BAGI HASIL USAHA KAPAL TAMBANG EMAS DI NAGARI KOTO TUO KABUPATEN SIJUNJUNG PRESPEKTIF FIQH MUAMALAH

Penulis

  • Ulfi Febrianti Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
  • Irma Suryani Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.31958/jisrah.v2i2.4336

Kata Kunci:

Akad Kerjasama, Fiqih Muamalah, Bagi Hasil

Abstrak

This paper aims to explain the fiqh muamalah review of the contract agreement and the pattern of the profit sharing agreement system for gold mining vessels in Nagari Koto Tuo, Sijunjung Regency. This research is a qualitative research. Data collection techniques through interviews and observation. Primary data sources consist of land owners, ship owners and workers, as well as supporting data consisting of library data related to profit sharing. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. This study found that the contract made in the gold mining ship business is a cooperation agreement. The contract takes place orally and in writing. First, the form of the contract in the gold mining ship business, the land owner and the ship owner are called syirkah and the ship owner with other investors is called syirkah mufawadah. Second, the form or method of managing the gold mining ship business, ship owners and workers, is called syirkah. Third, profit sharing in the gold mining ship business of land owners, ship owners, and workers is called syirkah mudharabah. However, their profit sharing system is a new profit sharing system, namely a profit sharing system based on their knowledge alone. Therefore, there is an element of ambiguity or gharar in the profit-sharing system that they do. However, this can still be done as long as there is an agreement.

Referensi

Abdurrahman. (2008). Kewenangan Peradilan Agama di Bidang Ekonomi Syariah : Tantangan Masa Yang Akan Datang. Suara Udilag.

Afdol. (2006). Kewenangan Pengadilan Agama Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2006 dan Legislasi Hukum Islam di Indonesia. Surabaya : Airlangga University Press.

Arifin, Bustanul. (1996). Pelembagaan Hukum Islam di Indonesia, Akar Sejarah, Hambatan dan Prospeknya. Jakarta: Gema Insani Press.

Arto, Mukti. 2005. Praktik Perkara Perdata pada Pengadilan Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bintania, Aris. (2013). Hukum Acara Peradilan Agama Dalam Kerangka Fiqh Al-Qadha. Jakarta: Rajawali Pers.

Bisri, Cik Hasan. (2003). Peradilan Agama di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Departemen Agama RI. (2004). Tugas-Tugas Pejabat Pencatat Nikah, Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI. Jakarta: Depag RI.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Domiri. (2016). Analisis Tentang Sistem Peradilan Agama Di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, No. 3 Juli-September.

Fauzan, M. (2007). Pokok Pokok Hukum Acara Peradilan Agama dan Mahkamah Syariah di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Fitri, Hidayati. (2013). Pokok-Pokok Hukum Acara Peradilan Agama. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press.

Himpunan Peraturan Perundang-undangan. (2006). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Jakarta: Sinar Grafika.

Hotnida, Nasution, (2007). Pengadilan Agama Di Indonesia, Buku Daras Fakultas Syariah Dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah

Kansil, C.S.T dan Christine S.T.Kansil. (2000). Kamus Istilah Aneka Hukum. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Lubis, Sulaikin, (2005). Hukum Acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia. Jakarta: Prenada Media Group.

Musthofa. (2005). Kepanitraan Peradilan Agama. Jakarta: Kencana.

Nurhayani, Neng Yani. (2015). Hukum Acara Perdata. Bandung: Pustaka Setia.

Rasyid, A. Roihan. (1991). Hukum Acara Peradilan Agama. Bandung: Pustaka Setia.

Rasyid, Chatib dan Syaifuddin. (2009). Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktik pada Peradilan Agama. Yogyakarta: UII Press Yogyakarta.

Suhariyanto, Budi. (2014). Quo Vadis: Status Jabatan dan Sistem Karir Kepaniteraan Peradilan. Jurnal Hukum dan Peradilan, Vol.3 No. 1.

Suherman, Kedudukan dan Kewenangan Peradilan Agama Di Indonesia, Bogor: STAI Al Hidayah.

Syafi’i, Adun Abdullah. Peran Panitera Dalam Peradilan Agama. Bandung: Pustaka Bani Quraisy

Syaifuddin, Muhammad dkk. (2016). Hukum Perceraian. Jakarta: Sinar Grafika.

Syihabudin. (2003). Kajian terhadap Jenis dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan Indonesia. Jurnal Hukum, Vol. 10 No. 23.

Wabah Zuhaili. (2008). Al-fiqhul Islamy Wa Adillatuhu. Damaskus: Darul Fikr.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-08-31

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama