ANALISIS RELEVANSI EXPERIENTIAL LEARNING JOHN DEWEY DENGAN KONSEP HADIS TARBAWI RASULULLAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Authors

  • Siti Alfina Nurhasanah Karim Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Anis Sukmawati UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31958/atjpi.v6i2.16230

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori experiential learning John Dewey
dengan konsep hadis tarbawi Rasulullah SAW dalam konteks pengembangan Pendidikan
Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
analisis kepustakaan (library research), yakni menelaah karya-karya utama John Dewey
seperti Experience and Education serta hadis-hadis Nabi yang mengandung nilai-nilai
pendidikan praktis. Fokus kajian diarahkan pada prinsip pengalaman (experience),
refleksi (reflection), dan pembentukan kebiasaan (habit formation) dalam teori Dewey,
yang kemudian dibandingkan dengan pendekatan Rasulullah dalam mendidik melalui
keteladanan, pengalaman langsung, dan interaksi sosial. Hasil analisis menunjukkan
adanya titik temu konseptual antara experiential learning Dewey dan hadis tarbawi,
terutama dalam pandangan bahwa pendidikan harus berbasis pengalaman nyata yang
membentuk kesadaran moral dan intelektual peserta didik. Namun demikian, hadis
tarbawi menawarkan dimensi spiritual-transendental yang tidak ditemukan dalam teori
Dewey yang berlandaskan filsafat pragmatisme. Relevansi keduanya terhadap
pengembangan PAI terletak pada pentingnya menyeimbangkan aspek pengalaman
empiris dan nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan Islam
tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter dan
kesadaran religius peserta didik.

Downloads

Published

2025-12-29 — Updated on 2026-01-07

Issue

Section

Articles