perspektif Hukum Adat dan Hukum Positif). Skripsi tidak diterbitkan. Batusangkar: Program Strata satu Fakultas Syariah IAIN Batusangkar.

Hadikusuma, Hilman. (2003). Hukum Waris Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hayani, Novita. (2018). Perempuan Dalam Kewarisan Adat Minangkabau (Studi Kasus di Kabupaten Padang Pariaman). Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Program Strata satu Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah.

Ibrahim. (2018). Tatanan Adat Warisan Nenek Moyang Orang Minangkabau. Bukittinggi: Kristal Multimedia.

Jajuli, Sulaeman. (2018). Ekonomi Dalam Al-Quran. Yogyakarta: Budi Utama

Kardila, Miza. (2015). Penyelesaian Sengketa Harta “Pusaka Tinggi” Melalui Lembaga Kerapatan Adat Nagari Menurut Penyelesaian Sengketa Dalam Hukum Islam (Studi kasus kerapatan Adat Nagari Lawang Mandahiling Kab.Tanah Datar). Skripsi tidak diterbitkan. Batusangkar: Program Strata satu Fakultas Syariah IAIN Batusangkar.

Mubarok, Muhammad Fajrul. (2017). Hak Kebendaan D alam Harta Pusaka Tinggi Minangkabau (Studi Kasus di Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Di Atas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat). Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Pacasarjana, Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.

Shah, Harmita. (2006). Kedudukan Mamak Kepala Waris Dalam Harta Pusaka Tinggi. Tesis tidak diterbitkan. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Dipenogoro.

Syamsarina. (2016). Eksistensi Hukum Wadh’i dalam Syariat. Jurnal Al-Qishthu, STAIN Kerinci Vol 14 No.1 Tahun 2016.

Syarifuddin, Amir. (1984). Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam Dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: Gunung Agung.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-08-31

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>