MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBINA KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 5 BATUSANGKAR, KECAMATAN LIMA KAUM, KABUPATEN TANAH PROVINSI SUMATERA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.31958/jaf.v4i1.408Abstract
The religious character building program for students in State Secondary School 5 Batusangkar has shown maximum results. State Secondary School 5 Batusangkar is one of the schools that accommodate smart students. After doing the research, it turns out that they were not only smart on cognitive and psychomotor, but also on affective. This research was aimed at disclosing the management of principal in developing the religious character of students in State Secondary School 5 Batusangkar. This research was related to qualitative case study. The result revealed that the school principal has made planning, implementation, monitoring and evaluation of religious character building program for students. The activities were also supported by all parties. This research concluded that the principal of State Secondary School 5 Batusangkar had done a good management.
Keywords: Management, Principal, Religious Character, State Secondary School, Batusangkar
References
Arianto, K.S. (2006). Aksentuasi Perpustakaan dan Pustakawan. Jakarta: PD-IPI.
Arifin, Zainal. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Darmono. (2004). Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta:
Grasindo.
Djama’an, Satori & Aan, Komariah.
(2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Emzir. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Fahmi, Aisyah. (2010). Persepsi Siswa Terhadap Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan Man Wonokromo Yogyakarta.Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Gay, L. R. and Peter Airaisan. (2000). Educational Research. Competencies and for Analysis and Application. New Jersey: Prentice Hall. Inc.
Hasugian. Jonner. (2003). Katalog Perpustakaan dari Katalog Manual Sampai Katalog Online (OPAC). Sumatera Utara: Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra USU. Dalam http://repository.usu.ac.id/. Akses tanggal 29 Oktober 2015.
Kusmayadi, Eka dan Andriaty. (2006). “Kajian Online Public Access Catalogue (OPAC) dalam Pelayanan Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian”. Jurnal Perpustakaan Pertanian Bogor: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Vol.15, No.2.
Lina. (2007). “Pengaruh Perbedaan Individual dan Karakteristik Sistem Informasi pada Penerimaan Penggunaan Teknologi Informasi dalam e-library”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 22, No. 4, h. 447-465, [online], diakses pada 29 Oktober 2015, tersedia di www. besthomebiznetwork.com/artikel/1/jurnalekonomi-danbisnis.html.
Martono, E. (1991). Pengetahuan Dokumentasi dan Perpustakaan sebagai Pusat Informasi. Jakarta: Karya Utama.
Miles, Mathew B & Huberman, A. Michael. (1994). Qualitative Data Analysis. An Expanded Sourcebook Second Edition. Thousand Oaks, CA: Sage.
Monisa, Martina. (2010) Persepsi Kemudahan Dan Kegunaan OPAC perpustakaan Unair (Study Deskriptif Menilai Persepsi Kemudahan Dan Persepsi Kegunaan OPAC oleh Pengguna di Perpustakaan Universitas Airlangga). Surabaya: Skripsi FISIP UNAIR.
Mulla & Chandrashekara. (2009). “A Study on the Effective Use of Online Public Access Catalogue at the Libraries of Engineering Colleges in Karnataka (India)”. International Journal of Library and Information Science Vol. 1(3) pp. 029-042, August, 2009 www. academicjournals.org/ijlis
Nadfilah, Fiqrotun. (2010). Persepsi Pemustaka Terhadap OPAC (Online Public Acces Catalogue) sebagai sarana penelisiran informasi di perpustakaan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Yogyakarta: SMP Muhammadiyah.
Qolyubi, Syihabuddin. dkk. (2003). Dasardasar Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Infoermasi. Fakultas Adab.
Rahardjo, Susilo & Gudnanto. (2011).
Pembahasan Individu Teknik Non Tes. Kudus: Nora Media Enterprise.
Santoso. (2004). Teknologi Informasi Perpustakaan: Bahan Ajar Diklat CPTA. Jakarta: Perpusnas RI.
Sarosa, Samiaji. (2012). Dasar-Dasar
Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Index.
Soedibyo, N. (1987). Pengelolaan Perpustakaan (Jilid 1). Bandung: Penerbit Alumni.
Susanto, Edy Setyo. (2010). “Desain dan Standar Perpustakaan Digital”. Jurnal Pustakawan Volume 10 No.2 November 2010.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2. (1989). Sistem Pendidikan Nasional. (http://www.polsri.ac.id/ panduan/01.%20umum/02.%20 UndangUndang%20Republik%20 Indonesia%20Nomor%202%20 Tahun%201989%20Tanggal%20 2 7 % 2 0 M a r e t % 2 0 1 9 8 9 % 2 0
Tentang%20Sistem%20Pendidikan%20Nasional.pdf;diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pkl 09.42 WIB).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43. (2007). Perpustakaan. http://perpusnas.go.id/iFileDownload. aspx?ID=Attachment%5CProdukHu kum%5CUU%2043%202007%20
PERPUSTAKAAN.pdf; diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pkl 09.45 WIB).
Utami, Paramita. (2013). “Pengembangan Program OPAC (Online Public Access Catalogue) Berbasis Subject Indexing Untuk Mempermudah Penelusuran Koleksi Jurnal di Perpustakaan
Universitas Pendidikan Ganesha”. Jurnal Sains dan Teknologi Vol.2 No.1 ISSN 2303-3142 April 2013”.
Yunianto, Yanuar. (2014). “Penerimaan Sistem Online Public Access Catalog (OPAC) di Perpustakaan Universitas Airlangga Kampus B.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.






