PELAKSANAAN JUAL BELI DAUN SIRIH DENGAN CARA BORONGAN MENURUT FIQH MUAMALAH DI JORONG SAWAH KAREH
DOI:
https://doi.org/10.31958/jisrah.v2i1.3232Kata Kunci:
Jual Beli dengan Cara Borongan, Fiqh MuamalahAbstrak
Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penentuan jumlah dalam jual beli daun sirih di Jorong Sawah Kareh, bagaimana penentuan harga dalam jual beli daun sirih di Jorong Sawah Kareh dan bagaimana tinjauan Fiqh Muamalah dalam praktik jual beli daun sirih di Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (field research), teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan; Pertama, penentuan jumlah dalam jual beli daun sirih di Jorong Sawah Kareh dengan cara dihitung batangnya, yakni apabila lebih dari 10 batang daun sirih, maka dilihat batangnya dan apabila kurang dari 10 batang daun sirih,  dilihat banyak daun yang didapat. Ada juga berapa yang didapat oleh pembeli berdasarkan karung. Kedua, penentuan harga dalam jual beli daun sirih di Jorong Sawah Kareh per batang dengan harga Rp.30.000 per batang dan mengikuti harga pasar. Harga diserahkan oleh pembeli kepada penjual. Ketiga, tinjauan Fiqh Muamalah terhadap pelaksanaan jual beli daun sirih dengan cara borongan di Jorong Sawah Kareh tersebut dalam penjualan berdasarkan taksiran yaitu jual beli Jizaf, namun ternyata mengandung unsur gharar. Unsur gharar yang dimaksud adalah sebagai berikut : Pertama, penentuan jumlah tidak diketahui oleh penjual karena dibawa langsung oleh pembeli. Kedua, penentuan harga Rp 30.000 dikalikan 40 batang, ternyata tidak mencukupi jumlah harga yang disebutkan di awal akad sehingga harganya menjadi tidak adil.Referensi
Al-Dhareer, Siddiq Mohammad Ai-Ameen. (1997). Gharar and Its Effects On Contemporary Transactions. IRTi Islamic Developmen Bank: Jeddah.
Arianti, Farida. (2014). Fikih Muamalah II. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.
Az-zuhaili, Wahbah. (2011). Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Jakarta: Gema Insani.
Badawi, Abdul Azhim. (1996). Al-Waaji Fi Fiqhu Sunnah wa kitab Al-Aziz. Cet. I. t.t.t: Dar Ibnu Rajab.
Djazuli, A. (2016). Kaidah-kaidah Fikih. Jakarta: Prenada Media.
Sabiq, Sayyid. (2009). Fikih Sunnah. Jakarta: Grafindo Persada.
Sabiq, Sayyid. (2012). Fikih Sunnah. Jilid 5. Jakarta: Cakrawala Publishing.
Sahrani, Sohari. Dkk. (2011). Fikih Muamalah. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sudirman, Danin. (2002). Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Suhendi, Hendi. (2002). Fiqh Muamalah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Arianti, Farida. (2014). Fikih Muamalah II. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.
Az-zuhaili, Wahbah. (2011). Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Jakarta: Gema Insani.
Badawi, Abdul Azhim. (1996). Al-Waaji Fi Fiqhu Sunnah wa kitab Al-Aziz. Cet. I. t.t.t: Dar Ibnu Rajab.
Djazuli, A. (2016). Kaidah-kaidah Fikih. Jakarta: Prenada Media.
Sabiq, Sayyid. (2009). Fikih Sunnah. Jakarta: Grafindo Persada.
Sabiq, Sayyid. (2012). Fikih Sunnah. Jilid 5. Jakarta: Cakrawala Publishing.
Sahrani, Sohari. Dkk. (2011). Fikih Muamalah. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sudirman, Danin. (2002). Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Suhendi, Hendi. (2002). Fiqh Muamalah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
##submission.downloads##
Diterbitkan
2021-04-30
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Mona Astriya Safitri, Farida Arianti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a?áCreative Commons Attribution License?áthat allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See?áThe Effect of Open Access).

