SEMIT: ASAL MUASAL BAHASA ARAB

Authors

  • Melisa Rezi Sekolah Tinggi Agama Islam Darul QurÔÇÖan Payakumbuh
  • Amrina Amrina Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/lughawiyah.v1i2.1524

Abstract

Semit merupakan gabungan dari bahasa-bahasa berdekatan yang dinisbahkan kepada Sam bin Nuh (Sam adalah salah satu dari anak-anak Nuh) dalam kitab Safar Takwin (kitab Kejadian) diceritakan tentang tiga orang keturunan Nuh (Ham, Sam, dan Yafit). Dalam kitab tersebut juga disebutkan keturunan Sam bin Nuh, yaitu Elam, Asyur, Arfakasyad, dan Aram, dari mereka inilah berkembang bahasa dan bangsa Semit itu. Adapun cabang-cabang bahasa Semit dan bangsanya tergambar dalam ÔÇ£Syajarah Al-Lughaatus SaamiyahÔÇØ yaitu bagian utara adalah KanÔÇÖaniyah (Ajritiyah, KanÔÇÖan Kuno, Muabiyah, Finiqiyah, dan Ibriyah) dan Aramiyah. Sedangkan bagian selatan terbagi kepada Arab Selatan (MaÔÇÖiniyah, Sabaiyah, Hadramiyah, Quthbaniyah, Habsyiah) dan Arab Utara yang terbagi kepada Arab Baidah (Tsamudiyah, Shafawiyah, Lihyaniyah) dan Arab Baqiyyah (Hijaziyah dan Tamim) Bahasa yang tertua dari keluarga bahasa Semit adalah Bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah┬á bahasa Semit yang terdekat dengan bahasa Semit lama. Penutur bahasa-bahasa itu berasal dari keturunan Sam anak Nuh a.s. Negri asal bangsa Semit adalah Arab.

Semit is a combination of adjacent languages that is attributed to Sam bin Nuh (Sam is one of NuhÔÇÖs sons) in Safar Takwin book (Genesis book) about the story of NuhÔÇÖs three sons (Ham, Sam, and Yafit). The book also explains about the descent of Sam bin Nuh, namely Elam, Asyur, Arfakasyad, and Aram, who became the ancestor of Semit race and language. The brances of Semit race and language are described in ÔÇ£Syajarah Al-Lughaatus SaamiyahÔÇØ. In the north is KanÔÇÖaniyah (Ajritiyah, old KanÔÇÖan, Muabiyah, Finiqiyah, and Ibriyah) and Aramiyah. In the south is divided into south Arabic (MaÔÇÖiniyah, Sabaiyah, Hadramiyah, Quthbaniyah, Habsyiah) and north Arabic which is classified into Baidah Arabic (Tsamudiyah, Shafawiyah, Lihyaniyah) and Baqiyyah Arabic (Hijaziyah and Tamim). The oldest language of Semit is Arabic, because it is the nearest language to the old Semit. The language speakers are the descent of Sam, the son of Nuh a.s, and the origin country of Semit race is Arabian.

References

Afin Murtie. 2014. Ensiklopedia Anak Berkebutuhan Khusus. Jogjakarta:Redaksi Maxima

Dian Nafi. 2013. ABK Punya Rasa. Yogyakarta: Familia.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan layanan Khusus Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Permendiknas No 70 Th 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdaan dan bakat. Jakarta : Kemendikbud

_______. 2013. Berbagai Peraturan pendidikan Khusus Dan Layanan Khusus. Jakarta

Geral Corey.2005. Theory and Pratictive Of Counseling & Psychotherapy . Amerika: The State Of America

P.Tiara. 2012.Manajemen Pembinaan Kurikuler Peserta Didik diSekolah Inklusi SD Negeri Gejayan Tahun Ajaran 2011/2012. Yogyakarta : UNY

Prayitno,. 2004. Seri Layanan Konseling L1-L9, (Padang: UNP, 2004)

Prayitno.1998. Konseling Pancawaskita. Padang: IKIP Padang

Rochman Natawidjaja.2009.Konseling Kelompok Konsep Dasar Dan Pendekatan. Bandung: Rizqi Press

Undang- Undang Dasar ’ 45, Amandemen I, II, III, IV, .Jakarta : Pustaka Sandoro jaya.

Undang-undang No 20 Sisdiknas. Tersedia : http://pendis.kemenag.go.id [Diakses 1 Juni 2018]

Downloads

Published

2019-12-30

How to Cite

Rezi, M., & Amrina, A. (2019). SEMIT: ASAL MUASAL BAHASA ARAB. Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics, 1(2), 113–122. https://doi.org/10.31958/lughawiyah.v1i2.1524

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)